
Community Development
Mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat kapasitas komunitas untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Pengalaman Kami
Klien
Penerima Manfaat
Kabupaten & Kota
TENTANG

TENTANG
Waste4Change merancang dan mengimplementasikan program kampanye yang menggerakkan komunitas lokal, karyawan perusahaan, pelajar, hingga masyarakat umum untuk terlibat dalam aksi nyata mengatasi krisis pengelolaan sampah di Indonesia. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, kami mendorong perubahan perilaku berbasis konteks lokal dengan metodologi yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan tiap lokasi sasaran, berlandaskan prinsip "local problem with local solution."

Mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat kapasitas komunitas untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Pengalaman Kami

Menumbuhkan pemahaman siswa dan mahasiswa tentang sistem pengelolaan sampah serta mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam menciptakan solusi persampahan yang berkelanjutan.
Pengalaman Kami

Mendorong karyawan untuk memahami sistem pengelolaan sampah dan mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di lingkungan perusahaan.
Pengalaman Kami

Menggerakkan komunitas untuk terlibat secara aktif dalam pengelolaan sampah melalui program yang interaktif dan atraktif, sehingga kepedulian dapat berkembang menjadi partisipasi dan aksi nyata.
Pengalaman Kami

Chief Operating Officer
19 Tahun Pengalaman
Konsultan Pengelolaan Sampah dengan spesialisasi Extended Producer Responsibility (EPR).
Portofolio Proyek:

UBC Collection Bekasi (2026)
Beneficiaries: 500 orang

Community Engagement & Community Development Specialist
8 Tahun Pengalaman
Konsultan Pengelolaan Sampah dengan spesialisasi Perubahan Perilaku pada kelompok terkait pengelolaan sampah.
Portofolio Proyek:

Circular Geniuses (2024)
Beneficiaries: 596 orang

Plastic Recycling Improvement Through Digitalization Program (2021–2022)
Beneficiaries: 922 orang

Community Development Specialist
8 Tahun Pengalaman
Konsultan Pengelolaan Sampah dengan spesialisasi TPS 3R.
Portofolio Proyek:

Waste Management Community Based TPS 3R (2024–2026)
Beneficiaries: 4.721 orang

Decentralized Community-based Waste Management in Ambon City (2022–2024)
Beneficiaries: 12.185 orang

Community Engagement & Corporate Assistance Specialist
7 Tahun Pengalaman
Konsultan Pengelolaan Sampah dengan spesialisasi Rumah Tangga dan Fasilitas Pengelolaan Sampah.
Portofolio Proyek:

Community Engagement Citarum Repair, Kecamatan Cihampelas (2024–2025)
Beneficiaries: 3.362 orang

#MakanTanpaSisa Campaign, Kota Bekasi (2023)
Beneficiaries: 116 orang

Community Development Specialist
5 Tahun Pengalaman
Konsultan Pengelolaan Sampah dengan spesialisasi Bank Sampah.
Portofolio Proyek:

Employee Engagement & Waste Management Campaign (2023)
Beneficiaries: 41 orang

Pendampingan Bank Sampah dalam Program #PilahDariSekarang di Jakarta, Bekasi, & Surabaya (2024–2025)
Beneficiaries: 556 orang

Corporate Assistance & 3R School Adoption Specialist
4 Tahun Pengalaman
Konsultan Pengelolaan Sampah dengan spesialisasi pada lingkup Sekolah dan Korporasi.
Portofolio Proyek:

PUPR Bijak Kelola Sampah (2023–2024)
Beneficiaries: 993 orang

BRI Green Campaign (2023)
Beneficiaries: 124 orang

(Desa/Kecamatan/Kelurahan/Perumahan)

Peningkatan aktivitas ekonomi di Kabupaten Morowali yang didorong oleh sektor pertambangan turut meningkatkan timbulan sampah, sementara sistem pengelolaan yang tersedia belum terstruktur dan optimal. Kapasitas pengelolaan masih terbatas, pengelolaan belum terorganisir dengan baik, dan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah masih relatif rendah. Di sisi lain, dukungan melalui pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, serta kolaborasi dengan pemerintah dan sektor industri masih perlu diperkuat.

Melalui program pemberdayaan Waste Management Community Based TPS 3R, dilakukan penguatan kapasitas dan pendampingan intensif untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih sistematis dan berkelanjutan. TPS 3R Onepute Jaya mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan hingga rata-rata 0,8 ton per hari, dengan total 265,8 ton sampah terkelola dari 267 pelanggan di lebih dari satu desa. Sampah organik juga diolah menjadi kompos bernilai ekonomi dengan penjualan mencapai 9,9 ton. Peningkatan ini didukung oleh penerapan teknologi tepat guna, edukasi dan sosialisasi masyarakat, serta advokasi kepada pemerintah yang menghasilkan dukungan anggaran yang lebih tepat sasaran. Penguatan kemitraan dengan pemerintah dan sektor industri terus dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

Fajrul Hidayat
Strategic Partnerships for Community Development – PT Vale Indonesia Tbk
Waste4Change telah memberikan pendampingan yang mendukung kelancaran pelaksanaan program, dengan penyampaian laporan yang tepat waktu serta pengelolaan data yang semakin konsisten. Perkembangan positif pada indikator kunci CPR mencerminkan kontribusi pendampingan terhadap pencapaian program. Kolaborasi yang baik dengan pemerintah di tingkat kabupaten dan para pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program.

