Permen LHK no. 14 Tahun 2021 Menyempurnakan Peraturan Terkait Bank Sampah di Indonesia

Timbulan sampah yang menumpuk masih menjadi masalah utama di Indonesia. Dilansir dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), terhitung pada 2020 kemarin, timbulan sampah yang muncul di Indonesia mencapai angka 34 juta ton per tahunnya yang kemudian akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Demi mengurangi timbulan sampah dan menyukseskan program Indonesia Bersih Sampah 2025, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun memberlakukan Peraturan Menteri Tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah dalam Permen LHK no. 14 Tahun 2021. 

Antrian Bank Sampah - source: Liputan6.com
Antrian Bank Sampah – source: Liputan6.com

Siti Nurbaya, selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mencantumkan bahwa Peraturan Menteri no. 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah pada 25 Juni 2021 adalah untuk menyempurnakan Peraturan Menteri LHK No. 13 Tahun 2012 mengenai Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah. Permen no. 14 Tahun 2021 ini memasukkan fungsi bank sampah sebagai media edukasi, perubahan perilaku, dan menekankan pada implementasi circular economy. Pada permen ini juga disertakan skema pendanaan untuk pemberdayaan Bank Sampah baik oleh pemerintah pusat, daerah, maupun swasta yang belum ada di Permen sebelumnya.

Definisi dari bank sampah itu sendiri adalah sebagai konsep pengumpulan sampah kering dan terpilah yang melibatkan sistem seperti perbankan, tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam. Sampah yang dititipkan oleh nasabah akan ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang yang nantinya akan dijual di pabrik atau agen daur ulang yang sudah bekerja sama, atau bisa juga diserahkan pada ibu-ibu PKK setempat untuk diproses.

Dalam permen tersebut, disebutkan juga bagaimana pemilahan sampah bisa dikelompokkan dalam ke dalam beberapa jenis sampah seperti  sampah yang mengandung B3 dan/ atau limbah, sampah yang mudah terurai oleh proses alam, sampah yang dapat diguna ulang, sampah yang dapat didaur ulang, dan sampah lainnya. Permen tersebut juga menjelaskan dan menguraikan beberapa cara yang bisa dilakukan dalam memenuhi segala syarat yang diharuskan dalam terbentuknya sebuah bank sampah seperti bagaimana cara mengolah sampah bisa dibagi menjadi 3 cara yaitu dengan (a.)  pengomposan; (b.) daur ulang materi; dan/atau (c.) daur ulang energi.

Pendampingan untuk Bank Sampah

Waste4Change melalui layanan Community-Based Implementation telah mendapat kepercayaan dari banyak klien untuk mendampingi dan memberikan pelatihan pada beberapa bank sampah dan TPS3R sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility. Salah satunya adalah program Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah di Kabupaten Bogor bersama DOW Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bogor yang berlangsung dari Januari 2020 hingga Mei 2021.

Waste4Change percaya bahwa dengan peran aktif masyarakat baik melalui pemilahan sampah di rumah atau pun pengadaan bank sampah, kita dapat mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2025 bersama.

Related Post