Radana Finance & Waste4Change Selenggarakan Waste Bank Competition and Development untuk Dukung Peningkatan Kapasitas Bank Sampah di Jakarta Selatan

Bekasi, 15 November 2022 – PT Wasteforchange Alam Indonesia (Waste4Change) bersama PT Radana Bhaskara Finance Tbk. menggelar recorded event webinar bertajuk Waste4Change Talks: Dukung Keberlanjutan Bank Sampah Jakarta Selatan, pada Selasa 15 November 2022. Webinar ini diselenggarakan bertujuan untuk mengungkapkan program kolaborasi yang dilakukan Radana Finance dan Waste4Change dalam hal mendukung keberlanjutan dan meningkatkan peran edukasi Bank Sampah di Area Jakarta Selatan. Turut hadir dalam acara Meilki Riyanto, Investor Relations PT Radana Bhaskara Finance, Tbk., Kamil Salim, Kasie PSM & PH Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Sarwo Indah Pujiutami, Direktur Bank Sampah Akademi Kompos, dan Khairunnisa Yusmalina Humaam, Project Manager Waste Bank Competition Waste4Change.

edukasi bank sampah
Waste4Change Talks: Dukung Keberlanjutan Bank Sampah Jakarta Selatan

Permasalahan sampah di Indonesia memang menjadi salah satu persoalan yang terus menjadi fokus perhatian pemerintah. Melalui banyak peraturan yang diresmikan, pemerintah berharap agar penanganan sampah di Indonesia dapat dilakukan secara optimal dengan diikuti kontribusi nyata dari setiap elemen masyarakat. Berdasarkan Permen LHK No.14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah, program bank sampah dijalankan dengan maksud untuk mendukung pengelolaan sampah secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, sehingga memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan.

Berdasarkan informasi dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, di daerah Jakarta Selatan sendiri, sebanyak 1400 ton sampah dapat diangkut setiap harinya. Sesuai dengan arahan KLHK agar pemerintah daerah dapat mendukung Target Indonesia Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30%, DLH Jakarta Selatan juga telah menyiapkan rancangan  pengurangan sampah untuk melalui penyusunan Dokumen JAKSTRADA. DLH Jakarta Selatan menargetkan dapat mengurangi 20 ton sampah anorganik berakhir di TPA Bantar Gebang setiap bulannya melalui peran bank sampah dalam hal pemilahan sampah.

edukasi bank sampah
Kamil Salim, Kasie PSM & PH Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan

Kamil Salim, Kasie PSM & PH Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, menyampaikan, “DLH Jakarta Selatan turut serta memfasilitasi beberapa keperluan bank sampah, diantaranya lewat dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, penyediaan layanan angkut sampah terpilah dari bank sampah dan kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Diharapkan program yang dijalankan Radana Finance dan Waste4Change ini dapat membantu mengurangi timbulan sampah di wilayah administrasi Jakarta Selatan, melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas bank sampah yang ada di Jakarta Selatan.” 

Agar penyelenggaraan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab melalui bank sampah dapat terus berjalan maksimal, diperlukan juga dukungan bagi bank sampah salah satunya dalam aspek finansial. PT Radana Bhaskara Finance Tbk. sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia peduli terhadap pentingnya penerapan sustainability dan manajemen sampah yang baik, melihat terdapat 2 sisi finansial dalam bank sampah yang harus diperhatikan. Sebagai sebuah bisnis, bank sampah perlu memperhatikan aspek finansial dari sisi penyelenggaraan bank sampah serta aktivitas bank sampah. Bank sampah dirasa perlu memperhitungkan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat, juga sampah yang disetor harus bermanfaat juga secara ekonomi bagi mereka sehingga eksistensi untuk menabung di bank sampah terus berlanjut.

Meilki Riyanto, Investor Relations PT Radana Bhaskara Finance, Tbk

Meilki Riyanto, Investor Relations PT Radana Bhaskara Finance, Tbk., menyampaikan, “Sebagai institusi, kami melihat bahwa pengelolaan sampah bertanggung jawab di Indonesia, khususnya di Jakarta masih sangat minim dan ini bukan lagi jadi tanggung jawab pribadi melainkan seluruh masyarakat dan industri yang ada. Untuk itu  sebagaimana dengan salah satu misi kami yaitu Serve and Contribute to Sustainable Community Development, kami berharap inisiatif kami ini dapat  mendukung peningkatan kapasitas kegiatan pada bank sampah dan dapat menjadi contoh bagi investor public lainnya untuk ikut menerapkan sustainability pada bisnis mereka.”

Program Waste Bank Competition and Development telah berlangsung sejak Agustus 2022 dengan kegiatannya berupa capacity building bagi para peserta bank sampah dan juga kompetisi mengenai edukasi pengelolaan sampah. Penyelenggaraan program ini juga menjadi bentuk dukungan pengembangan bagi bank sampah sebagai fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dianggap mampu menjadi sarana edukasi, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, dan mendukung pelaksanaan ekonomi sirkular. 

Kegiatan capacity building yang diselenggarakan menyasar tiga target pengajaran. Target pertama adalah edukasi design thinking, dimana output yang diharapkan adalah para anggota bank sampah dapat berpikir lebih kritis terkait solusi dari permasalahan yang terjadi di lingkungan bank sampah mereka. Kemudian target selanjutnya adalah public speaking dengan harapan bank sampah sebagai sarana edukasi dapat menjelaskan dengan baik dan komunikatif pentingnya pengelolaan sampah kepada masyarakat di lingkungan bank sampah. Target terakhir adalah canva design yang harapannya peserta bank sampah dapat menyajikan visualisasi yang menarik dan tepat agar masyarakat tertarik dengan informasi pengelolaan sampah.

bank sampah
Khairunnisa Yusmalina Humaam, Project Manager Waste Bank Competition Waste4Change

Khairunnisa Yusmalina Humaam, Project Manager Waste Bank Competition Waste4Change, menyampaikan, “Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas bank sampah serta mengoptimalkan kegiatan operasional yang ada agar bisa terus dapat beroperasi mendukung pengelolaan sampah yang tepat di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mendorong bank sampah untuk bangkit dan turut serta berkontribusi kembali, dengan pengetahuan dan semangat baru pastinya, mensukseskan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Indonesia.”

Dari Program Waste Bank Competition yang diselenggarakan oleh Waste4Change dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk. telah ditentukan satu pemenang yaitu Bank Sampah Akademi Kompos dari Bumi Pesanggrahan Mas, Jakarta Selatan. Bank Sampah Akademi Kompos didirikan pada tahun 2014 dan mengelola sampah-sampah anorganik, berupa kertas, karton UBC, besi, juga minyak jelantah. Nasabah yang tergabung hingga saat ini terhitung mencapai 700 orang, namun sayangnya jumlahnya lebih menurun saat pandemi berlangsung. 

edukasi bank sampah
Sarwo Indah Pujiutami, Direktur Bank Sampah Akademi Kompos

Sarwo Indah Pujiutami, Direktur Bank Sampah Akademi Kompos, menyampaikan, “Kesan kami mengikuti program ini baik sekali, kami senang dengan adanya pelatihan yang diberikan. Mereka melatih kami dengan sangat profesional dan menarik, juga materi yang disampaikan sangat mudah dipahami. Ada banyak hal yang kami pelajari melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dan dari hal tersebut banyak ilmu bisa kami terapkan untuk membuat Bank Sampah Akademi Kompos dapat berkembang lebih baik lagi.” 

Tonton rekaman acaranya di YouTube Waste4Change di sini.

Related Post