Peresmian TPST Utama Cimahi Selatan: Langkah Strategis Penguatan Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi
Sebagai respon atas tantangan timbulan sampah kota yang terus meningkat, Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah strategis melalui peresmian TPST Utama Cimahi Selatan, fasilitas pengolahan sampah terpadu yang mengedepankan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Dengan jumlah penduduk yang kini mencapai sekitar 584 ribu jiwa dan produksi sampah harian berkisar 230–250 ton per hari, keberadaan fasilitas ini menjadi langkah preventif penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Fasilitas TPST Utama Cimahi Selatan diresmikan langsung oleh Wali Kota Cimahi Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P. bersama Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira, S.E., Ak., CA., sebagai bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah tingkat kota yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pengolahan Sampah Terpadu Tanpa Pembakaran
TPST Utama difokuskan untuk melayani wilayah Kelurahan Utama, kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi yang mencakup lebih dari setengah populasi Kota Cimahi. Pada tahap awal, fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 10–15 ton sampah per hari melalui sistem pengolahan terpadu tanpa proses pembakaran, sehingga meminimalkan risiko pencemaran udara dan dampak lingkungan lainnya.
Menariknya, fasilitas ini memanfaatkan bangunan gudang bekas pabrik yang sebelumnya tidak digunakan. Pemanfaatan infrastruktur eksisting ini memungkinkan fasilitas dapat segera beroperasi tanpa harus menunggu pembangunan dari awal, sekaligus memaksimalkan penggunaan sarana yang telah tersedia seperti gardu listrik dan sistem pengolahan air limbah.
Dukungan Teknologi dan Sistem Pengolahan oleh Waste4Change Engineering Technology

Dalam pengembangan fasilitas ini, Waste4Change melalui unit Waste4Change Engineering Technology berperan dalam mendukung kesiapan teknologi dan operasional TPST, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi sistem pengolahan. Dukungan yang diberikan meliputi:
- Pengadaan mesin pengolahan sampah serta pelaksanaan commissioning test dan uji beban untuk memastikan performa mesin optimal sebelum dioperasikan dalam jangka panjang
- Perancangan desain rangkaian line mesin sekaligus instalasi sistem pengolahan sebagai bagian dari layanan engineering
- Pelaksanaan training operator fasilitas untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan mesin secara aman dan efektif
- Penyusunan dan pelatihan flow operasional fasilitas, sehingga proses pengolahan berjalan lebih terstruktur dan efisien
Salah satu tahapan pengolahan yang diperkuat adalah proses pencacahan melalui pemasangan mesin crusher, yang berperan dalam mengurangi volume sampah sekaligus mengoptimalkan proses pengolahan lanjutan.
Mendorong Sistem Pengelolaan Sampah Kota yang Lebih Mandiri
Kehadiran TPST Utama Cimahi Selatan juga menjadi solusi atas keterbatasan pengiriman sampah ke TPA, terutama setelah berkurangnya jumlah armada pengangkut. Dengan adanya pengolahan di tingkat kota, ketergantungan terhadap TPA diharapkan dapat berkurang, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri.
Ke depan, TPST Utama Cimahi Selatan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengolahan, tetapi juga menjadi bagian dari peta transformasi pengelolaan sampah Kota Cimahi. Pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dilakukan sejak dari sumber diharapkan mampu menekan volume sampah secara signifikan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyedia teknologi pengolahan sampah, langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan sistemik dan berbasis teknologi dapat mempercepat terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab
