Bulk Store: A Less-Waste Store That is Gaining Popularity Worldwide

Bulk Store: Konsep Toko Minim Sampah yang Mulai Mendunia

 

Apa Itu Bulk Store?

Jika selama ini kita mengenal toko grosir sebagai toko yang menjual barang dalam jumlah atau ukuran besar, maka bulk store dapat dikatakan sebagai toko grosir versi lebih lanjut dan ramah lingkungan. Bulk store tidak hanya menjual barang dalam ukuran besar, melainkan juga menerapkan konsep zero waste, yaitu meniadakan kemasan plastik yang biasanya dipakai untuk mengemas barang-barang yang dijual. Karena barang yang dijual tidak menggunakan kemasan sekali pakai, maka pelanggan yang berbelanja di bulk store perlu membawa wadah mereka sendiri. Opsi lain yang juga disediakan oleh beberapa bulk store yaitu dengan meminjamkan wadah (biasanya kaca) yang nantinya bisa dikembalikan pada transaksi selanjutnya. Peminjaman wadah ini biasanya mengharuskan pelanggan untuk membayar sejumlah deposit yang dapat diambil saat pengembalian wadah.

Example of how customers use their own containers when shopping at Bulk Store. Source: trashisfortossers.com
Contoh pelanggan yang membeli barang dari bulk store menggunakan wadah yang mereka bawa. Sumber: http://trashisfortossers.com

 

Secara garis besar, cara beroperasi Bulk Store adalah sebagai berikut:

  1. Pihak pemasok mengemas barang di dalam kontainer besar seperti tong, jeriken, karung, atau kemasan lainnya, kemudian mengantarkan barang tersebut ke toko.
  2. Saat sampai di toko, terdapat dua pilihan untuk menerima barang tersebut. Cara yang pertama yaitu produsen memang sudah menyediakan wadah besar khusus untuk produknya yang bisa ditempatkan pada bulk store. Cara lainnya adalah dengan memindahkan barang tersebut ke dalam kontainer yang dimiliki oleh toko itu sendiri. Kedua cara tersebut bertujuan untuk mengurangi sampah kemasan yang biasanya tak bisa dihindari di supermarket atau toko lainnya

  

The interior look of a bulk store. Source:: therogueginger.com
Tampilan interior sebuah bulk store. Sumber: therogueginger.com
  1. Produk-produk  yang dijual di dalam Bulk Store biasanya diletakkan ke dalam kontainer-kontainer besar yang disesuaikan dengan jenis barangnya, misalnya botol/tabung kaca untuk menaruh jus atau sabun cair,  karung untuk menaruh beras atau kedelai, serta toples kaca untuk menaruh kacang-kacangan. Nantinya, pelanggan yang membawa kontainer atau wadah milik mereka untuk menaruh barang yang dibeli.
  2. Selain bahan makanan dan bumbu-bumbuan, bulk store juga menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti shampoo dan sabun yang lebih ramah lingkungan, baik dari segi kemasan maupun bahan penyusunnya. Biasanya, produk yang dijual merupakan buatan rumah (homemade) dan mengandung bahan-bahan yang alami. Selain itu, pengemasan produk-produk selain makanan tidak menggunakan plastik, melainkan dengan kertas atau kain yang dapat didaur ulang, serta digunakan dalam jumlah yang sesedikit mungkin.   
Soap bars sold in Green bulk store, Canada. Source: wastelandrebel.com
Sabun batangan yang dijual di Green bulk store, Kanada. Sumber: wastelandrebel.com

 

Sistem Pembayaran Bulk Store

Konsep lain yang mungkin akan terasa asing bagi yang belum pernah berbelanja di Bulk Store adalah perihal takaran dan pembayaran dari produk-produk yang dijual. Karena barang yang dijual tidak dikemas layaknya toko pada umumnya, maka satuan yang digunakan bukan per kemasan, melainkan satuan berat (gram) untuk barang padat dan volume (liter) untuk bahan berbentuk cair. Dengan sistem ini, maka menjadi sangat penting bagi pelanggan untuk mengetahui berat dan ukuran dari wadah yang mereka bawa, misalnya toples kaca yang kosong memiliki berat 500 gram, dan toples yang sama dapat memuat sebanyak 150 ml madu.  

 

Example of how shampoo and body care products are sold in large glass bottles. Sumber: www.westcoastrefill.com
Salah satu etalase bulk store dimana shampoo dan produk-produk perawatan diri dijual dalam botol kaca besar. Sumber: www.westcoastrefill.com

Mengetahui ukuran dan bobot wadah yang digunakan akan sangat memudahkan proses pembayaran, karena pelanggan hanya tinggal mencatat kode barang beserta jumlah takaran yang dibeli untuk kemudian dihitung demi mendapatkan harga total.  Selain itu, penghitungan harga barang yang menggunakan satuan berat dilakukan dengan mengurangi berat wadah yang kosong dari berat total wadah setelah diisi oleh barang yang dibeli. Dengan begitu, pelanggan hanya perlu membayar berat barang dan bukan ditambah dengan berat wadah itu sendiri.   

Inspirasi Bulk Store dari Beberapa Negara

Meskipun Bulk Store masih sulit ditemui di Indonesia, toko dengan konsep zero waste ini mulai banyak bermunculan di luar negeri, terutama di negara-negara maju. Mari melihat beberapa contoh bulk store yang sudah beroperasi beserta keunikannya masing-masing:

Unverpackt Kiel: Salah Satu Bulk Store pertama di Jerman

Dalam bahasa jerman, kata Unverpackt memiliki arti “tidak dikemas”. Unverpackt sendiri dibuka pada bulan Februari tahun 2014 di Kiel, Jerman, hampir 5 tahun yang lalu. Toko ini dimiliki oleh perempuan bernama Marie Delaperrière dan terinspirasi oleh Bea Johnson, seorang public figure yang menjadi salah satu pelopor gaya hidup tanpa sampah. Unverpackt merupakan bulk store pertama di Jerman, dan sejak berdirinya toko ini, konsep bulk store menjadi semakin populer di kalangan masyarakat. Enam bulan kemudian, Unverpackt membuka cabang di Berlin dengan nama Original Unverpactk yang juga mendapat respon positif.   

 

Unverpackt Kiel, the first ever bulk store in Kiel, Germany. Source: wastelandrebel.com
Bulk store Unverpactk Kiel, konsep toko tanpa sampah pertama di Jerman. Sumber: wastelandrebel.com
Examples of containers that can be purchased by customers to help them do their shopping at Unverpackt Kiel. Source: wastelandrebel.com
Salah satu sudut toko Unverpackt Kiel, Jerman. Sumber: wastelandrebel.com
Produce bag is one example of containers that can be used in bulk stores. In the picture, the bags are differentiated  based on the type of goods. Source: wastelandrebel.com
Contoh wadah-wadah kosong yang dapat dibeli oleh pelanggan Unverpackt Kiel untuk keperluan berbelanja. Sumber: wastelandrebel.com

 

Green di British Columbia, Kanada: Bulk Store dengan Cerita di Balik Setiap Produk yang Dijual

Bulk store ini terletak di pulau Salt Spring, British Columbia, tepatnya sebelah utara Vancouver, Kanada. Orang-orang yang berada di balik Green bulk store memiliki visi untuk menjalankan apa yang mereka percaya, dan mereka percaya bahwa menginvestasikan hal-hal yang baik ke dalam bumi akan berbuah hal yang baik pula, begitu pula terhadap masyarakat dan komunitas di sekitar mereka. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mendirikan dan mengelola toko yang minim sampah, yang juga menyuplai barang-barangnya dari petani, pemasok, serta pengusaha lokal dalam rangka memperkuat ekonomi lokal. Satu hal yang unik dari bulk store ini yaitu bagaimana mereka menampilkan profil dari petani/pemasok/pengusaha dari produk-produk yang dijual, sehingga pelanggan juga dapat mengetahui cerita atau misi yang dibawa oleh setiap usaha.

Produce bag is one example of containers that can be used in bulk stores. In the picture, the bags are differentiated based on the type of goods. Source: wastelandrebel.com
Contoh wadah yang dapat digunakan untuk berbelanja di bulk store: kantong serut dari kain yang dibedakan menurut jenis barangnya. Sumber: wastelandrebel.com

 

Example of how the profile of each product supplier/owner is displayed next to the product. Source: wastelandrebel.com  
Contoh tampilan barang-barang yang dijual di Green bulk store, Kanada. Sumber: wastelandrebel.com

    

Example of how the profile of each product supplier/owner is displayed next to the product. Source: wastelandrebel.com
Contoh profil mengenai pengusaha produk/barang yang diletakkan di samping produk yang mereka jual. Sumber: wastelandrebel.com 

 

GOODsONLY di Zutphen, Belanda : Memberdayakan Pemuda serta Barang-Barang Bekas   

Contoh bulk store yang ketiga terletak di Zutphen, Belanda. Toko ini dibuka pada bulan Desember 2015 dan memberdayakan para remaja yang putus sekolah untuk mempelajari kemampuan-kemampuan praktis yang akan membantu mereka mendapatkan pekerjaan, seperti misalnya membuat etalase dan rak untuk kemudian digunakan di dalam toko. Pemilik toko ini bernama Marjolijn, dan ia senantiasa mencoba untuk terus mengembangkan toko miliknya, diantaranya dengan bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal untuk memasok produk yang akan dijual di dalam bulk store. Beliau juga senang berinteraksi dengan para pelanggannya dalam rangka mengadopsi gaya hidup minim sampah.

The outward appearance of GOODsONLY bulk store in Netherland.Source: wastelandrebel.com
Tampilan luar dari bulkstore GOODsONLY di Belanda. Sumber: wastelandrebel.com

 

Customers who purchased goods using a produce bag. Source: wastelandrebel.com
Pelanggan yang membeli barang di bulk store dengan menggunakan wadah berupa kantong kain. Sumber: wastelandrebel.com

 

 One section of the bulk store that sells vegetables. Source: wastelandrebel.com
Salah satu sudut toko yang menjual sayur-sayuran. Sumber: wastelandrebel.com

 

UnPackt: Pengalaman Berbelanja Minim Sampah di Singapura

Bulk store tidak hanya bermunculan di benua Eropa dan Amerika, tetapi juga di negara tetangga kita, Singapura. Toko Unpackt terletak di ruko Sembawang Hills Estate, 6 Jalan Kuras, Singapore 577724. Dibuka di awal bulan Mei 2018 oleh Florence Tay dan Jeff Lam, bulk store ini menawarkan pengalaman berbelanja yang minim sampah dan juga menyediakan wadah yang bisa dibeli bagi pelanggan yang belum memiliki wadahnya sendiri.

Biscuits and snacks that are sold in Unpackt, Singapore.
Contoh biskuit dan makanan ringan yang dijual di Unpackt, Singapura.

Barang-barang yang dijual di UnPackt cukup beragam mulai dari pasta, gandum, biskuit, kacang-kacangan, hingga cairan pembersih serta perlengkapan mandi seperti sikat gigi dan sabun. Selain itu mereka juga menjual barang-barang reusable seperti botol minum dan gelas kopi yang dapat dilipat.

Florence Tay, the co-owner of  Unpackt bulk store in Singapore

Florence Tay, co-owner bulk store Unpackt di Singapura

Florence sebagai co-owner UnPackt menyatakan bahwa alasan pendirian toko itu tidak hanya untuk membantu orang-orang memulai gaya hidup minim sampah sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, tetapi juga mengenai pentingnya membeli sesuatu dalam takaran yang mereka butuhkan. Jika berbelanja di bulk store, pelanggan tidak terikat pada porsi per kemasan layaknya di toko konvensional, karena itulah mereka dapat menentukan sendiri berapa banyak barang yang mereka butuhkan agar tidak menjadi mubazir.

Salah satu sudut toko Unpackt di Singapura. Sumber: littledayout.com
Salah satu sudut toko Unpackt di Singapura. Sumber: littledayout.com

 

Bagaimana Jika Belum Ada Bulk Store di Tempat Tinggal Saya?

Jika di tempat tinggal Anda belum terdapat bulk store, ada beberapa hal yang tetap dapat dilakukan untuk mengurangi sampah saat sedang berbelanja:

  1. Membawa kantong atau tas belanja sendiri. Dengan tas belanja, paling tidak kita sudah mengurangi pemakaian kantong plastik yang seringkali mencemari lautan dan membunuh banyak hewan.
  2. Membeli barang yang dikemas seminim mungkin, misalnya membeli shampo dalam kemasan botol dibandingkan sachet, atau membeli deterjen yang berukuran 2 kilogram sekaligus daripada harus membeli 4 buah deterjen berukuran setengah kilogram. Beberapa pasar swalayan juga membolehkan kita untuk membeli buah dan sayuran menggunakan kantong kain, bukan kantong plastik yang biasanya disediakan. Meski begitu, hal ini perlu dicoba langsung karena kebijakan antara satu supermarket dan supermarket lainnya dapat berbeda.
  3. Untuk kemasan plastik atau sampah lainnya yang benar-benar tidak bisa dihindari, solusinya yaitu dengan melakukan pilah sampah berdasarkan kategorinya. Adapun panduan pilah sampah yang benar dapat mengacu pada konten yang telah disusun oleh Waste4Change di  bit.ly/W4Cpilahsampah.
  4. Selain memilah, Anda juga dapat menggunakan jasa pengolahan sampah yang bertanggung jawab dari Waste4Change. Selain memastikan bahwa sampah dari klien kami tidak berakhir di TPA dengan servis Zero Waste to Landfill (ZWTL), Waste4Change juga menyediakan jasa pengangkutan sampah individu, dimana setiap orang dapat menyerahkan sampah yang sudah dipilah untuk kemudian diolah oleh Waste4Change.

Mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab menjadi sangat penting, karena jika kita belum bisa benar-benar bebas dari sampah, setidaknya kita dapat memastikan bahwa sampah yang kita hasilkan diolah dengan bertanggung jawab.

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.