Kepedulian Masyarakat Sangat Berpengaruh dalam Peningkatan Pengelolaan Sampah

Indonesia masih kesulitan dalam masalah pengelolaan sampah. Masih banyak masyarakat yang secara menyeluruh belum tahu bagaimana cara untuk membedakan dan memisahkan jenis sampah. Pertambahan penduduk dan pola konsumsi masyarakat setiap harinya menjadi salah satu alasan semakin bertambahnya jenis dan jumlah sampah yang semakin beragam. Pada akhirnya, sebagian besar sampah di Indonesia berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan lingkungan. 

Hamparan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang pada 27 Februari 2016. Kredit foto: TEMPO/Budi Purwanto
Hamparan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang pada 27 Februari 2016. Kredit foto: TEMPO/Budi Purwanto

Banyaknya ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah menjadi salah satu faktor utama dari tertimbunnya sampah yang mencapai 34 juta ton pada tahun 2020 sesuai data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Oleh karena itu, pembelajaran dan ilmu mengenai sampah seharusnya sudah menjadi komponen inti dalam pembelajaran bagi masyarakat. Masyarakat bisa memulai dari hal kecil untuk membantu mengurangi peningkatan jumlah sampah. Dimulai dari cara memilah sampah, kemudian tahu apa manfaat dari daur ulang sampah dan bagaimana pengelolaan sampah yang baik.

Bukan hanya individu, sektor industri dan produsen  juga bisa membantu mencegah tertimbunnya sampah di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memikirkan alur pengelolaan sampah dari setiap produk mereka. Oleh karena itulah dibutuhkan seorang konsultan pengelolaan sampah di lingkungan kerja mereka. Dengan adanya konsultan pengelolaan sampah, setidaknya perusahaan akan bisa menyesuaikan sistem pengelolaan sampah mereka dengan regulasi yang ada di lingkungan secara berkelanjutan.

Scott Graham/ Unsplash - Konsultasi Manajemen Sampah
Scott Graham/ Unsplash – Konsultasi Manajemen Sampah

Wawasan mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar bisa memberikan dampak yang besar yang nantinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik bisa mengurangi semakin tertimbunnya sampah di TPA nantinya. Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Rofi Alhanif menjelaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia sangat besar dan belum bisa dioptimalkan. Ia mengatakan bahwa setidaknya hanya 2 juta ton sampah yang terkelola, sedangkan yang tidak terkelola bisa mencapai jumlah 4,2 juta ton.        

Adanya konsultan pengelolaan sampah bisa membantu produsen, industri dan masyarakat menjadi lebih aware terhadap bahayanya pengelolaan sampah yang salah dan sampah yang tertimbun. Masyarakat juga akan mengetahui bagaimana cara pengelolaan yang bisa membantu meminimalisir dibuangnya sampah ke TPA. Beberapa hal tersebut bisa dengan mendaur ulang sampah anorganik, atau cara mudahnya, masyarakat bisa mencari tahu tentang komunitas atau perusahaan yang menerima sampah untuk didaur ulang agar mereka bisa membantu pengelolaan yang baik dan benar. Hal mudah dan simple seperti itu bisa sangat membantu mengurangi sampah yang berakhir ke TPA.

Baca versi Inggris di sini.

Related Post