Study Case

Kunjungan Kerja Studi Tiru Kabupaten Tapin Ke RPM Jatiwaringin

Sebanyak 25 orang perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Pemulihan Material (RPM) Jatiwaringin pada 9 Februari 2026. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, Bapak Unda Absrori, S.H., M.H., serta dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Bapak Ir. H. Nordin, M.S., bersama jajaran kepala dinas dan perangkat daerah terkait. 

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka studi tour sistem pengelolaan sampah modern, sekaligus untuk melihat secara langsung penerapan teknologi pengolahan sampah yang dapat yang dapat diterapkan di daerah serta mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA).

Peninjauan Sistem Pengolahan Sampah di RPM Jatiwaringin

Rangkaian kunjungan dimulai dengan peninjauan fasilitas RPM Jatiwaringin untuk melihat secara langsung proses pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai alur pengelolaan sampah dari proses pemilahan hingga pengolahan akhir, sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Selain itu, rombongan juga meninjau area budidaya Black Soldier Fly (BSF) yang digunakan untuk mengolah sampah organik secara biologis menjadi pakan ternak. Sistem ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi pengolahan sampah organik yang dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 50 ton per hari, fasilitas ini menjadi fokus diskusi terkait potensi penerapan sistem serupa di daerah lain.

Tantangan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Tapin

Kunjungan kerja ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah di Kabupaten Tapin. Berdasarkan pemaparan dari pemerintah daerah, produksi sampah di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 74 ton per hari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, Unda Absrori, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru mengenai potensi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini banyak orang masih memandang sampah sebagai sesuatu yang hanya menumpuk dan menimbulkan gangguan. Namun melalui kunjungan ini, pihaknya melihat bahwa sampah sebenarnya dapat dikelola dengan baik dan bahkan memiliki potensi untuk menghasilkan manfaat.

Menurutnya, pembelajaran dari kunjungan ini akan dibahas lebih lanjut di internal pemerintah daerah untuk melihat kemungkinan penerapan sistem serupa di Kabupaten Tapin.

“Produksi sampah di daerah kami mencapai sekitar 74 ton per hari. Jika tidak dikelola dengan baik, tentu akan menjadi persoalan ke depan. Karena itu kami datang ke sini untuk mempelajari bagaimana sistem pengelolaan yang sudah berjalan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mengkaji kemungkinan adopsi sistem tersebut dengan menyesuaikan kondisi daerah, termasuk dari sisi perencanaan dan dukungan anggaran.

Membuka Ruang Studi Tiru bagi Pemerintah Daerah

Melalui kegiatan kunjungan kerja studi tiru ini, Pemerintah Kota/Kabupaten dapat memperoleh wawasan dan referensi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di daerahnya.

Ke depan, Waste4Change Enjiniring & Teknologi juga membuka ruang kolaborasi bagi pemerintah daerah atau institusi lain yang ingin melakukan studi tiru pengelolaan sampah di fasilitas operasionalnya. Program kunjungan ini dilaksanakan secara kolektif dengan kuota terbatas, guna memastikan proses berbagi pengetahuan serta pemahaman operasional fasilitas dapat berjalan secara optimal.

 

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami