PT Vale Indonesia Tbk sukses Membangun Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Morowali bersama Waste4Change

Pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri dapat membawa perubahan besar bagi sebuah wilayah. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, ada tantangan lingkungan yang perlu dikelola bersama, salah satunya adalah meningkatnya timbulan sampah.
Hal ini terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pertumbuhan sektor pertambangan dalam satu dekade terakhir mendorong peningkatan jumlah penduduk, termasuk tenaga kerja yang masuk ke kawasan tersebut. Seiring dengan itu, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat pun ikut meningkat. Di sisi lain, sistem pengelolaan sampah yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan belum sepenuhnya tersedia, sehingga sampah masih ditemukan berserakan, menumpuk, maupun dibakar di sejumlah titik.
Menjawab tantangan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk—IGP (Indonesia Growth Project) Morowali bersama Waste4Change membangun program Waste Management Community Based TPS 3R sejak Mei 2024 hingga Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia Tbk untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di wilayah pemberdayaan perusahaan.
Membangun Sistem, Bukan Sekadar Fasilitas
Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat sistem pengelolaan sampah dari berbagai aspek. Waste4Change berperan dalam implementasi program melalui baseline study, capacity building, pendampingan manajerial dan operasional, penyusunan SOP, pengadaan teknologi tepat guna, sosialisasi kreatif, serta advokasi regulasi dan pembiayaan kepada pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten.
Salah satu penerima manfaat utama adalah TPS 3R Onepute Jaya, yang menjadi penggerak operasional pengelolaan sampah di Desa Onepute Jaya. Pengelola TPS 3R menjalankan pelayanan pengumpulan sampah dari sumber sekaligus pengolahan sampah di fasilitas.
Pendekatan ini diawali dengan baseline dan feasibility study di 13 desa di Kecamatan Bahodopi dan Kecamatan Bungku Timur. Kemudian dilakukan penyusunan peta jalan pengelolaan sampah, peningkatan partisipasi dan kapasitas masyarakat serta aktor persampahan di tingkat desa hingga kabupaten, juga proses Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL).
Dengan demikian, TPS 3R tidak diposisikan hanya sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi sebagai bagian dari sistem pelayanan persampahan berbasis masyarakat.

Dari Penguatan Kapasitas Menuju Dampak yang Terukur
Hasil pendampingan menunjukkan adanya perkembangan pada kapasitas dan keberfungsian TPS 3R Onepute Jaya.
Hingga akhir program, TPS 3R Onepute Jaya mampu mengelola sampah rata-rata 0,8 ton per hari, dengan total 377,3 ton sampah berhasil terkelola secara bertanggung jawab dari 267 pelanggan rumah tangga maupun non-rumah tangga yang berasal dari lebih dari satu desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,2 ton sampah organik dan 10,9 ton sampah anorganik berhasil didaur ulang. Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk kompos, dengan 9,9 ton kompos berhasil terjual. Selain itu, skor keberfungsian TPS 3R berdasarkan Pedoman Teknis Pelaksanaan TPS 3R Kementerian PUPR 2023 juga meningkat dari 1,7 (kurang baik) menjadi 2,6 (sangat baik).
Dampak program juga terlihat dari sisi partisipasi, regulasi, dan dukungan pembiayaan. Sebanyak 4.073 orang telah mendapatkan edukasi, sementara dukungan kebijakan menghasilkan empat Peraturan Desa dan satu Peraturan Daerah. Di sisi pembiayaan, Waste4Change turut mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa, antara lain untuk mendukung operasional TPS 3R, kebutuhan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, serta pembelian kompos dalam program ketahanan pangan.

Kolaborasi untuk Ekonomi Sirkular: Menghadirkan Manfaat bagi Masyarakat
Lebih jauh, pengelolaan sampah organik dalam program ini tidak berhenti pada proses pengolahan di TPS 3R. Pemanfaatan kompos juga terhubung dengan berbagai kegiatan produktif di masyarakat, termasuk program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) PT Vale Indonesia Tbk yang menerapkan metode SRI (System of Rice Intensification) Organik. Metode ini merupakan pendekatan budidaya padi yang mengoptimalkan pertumbuhan tanaman melalui praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan bahan organik.
Selain untuk mendukung PSRLB, kompos yang dihasilkan TPS 3R juga dimanfaatkan untuk pertanian konvensional melalui program ketahanan pangan desa serta perkebunan buah. Pemanfaatannya juga sedang didorong untuk mendukung reklamasi lahan bekas galian tambang, sehingga kompos berpotensi memiliki manfaat yang lebih luas dalam mendukung pemulihan lingkungan.
Kolaborasi lintas program ini memperlihatkan bagaimana hasil pengolahan sampah dapat kembali masuk ke berbagai aktivitas produktif masyarakat. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi dicampur dengan sampah lainnya atau dibakar, kini dapat diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan, baik untuk pertanian maupun kegiatan pemulihan lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya membantu mengurangi praktik pembakaran dan penimbunan sampah, pemanfaatan kompos juga membuka peluang terciptanya manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pengelolaan sampah organik.
Inilah salah satu gambaran penerapan ekonomi sirkular di tingkat lokal: hasil pengolahan sampah dikembalikan ke dalam berbagai aktivitas masyarakat sehingga manfaatnya dapat terus diperluas.
Perubahan yang dihasilkan program juga terlihat dalam pelayanan persampahan dan perilaku masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya menangani sampah dengan cara dibakar atau ditimbun mulai beralih untuk mengelolanya melalui TPS 3R. Di sisi lain, produksi kompos berkembang menjadi aktivitas yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Tri Puji Nurjannah, Ketua Pengelola TPS 3R Onepute Jaya, menyampaikan bahwa pendampingan Waste4Change memberikan banyak pembelajaran mulai dari regulasi, perencanaan program, administrasi, operasional, evaluasi, hingga pengelolaan kelompok secara manajerial. Ia berharap program dapat terus berkembang sehingga TPS 3R semakin maju, berkelanjutan, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dari sisi PT Vale Indonesia Tbk, Fajrul Hidayat menilai kinerja Waste4Change cukup memuaskan, terutama dalam ketepatan waktu pelaporan, konsistensi data kuantitatif, perkembangan indikator program, serta fasilitasi kolaborasi dengan pemerintah kabupaten.
Membangun Sistem, Bukan Sekadar Menjalankan Program
Pengalaman di Morowali menunjukkan bahwa membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar menyediakan sarana dan prasarana. Diperlukan dukungan regulasi dan pembiayaan, kelembagaan yang kuat, masyarakat yang berdaya, operasional yang jelas, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Pendekatan inilah yang menjadi bagian dari layanan Community Development Waste4Change. Melalui pendekatan berbasis masyarakat, Waste4Change membantu perusahaan merancang dan menjalankan program pengelolaan sampah yang sesuai dengan konteks lokal—mulai dari pemetaan kondisi awal, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan dan operasional, edukasi masyarakat, hingga pengembangan kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Program Waste Management Community Based TPS 3R bersama PT Vale Indonesia Tbk menjadi contoh bagaimana penguatan kapasitas masyarakat dan sistem dapat mengubah tantangan persampahan menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik sekaligus mendukung manfaat sosial dan ekonomi di tingkat lokal.
Apakah perusahaan Anda sedang merancang program pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan dan pengelolaan sampah?
Waste4Change dapat menjadi mitra dalam merancang dan mengimplementasikan program Community Development yang sesuai dengan konteks lokal, mulai dari penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan, pengembangan sistem pengelolaan sampah, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan Community Development Waste4Change, kunjungi Community-Based Implementation Waste4Change dan mengisi form ini untuk mendiskusikan kebutuhan program Anda.
