{"id":22477,"date":"2026-05-11T16:31:04","date_gmt":"2026-05-11T16:31:04","guid":{"rendered":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?p=22477"},"modified":"2026-05-11T16:44:35","modified_gmt":"2026-05-11T16:44:35","slug":"peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/","title":{"rendered":"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik setiap material yang berhasil didaur ulang, ada banyak pihak yang bekerja di lapangan. Mulai dari pemulung, pengepul, hingga pelapak yang setiap harinya berupaya menyelamatkan material bernilai agar tidak berakhir di TPA.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun ironisnya, sektor yang menjadi tulang punggung sistem daur ulang di Indonesia ini justru seringkali belum mendapatkan dukungan yang memadai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui talkshow bertajuk <em>\u201cMemperkuat Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia\u201d<\/em>, Waste4Change bersama WWF Indonesia menghadirkan ruang diskusi untuk membahas bagaimana sektor informal memegang peran penting dalam pengelolaan sampah nasional, sekaligus tantangan yang masih mereka hadapi di lapangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sektor Informal: Garda Terdepan yang Sering Tidak Terlihat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 56,3 juta ton per tahun. Namun, hanya sebagian kecil (10%) yang berhasil masuk ke rantai daur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang menarik, sebagian besar material daur ulang tersebut justru dikumpulkan oleh sektor informal. Mulai dari pemulung, bank sampah, pengepul, hingga pelapak, mereka menjadi penghubung utama antara sumber sampah dengan industri daur ulang. Tanpa mereka, kemungkinan besar lebih banyak sampah akan langsung berakhir di TPA atau bahkan bocor ke lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam talkshow ini, Nur Rakhmah Latifah selaku Project Manager Plastic Smart Cities dari Waste4Change menjelaskan bahwa sekitar 70% material daur ulang di Indonesia dikumpulkan oleh sektor informal. Artinya, sistem daur ulang Indonesia saat ini sebenarnya sangat bergantung pada mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun di sisi lain, sektor informal masih menghadapi banyak tantangan. Mulai dari risiko keselamatan kerja, keterbatasan akses pendanaan, fluktuasi harga material, hingga belum adanya integrasi sistem yang benar-benar mendukung keberlanjutan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika Sampah Belum Dipilah dari Sumber<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu tantangan terbesar yang disorot dalam diskusi adalah minimnya pemilahan sampah dari sumber. Banyak material daur ulang yang sebenarnya masih bernilai justru tercampur dengan sampah organik sebelum sampai ke tangan pelaku daur ulang. Akibatnya, kualitas material menurun dan proses pemilahan menjadi jauh lebih sulit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WWF Indonesia melalui program <em>Plastic Smart Cities<\/em> melihat bahwa penguatan sektor informal tidak bisa dilepaskan dari perbaikan sistem di hulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekti Mulatsih selaku Project Coordinator Plastic Smart Cities WWF menjelaskan bahwa pemilahan sampah dari rumah tangga akan sangat membantu sektor informal menyelamatkan lebih banyak material daur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau material tidak tercampur dengan sisa makanan atau sampah organik, teman-teman sektor informal bisa lebih mudah memilah dan kualitas materialnya juga lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permasalahan ini juga dirasakan langsung oleh Pak Awan, salah satu pelapak dan mitra Waste4Change Supplier Partnership di Bekasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap harinya, Pak Awan mengumpulkan sekitar 3\u20135 ton plastik dari TPS sebelum sampah dikirim ke TPA. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 30% masih menjadi residu karena kondisi sampah yang tercampur dan tidak dapat diproses lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita beli semuanya, tapi nanti tetap ada yang harus dibuang lagi ke TPA karena tercampur sampah lain,\u201d ungkap Pak Awan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi ini menunjukkan bahwa sistem daur ulang tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor informal saja. Dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat serta dukungan sistem yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Membangun Sistem yang Lebih Inklusif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui program <em>Plastic Smart Cities<\/em>, WWF Indonesia bersama Waste4Change berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih kolaboratif dan inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya fokus pada peningkatan tingkat pengumpulan material, program ini juga mendorong peningkatan kapasitas sektor informal melalui pelatihan operasional, peningkatan kualitas material, dukungan keselamatan kerja, hingga penguatan tata kelola bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Waste4Change sendiri menggunakan pendekatan ini melalui program <em>Waste4Change Supplier Partnership <\/em>(WSP), yaitu inisiatif yang mendampingi sektor informal agar dapat berkembang secara lebih tertata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Awan menjadi salah satu contoh bagaimana pendampingan