Waste4Change, HIPMI Jabar, dan Decathlon Ajak Pelaku Usaha di Indonesia Terapkan Prinsip Bisnis Berkelanjutan

Bekasi, 12 Juli 2021 – PT Wasteforchange Alam Indonesia (Waste4Change) bersama  PT Decathlon Sports Indonesia (Decathlon Indonesia) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat (HIPMI Jabar) menggelar webinar dengan tema “Sustainable Business for Better Earth: Mewujudkan Bisnis yang Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan pada Kamis lalu (8/7). Dua narasumber webinar yaitu Fiona Diserty Sebayang selaku Sustainable Development Leader Decathlon Indonesia dan Ketua HIPMI Jabar, Surya Batara Kartika, berbagi pengalaman penerapan bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Faktanya, hingga saat ini perkembangan industri masih berbanding lurus dengan permasalahan lingkungan. Semakin tingginya pertumbuhan dan daya beli penduduk berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan jumlah sampah yang dihasilkan. Data terbaru KLHK pada tahun 2020 menunjukkan bahwa produksi sampah di Indonesia sudah mencapai 185.753 ton per hari. Semua pemegang kepentingan, termasuk produsen dan pelaku bisnis, perlu segera mengambil andil dalam menerapkan pola bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sustainable business for better earth – source image: Geoawesomeness.com

Sustainable Development Leader Decathlon Indonesia, Fiona Diserty Sebayang, menjelaskan bahwa sebagai bagian dari perusahaan ritel olahraga inovatif asal Perancis, Decathlon Indonesia berpedoman pada Decathlon’s Transition Plan 2020 – 2026, yaitu rencana pengembangan bisnis berkelanjutan. “Pandemi COVID-19 merupakan salah satu trigger bagi Decathlon untuk mempercepat penerapan circular economy di seluruh rantai operasional bisnis dari hulu ke hilir. Terdapat 7 pilar aksi yang terdiri dari suplai berkelanjutan, eco-design, ekologi industri dan kawasan, fungsi ekonomi, konsumsi yang bertanggung jawab, memperpanjang durasi produk, dan daur ulang,” papar Fiona. 

Dalam praktiknya, Decathlon memastikan bahan material produk  berasal dari sustainable resources. Selanjutnya Decathlon meminimalkan dampak lingkungan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan konsumen.  Saat ini, sekitar 50 persen produk yang dijual Decathlon sudah menerapkan prinsip eco-design. 

Untuk mendukung sustainable transaction, Decathlon Indonesia sudah menyediakan workshop station dimana pelanggan dapat memperbaiki atau melakukan cek rutin untuk sepeda, inline skate dan skateboard. Ke depannya, Decathlon ingin mengembangkan platform Trocathlon yang memungkinkan pelanggan menjual kembali produk yang tidak mereka gunakan kepada pelanggan lain yang membutuhkan. 

Dari 4 gerai offline Decathlon di area Jabodetabek, 2 di antaranya yaitu Decathlon Alam Sutera dan Decathlon Bekasi telah menggunakan jasa Reduce-Waste to Landfill dari Waste4Change untuk pengelolaan sampahnya. “Kami ingin memastikan seluruh rantai circular economy kami diterapkan sesuai komitmen kami. Oleh karena itu, kami memanfaatkan layanan Waste4Change agar sampah kami dapat terdaur ulang dengan baik. Keseluruhan proses bisnis kami diharapkan dapat memenuhi target kami untuk mengurangi 52 persen emisi karbon secara global,” jelas Fiona.

Ketua HIPMI Jabar, Surya Batara Kartika, menyampaikan HIPMI Jabar senantiasa mendorong anggotanya dan para pelaku usaha secara umum, untuk dapat menjalankan bisnis berwawasan lingkungan. “Dalam penerapan bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan, pelaku usaha tidak harus berinvestasi besar sendiri. Mereka dapat memanfaatkan peluang-peluang kolaboratif, mulai dari proses produksi hingga penjualan. Tidak perlu ragu memulai bisnis berkelanjutan, karena kalau melihat trend saat ini dimana masyarakat sudah semakin ramah lingkungan, bisnis yang menerapkan sustainability memiliki prospek yang sangat baik ke depan, karena banyak investor, baik dari dalam dan luar negeri, yang ingin berinvestasi di Indonesia dan menjadikan sustainability sebagai salah satu aspek yang dinilai,” ungkap Surya. 

Pada kesempatan terpisah, Founder & Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, atau akrab disapa Sano, mengapresiasi inisiatif Decathlon Indonesia dan HIPMI Jabar yang telah mendorong penerapan bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Idealnya adalah kita semua para pelaku usaha bekerja sama, bahu-membahu untuk mewujudkan target Sustainable Development Goals 2030. Melalui manajemen sampah yang bertanggung jawab, Waste4Change menyanggupi untuk mendukung inisiatif pemegang kepentingan baik dari pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan target SDGs nomor 12 yaitu Responsible Consumption & Production, juga mewujudkan target SDGs nomor 6 yaitu Climate Action, ” ungkap Sano.

Dalam penerapan bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan, pengelolaan sampah yang mendukung zero-waste to landfill dan circular economy merupakan aspek penting. Layanan manajemen sampah Waste4Change yang menyeluruh dari hulu ke hilir dapat mendukung terciptanya bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain menyediakan jasa pengangkutan dan daur ulang sampah, layanan Waste4Change juga mencakup konsultasi, riset, dan edukasi.

“Kami percaya mengubah mindset adalah jalan terbaik untuk penyelenggaraan bisnis ramah lingkungan yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi mendukung semua kebutuhan para pebisnis Indonesia untuk mewujudkan manajemen sampah yang ramah lingkungan & berkelanjutan. Waste4Change siap bekerja sama, mulai dari capacity building untuk petugas persampahan, edukasi dan pendampingan masyarakat, hingga program daur ulang sampah berlabel brand, Extended Producer Responsibility dan Waste Credit,” demikian tutup Sano.

###

Related Post