Tri Puji Nurjannah
Penerima Manfaat – PT Vale Indonesia Tbk
Pendampingan Waste4Change memberikan kami pemahaman dan pengalaman baru dalam mengelola sampah secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kami mendapatkan pembelajaran mulai dari pemahaman regulasi, perencanaan, administrasi, operasional, hingga pengelolaan TPS 3R secara manajerial. Pendampingan yang diberikan membantu kami menjadi lebih mandiri dalam menjalankan dan mengembangkan TPS 3R, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

(Desa/Kecamatan/Kelurahan/Perumahan)

Pengelolaan sampah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemilahan sampah dari sumber yang berdampak pada meningkatnya beban TPA. Partisipasi masyarakat masih terbatas, sementara pengelolaan bank sampah perlu diperkuat dari sisi operasional, kelembagaan, serta pemanfaatan potensi ekonomi sampah anorganik. Kolaborasi antar pihak dan pemanfaatan regulasi setempat juga masih perlu dioptimalkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi Yayasan WINGS Peduli dan Waste4Change pada 2024–2025, program #PilahDariSekarang memperkuat empat bank sampah melalui pendekatan 5 Aspek Persampahan, pelatihan, dan kampanye. Program ini meningkatkan kapasitas kelembagaan dan operasional sekaligus mendorong partisipasi masyarakat, dengan lebih dari 500 orang teredukasi dan terlibat dalam pemilahan serta penyetoran sampah. Sebanyak 6,4 ton sampah berhasil dikelola dan menghasilkan manfaat ekonomi sebesar Rp15,6 juta. Perubahan juga terlihat dari meningkatnya ketepatan pemilahan, konsistensi penyetoran, serta komunikasi antara pengelola dan nasabah dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Seva Gliska Nefertiti
Perwakilan Yayasan WINGS Peduli
Bersama Waste4Change, kami mengembangkan Bank Sampah sebagai bagian dari kampanye #PilahDariSekarang untuk mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Waste4Change menjadi mitra strategis dalam proses ini, mulai dari assessment kondisi komunitas hingga pendampingan langsung di lapangan. Pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang tepat, tetapi juga membantu Bank Sampah membangun kapasitas edukasi serta menerapkan sistem operasional dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, transparan, dan berkelanjutan.

Vina
Penerima Manfaat – Yayasan WINGS Peduli
Melalui pendampingan Waste4Change, kami memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan Bank Sampah, mulai dari administrasi, pemilahan, hingga cara mengedukasi masyarakat. Pendampingan ini membuka wawasan kami bahwa Bank Sampah memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Kami kini semakin percaya diri dalam mengembangkan kegiatan Bank Sampah, memperluas jangkauan masyarakat yang terlibat, serta membangun peluang usaha melalui pemilihan lapak dan mitra pengelolaan yang tepat.

Sekolah

Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah seperti SMKN 18 Jakarta dan SMPN 7 Kota Bekasi masih menghadapi tantangan dalam pemilahan sampah dari sumber. Kesadaran dan keterlibatan siswa masih perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi yang partisipatif dan aplikatif untuk mendorong perubahan perilaku. Praktik pengelolaan sampah juga belum sepenuhnya terintegrasi dalam aktivitas sekolah secara berkelanjutan.

Melalui School Campaign Program, siswa mendapatkan edukasi dan pengalaman langsung melalui kompetisi pengumpulan sampah plastik, pembentukan Green Team, kunjungan edukatif, serta workshop pengolahan sampah organik dan anorganik. Program ini membentuk 61 anggota Green Team sebagai agen perubahan dan melibatkan 458 siswa yang mengumpulkan 57,76 kg sampah plastik. Kegiatan tersebut turut meningkatkan kesadaran siswa dalam memilah dan mengelola sampah dari sumber serta menumbuhkan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Atikah Nurjanah
Public & Government Affairs – ExxonMobil Indonesia
ExxonMobil Indonesia mengapresiasi kolaborasi dengan Waste4Change dalam pelaksanaan Waste Management: School Campaign Program. Melalui pendekatan yang interaktif dan relevan bagi siswa, program ini berhasil meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Edukasi yang diberikan, termasuk pemahaman mengenai pengelolaan sampah di sekolah dan kompetisi pemilahan sampah plastik, mendorong siswa untuk lebih peduli dan memahami peran mereka dalam menjaga lingkungan.

Rasyid
Penerima Manfaat – ExxonMobil Indonesia
Program School Campaign membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran kami tentang pengelolaan sampah. Kami menjadi lebih memahami konsep dasar pengelolaan sampah, termasuk jenis-jenis sampah seperti organik, anorganik, dan residu. Program ini juga mendorong kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga mengenali fasilitas pembuangan yang lebih bertanggung jawab. Secara keseluruhan, program ini memberikan pengalaman belajar yang positif dan menumbuhkan antusiasme kami untuk terus menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang baik di masa mendatang.