dapat membawa perubahan nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum bergabung dalam program pendampingan, operasional lapaknya masih berjalan secara tidak terstruktur. Material sering ditolak pabrik karena kualitas tidak memenuhi standar, sementara pengelolaan keuangan dan proses kerja masih dilakukan secara sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun setelah mendapatkan pendampingan, proses operasional menjadi lebih tertata. Mulai dari standar pemilahan material, penggunaan mesin pendukung, pelatihan keselamatan kerja, hingga manajemen bisnis yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDulu banyak kirim barang, tapi kualitasnya belum sesuai standar. Sekarang sudah lebih tertata dan sama-sama menguntungkan,\u201d cerita Pak Awan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini menunjukkan bahwa sektor informal sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, asalkan mendapatkan dukungan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Extended Producer Responsibilit<\/em><\/strong><strong>y dan Tantangannya di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi juga menyoroti pentingnya implementasi <em>Extended Producer Responsibility<\/em> (EPR) di Indonesia. EPR sendiri merupakan pendekatan yang mendorong produsen bertanggung jawab terhadap kemasan produknya, termasuk setelah produk tersebut dikonsumsi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, implementasi EPR di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Sebagai negara kepulauan dengan infrastruktur yang belum merata, Indonesia tidak bisa sepenuhnya meniru model EPR dari negara lain. Sistem yang dibangun perlu mempertimbangkan kondisi geografis, distribusi material, hingga keberadaan sektor informal yang sudah lebih dulu menjadi bagian penting dalam rantai daur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WWF menekankan bahwa integrasi sektor informal harus menjadi bagian utama dalam implementasi EPR di Indonesia. Bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai mitra strategis yang sudah terbukti memiliki kontribusi nyata dalam mengurangi kebocoran sampah ke lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, diperlukan pula dukungan kebijakan yang lebih adaptif, termasuk kemudahan akses perlindungan kesehatan, pelatihan keselamatan kerja, hingga skema insentif yang dapat membantu sektor daur ulang berkembang secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daur Ulang Bukan Hanya Soal Lingkungan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu hal penting yang muncul dalam diskusi ini adalah bahwa sistem daur ulang bukan hanya berbicara tentang pengurangan sampah. Di baliknya, ada aspek sosial dan ekonomi yang sangat besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sektor informal tidak hanya membantu mengurangi sampah ke TPA, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat. Karena itu, membangun sistem daur ulang yang baik berarti juga membangun sistem yang lebih manusiawi dan adil bagi para pekerja di dalamnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan inilah yang terus didorong melalui kolaborasi Waste4Change bersama berbagai mitra, termasuk WWF Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mendorong Sistem Daur Ulang yang Bertanggung Jawab<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membangun sistem daur ulang yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar pengumpulan sampah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, transparansi proses, peningkatan kualitas material, serta dukungan nyata bagi para pelaku di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui layanan <em>Responsible Waste Recycling<\/em>, Waste4Change membantu memastikan material daur ulang dikelola secara lebih bertanggung jawab, transparan, dan terukur. Mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pelaporan, seluruh proses dilakukan dengan pendekatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memperhatikan kesejahteraan para pekerja di dalam rantai daur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena pada akhirnya, menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan bukan hanya tentang mengurangi sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga tentang memastikan setiap pihak di dalam sistem mendapatkan dukungan untuk berkembang secara berkelanjutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan kolaborasi Waste4Change dalam membangun sistem daur ulang yang lebih bertanggung jawab, <a href=\"http:\/\/wa.me\/6282111100170\">silakan hubungi 0821-1110-0170 <\/a>melalui layanan <a href=\"http:\/\/w4c.id\/portoRWR\"><em>Responsible Waste Recycling<\/em><\/a><em>.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Simak diskusi lengkap mengenai penguatan sektor informal dalam sistem daur ulang Indonesia melalui rekaman talkshow berikut: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=UmXX_IZ-itM&amp;t=45s\">[Talkshow Waste4Change] Memperkuat Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia<\/a>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik setiap material yang berhasil didaur ulang, ada banyak pihak yang bekerja di lapangan. Mulai dari pemulung, pengepul, hingga pelapak yang setiap harinya berupaya menyelamatkan material bernilai agar tidak berakhir di TPA.&nbsp; Namun ironisnya, sektor yang menjadi tulang punggung sistem daur ulang di Indonesia ini justru seringkali belum mendapatkan dukungan yang memadai.&nbsp; Melalui talkshow [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":22479,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1174,1177,21],"tags":[1183,1195],"class_list":["post-22477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-impacts","category-research-insights","category-waste-management","tag-our-impacts","tag-research-insights"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari bagaimana sektor informal menjadi tulang punggung daur ulang Indonesia serta tantangan dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk sistem yang berkelanjutan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari bagaimana sektor informal menjadi tulang punggung daur ulang Indonesia serta tantangan dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk sistem yang berkelanjutan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-11T16:31:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-11T16:44:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Poster-PPT-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26\"},\"headline\":\"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya\",\"datePublished\":\"2026-05-11T16:31:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-11T16:44:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/\"},\"wordCount\":1102,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Poster-PPT-1.jpg\",\"keywords\":[\"Our Impacts\",\"Research &amp; Insights\"],\"articleSection\":[\"Our Impacts\",\"Research &amp; Insights\",\"Waste Management\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/\",\"name\":\"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Poster-PPT-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-11T16:31:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-11T16:44:35+00:00\",\"description\":\"Pelajari bagaimana sektor informal menjadi tulang punggung daur ulang Indonesia serta tantangan dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk sistem yang berkelanjutan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Poster-PPT-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Poster-PPT-1.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"description\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"width\":500,\"height\":190,\"caption\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company-beta\\\/13236193\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26\",\"name\":\"admin\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","description":"Pelajari bagaimana sektor informal menjadi tulang punggung daur ulang Indonesia serta tantangan dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk sistem yang berkelanjutan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","og_description":"Pelajari bagaimana sektor informal menjadi tulang punggung daur ulang Indonesia serta tantangan dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk sistem yang berkelanjutan.","og_url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/","og_site_name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","article_published_time":"2026-05-11T16:31:04+00:00","article_modified_time":"2026-05-11T16:44:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Poster-PPT-1.jpg","width":1,"height":1,"type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@waste4change","twitter_site":"@waste4change","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26"},"headline":"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya","datePublished":"2026-05-11T16:31:04+00:00","dateModified":"2026-05-11T16:44:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/"},"wordCount":1102,"publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Poster-PPT-1.jpg","keywords":["Our Impacts","Research &amp; Insights"],"articleSection":["Our Impacts","Research &amp; Insights","Waste Management"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/","name":"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Poster-PPT-1.jpg","datePublished":"2026-05-11T16:31:04+00:00","dateModified":"2026-05-11T16:44:35+00:00","description":"Pelajari bagaimana sektor informal menjadi tulang punggung daur ulang Indonesia serta tantangan dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk sistem yang berkelanjutan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Poster-PPT-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Poster-PPT-1.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/peran-sektor-informal-dalam-sistem-daur-ulang-indonesia-dan-tantangannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peran Sektor Informal dalam Sistem Daur Ulang Indonesia dan Tantangannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","description":"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.","publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","width":500,"height":190,"caption":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","https:\/\/x.com\/waste4change","https:\/\/www.instagram.com\/waste4change","https:\/\/www.linkedin.com\/company-beta\/13236193"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26","name":"admin","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22477"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22480,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22477\/revisions\/22480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}