Our Impacts

Program Cerdas Pilah Plastik Semua Anak Bisa Menjadi Child Campaigner Hebat Melalui Pelatihan Yang Tepat

Oleh: Alvin Putra

Apakah obrolan soal Isu Lingkungan hanya milik orang dewasa?

Isu Lingkungan adalah tanggung jawab setiap generasi, tak terkecuali anak-anak, sebagaimana yang diinisiasi oleh Hyundai Motor Company bersama Save the Children Indonesia pada Program Ekonomi Sirkular: Cerdas Pilah Plastik. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik dan praktik baik tentang polusi plastik serta perubahan iklim melalui kampanye yang dipimpin oleh anak.

Pada tahun ketiganya, program ini terus setia mendampingi anak-anak dari 20 Sekolah & 4 RPTRA di Jakarta, yang kemudian disebut sebagai Child Campaigner, untuk menjadi advokat lingkungan dan menyebarkan pengetahuan kepada rekan sebaya, serta masyarakat tentang kesadaran lingkungan. 

Sebagai pendamping Child Campaigner, Waste4Change menyadari bahwa pondasi yang kuat perlu dibangun sebagai dasar pemahaman anak-anak sebelum menjadi agen perubahan. 72 Child Campaigner dipilih untuk mengikuti, serta mewakili sekolah & RPTRAnya masing-masing dalam rangkaian Training of Trainer yang juga disusun oleh Waste4Change.

Bukan Hanya Soal Persampahan

Kompleksnya permasalahan sampah yang terjadi di masa kini, mewajibkan berbagai disiplin ilmu untuk gotong-royong dalam pencarian solusinya. Maka dari itu, Child Campaigner turut diajak untuk menelusuri berbagai tema pelatihan, antara lain: 

  • Dibuka dengan pembahasan mengenai persampahan, terkhusus sampah plastik dan pengaruhnya terhadap perubahan iklim; 
  • Dilanjutkan dengan pengenalan tentang konsep Ekonomi Sirkular dan penerapannya; 
  • Setelah dasar pemahaman terbangun, Child Campaigner diajarkan untuk melakukan Advokasi dan memanfaatkan Media Digital untuk berkampanye; 
  • Sesi terakhir menghadirkan workshop pembuatan Rencana Keberlanjutan sebagai jawaban untuk memastikan setiap Child Campaigner dapat merancang program yang bukan hanya dibutuhkan, tapi juga dapat berjalan secara terus-menerus.   

Bukan tanpa tantangan, seluruh tema yang dipilih merupakan hal yang jarang disentuh dalam pendidikan anak. Oleh sebab itu, setiap materi yang dibawakan harus dikemas dalam pendekatan yang ramah anak, menarik, dan relevan. 

Banyak hal yang diterapkan untuk menyederhanakan pembahasan tanpa mengurangi esensi yang diberikan, sebagai contoh: menambahkan permainan interaktif untuk memahami konsep ekonomi sirkular, membuat roleplay/drama tentang kegiatan advokasi, sampai melakukan praktik daur ulang sampah secara langsung.

Menyempurnakan Pemahaman Melalui Pengalaman Nyata

Setelah belajar melalui diskusi dan praktik di dalam kelas, selanjutnya Child Campaigner diajak mengikuti Tur Ekonomi Sirkular. Kegiatan ini membawa seluruh Child Campaigner untuk melihat dan bersentuhan secara langsung dalam berbagai macam metode pengelolaan sampah yang diterapkan di Indonesia. 

Dimulai dengan melihat dampak nyata dari pengelolaan sampah paling konvensional (Kumpul-Angkut-Buang) di TPST Bantar Gebang. Di tempat ini Child Campaigner diharapkan dapat menangkap urgensi dari pentingnya mengelola sampah sejak dari sumber.

Kemudian Child Campaigner juga diajak berkenalan dengan Bank Sampah, salah satu aktor pengelola sampah yang menghadirkan solusi pilah sampah mulai dari rumah dan menciptakan manfaat ekonomi. Disini Child Campaigner diberikan kesempatan untuk memilah berbagai macam jenis sampah anorganik bernilai yang dapat disetorkan ke Bank Sampah.

Sebagai penutup, inovasi pengelolaan sampah residu juga dihadirkan sebagai jawaban bahwa sampah low-value (bernilai rendah) juga masih bisa dimanfaatkan. Child Campaigner dikenalkan dengan salah satu inovasi dari Repair Project tentang pemanfaatan sampah saset menjadi berbagai macam kerajinan sampai furniture. Mereka juga mencoba secara langsung untuk mendaur ulang (upcycling) plastik kresek bekas menjadi barang baru bernilai guna yang dapat dibawa pulang.

Pengalaman yang mengikutsertakan seluruh indra untuk terlibat (melihat, mencium, bersentuhan langsung), diharapkan mampu menjadi bekal setiap Child Campaigner untuk memperkuat aksi dan narasi dalam pelaksanaan kampanye.

Ingin merasakan pengalaman yang sama dengan para Child Campaigner? simak layanan AKADEMI BIJAK SAMPAH yang disediakan oleh Waste4Change di w4c.id/AKABIS

Panduan A sampai Z untuk Child Campaigner 

Tanggung jawab Waste4Change dalam pemenuhan bahan ajar juga tertuang dalam Modul Pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. 

Terdapat 2 bahan ajar, Modul Besar berisi seluruh pembahasan yang dibawakan selama kegiatan Training of Trainer, dan Modul Saku yang berisi panduan penerapan setiap tema untuk kebutuhan kampanye dan pengimbasan kepada rekan sebaya.

Bukan hanya panduan fasilitasi untuk sesama Child Campaigner, Modul ini juga memuat contoh & tata cara lengkap untuk membangun sebuah program yang berkelanjutan, serta melakukan advokasi di lingkungan sekolah & RPTRA.

Orang Dewasa Juga Perlu Bersiap

Setiap Sekolah & RPTRA memiliki fasilitator dewasa yang selalu mendampingi Child Campaigner dalam setiap kegiatan. Mereka adalah guru, atau pengelola RPTRA yang dalam program ini juga turut didampingi untuk mensukseskan kegiatan yang telah disusun oleh Child Campaigner.

Fasilitator Dewasa juga memiliki ruang kelasnya sendiri. Waste4Change turut menyusun rangkaian pelatihan yang dapat mendukung pemahaman Fasilitator Dewasa mengenai isu persampahan, dan mempersiapkan mereka dalam berbagai kebutuhan Child Campaigner ketika melaksanakan pengimbasan, kampanye, advokasi, dan menyusun program keberlanjutan. 

Pada akhirnya, wadah khusus ini dapat dimanfaatkan oleh Fasilitator Dewasa sebagai tempat bertukar pengalaman dan menjawab kendala di masing-masing sekolah & RPTRA. 

Mengimbaskan Pelajaran Untuk Rekan Sebaya

“Aku dengar lalu aku lupa, aku lihat lalu aku ingat, aku lakukan lalu aku mengerti” 

-Konfusius

Setelah mendengar berbagai macam pemaparan, setelah melihat secara langsung berbagai metode pengelolaan sampah di indonesia, setelah mencoba berbagai praktik baik dalam penyelesaian sampah. Selanjutnya pemahaman Child Campaigner dibuktikan melalui kelihaian mereka dalam meneruskan pelajaran yang sudah didapatkan kepada 50 Child Campaigner di sekolah & RPTRAnya masing-masing. Inilah tahap ketika pengetahuan yang sebelumnya diterima dari fasilitator mulai berpindah dari anak kepada anak.

Setelah 50 Child Campaigner dari tiap sekolah & RPTRA terpapar pemahaman yang sama dengan Child Campaigner utama, tugas mereka selanjutnya adalah mengkampanyekan berbagai hal mengenai isu persampahan dan lingkungan kepada seluruh warga sekolah & RPTRA. 

Banyak kampanye kreatif yang lahir melalui kegiatan ini. Pada dasarnya setiap Child Campaigner memahami kegiatan apa yang relevan dan dibutuhkan di lingkungannya masing-masing. Sehingga apa yang mereka sampaikan dan laksanakan bisa berjalan dengan efektif, serta disambut baik oleh rekan sebayanya.

Cerita Pengimbasan & Kampanye yang dilakukan oleh Child Campaigner dapat dibaca pada artikel berikut: COMING SOON

Pada akhirnya, program Cerdas Pilah Plastik memperlihatkan sebuah proses yang sederhana namun bermakna. Anak-anak terlebih dahulu dibekali pengetahuan dan pengalaman, kemudian dilatih untuk menyampaikan pesan kepada teman sebaya. 

Pendekatan semacam ini membutuhkan perancangan yang terintegrasi, mulai dari memahami audiens yang akan didampingi, menentukan tujuan program, mengembangkan metode & tools edukasi yang sesuai, & mempersiapkan rencana evaluasi selama masa asistensi.

Melalui berbagai program pendampingan Waste4Change, kami membantu organisasi, perusahaan, sekolah, maupun komunitas untuk merancang dan menjalankan kampanye lingkungan yang relevan bagi audiens dan memiliki tujuan yang berkelanjutan.

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami