{"id":22150,"date":"2025-06-25T10:13:09","date_gmt":"2025-06-25T10:13:09","guid":{"rendered":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?p=22150"},"modified":"2025-07-10T13:11:22","modified_gmt":"2025-07-10T13:11:22","slug":"menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/","title":{"rendered":"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"275\" src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXekrqZ2kk8PE4mU3bSEBZHVGHDOlVDm9gCykpIpI9wyiYsQVu7OnngllzLQtxfehSWvKRnOJOhSS542BnakVP9-IyQdhHsqx-ShZ0A-gRyYA8pX4oEJmpzkriWsYm4rr7ljUoX_IA-scaled.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-22155\" srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXekrqZ2kk8PE4mU3bSEBZHVGHDOlVDm9gCykpIpI9wyiYsQVu7OnngllzLQtxfehSWvKRnOJOhSS542BnakVP9-IyQdhHsqx-ShZ0A-gRyYA8pX4oEJmpzkriWsYm4rr7ljUoX_IA-scaled.png 500w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXekrqZ2kk8PE4mU3bSEBZHVGHDOlVDm9gCykpIpI9wyiYsQVu7OnngllzLQtxfehSWvKRnOJOhSS542BnakVP9-IyQdhHsqx-ShZ0A-gRyYA8pX4oEJmpzkriWsYm4rr7ljUoX_IA-600x330.png 600w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXekrqZ2kk8PE4mU3bSEBZHVGHDOlVDm9gCykpIpI9wyiYsQVu7OnngllzLQtxfehSWvKRnOJOhSS542BnakVP9-IyQdhHsqx-ShZ0A-gRyYA8pX4oEJmpzkriWsYm4rr7ljUoX_IA-1024x562.png 1024w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXekrqZ2kk8PE4mU3bSEBZHVGHDOlVDm9gCykpIpI9wyiYsQVu7OnngllzLQtxfehSWvKRnOJOhSS542BnakVP9-IyQdhHsqx-ShZ0A-gRyYA8pX4oEJmpzkriWsYm4rr7ljUoX_IA-768x422.png 768w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Oleh: Hanifah Nurawaliah (Kontributor Blog Waste4Change)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pada Rabu, 25 Juni 2025<\/strong>, Waste4Change kembali menyelenggarakan webinar seri ketiga bertajuk <em>\u201cPembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan.\u201d <\/em>&nbsp;Webinar ini menghadirkan narasumber utama Anissa Ratna Putri (<em>Head of Consulting Business <\/em>Waste4Change), dengan penanggap Dr. Drs. Teguh Narutomo, MM (Direktur Pendapatan Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kemendagri), Drs. Aldiasnur, M.Si (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi), dan Zulfikar (<em>Program Coordinator<\/em>, Asian Development Bank).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, CEO Waste4Change dan Staf Ahli Menteri LHK, Mohamad Bijaksana Junerosano, menekankan pentingnya membangun mekanisme pembiayaan yang layak dan&nbsp; berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cBelum ada satu pun negara yang berhasil menyelesaikan persoalan sampah tanpa membangun sistem pembiayaan yang layak dan berkeadilan. Prinsip \u2018polluter pays\u2019 adalah prinsip fundamental&nbsp; yang harus dibangun,\u201d <\/em>ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau juga menyoroti bahwa sistem pembiayaan di Indonesia masih konvensional dan rentan kebocoran karena berbasis tunai. Oleh karena itu, transformasi sistem pembiayaan ini menjadi kebutuhan mendesak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tantangan Pembiayaan dari Perspektif Pemerintah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr. Drs. Teguh Narutomo, MM. dari Kemendagri menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis sampah nasional. Produksi sampah terus meningkat, sementara kapasitas pengelolaan masih tertinggal yang disebabkan salah satunya karena keterbatasan anggaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cAlokasi APBD untuk pengelolaan sampah hanya sekitar 0,6%. Ini sangat jauh dari ideal. Agar layanan menjadi memadai, seharusnya minimal 5%,\u201d<\/em> tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau&nbsp; menjelaskan bahwa Kemendagri telah menerbitkan<strong> Permendagri No. 7 Tahun 2021<\/strong> sebagai instrumen pembentukan tarif retribusi yang lebih adil dan berorientasi pemulihan biaya (<em>cost recovery<\/em>). Namun, implementasinya masih menemui tantangan besar, diantaranya ketiadaan data biaya riil, resistensi masyarakat, minimnya sistem informasi untuk retribusi, dan kurangnya pemahaman publik. Dalam sambutannya, Bapak Teguh mendorong agar daerah bisa menyusun tarif retribusi sesuai konteks lokal, mencari sumber pembiayaan alternatif, serta bekerja sama dengan pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman daerah juga menjadi refleksi penting dalam membangun sistem persampahan yang berkelanjutan. Drs. Aldiasnur, M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi, mengungkap bahwa implementasi regulasi tersebut masih menghadapi kendala, diantaranya minimnya data pendukung, seperti data listrik dari PLN yang sangat sulit diakses. Dengan timbulan sampah harian 100-200 ton, Bukittinggi telah mengalokasikan sekitar 3,5% dari APBD untuk pengelolaan sampah, namun pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ini hanya sekitar Rp 1,6 miliar, masih jauh dari cukup. Dalam konteks kerjasama dengan swasta, beliau mendorong agar pemerintah pusat memberikan kepastian regulasi sebagaimana pengelolaan jalan tol yang jelas, terstruktur, dan menarik bagi swasta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senada dengan itu, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Ibu Elsa (mewakili Bapak Riris Prasetyo), menyampaikan bahwa beberapa daerah masih mengalami kesulitan dalam menetapkan tarif sesuai Permendagri No. 7 Tahun 2021. Saat ini, Kemendagri sedang menyiapkan revisi regulasi dan akan menyusun <em>action plan<\/em> ke depan dengan melibatkan kementerian\/lembaga terkait.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tantangan dan Kesenjangan dalam Pembiayaan Persampahan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasumber utama, Anissa Ratna Putri, memaparkan kondisi faktual di lapangan berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Per April 2025, capaian pengurangan sampah baru 19,7% dan penanganan di angka 50,1%. Masih jauh dari target nasional yaitu 30% pengurangan dan 70% penanganan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cBanyak fasilitas mangkrak, alat angkut rusak, dan praktik open dumping masih terjadi. Padahal, UU No. 18 Tahun 2008 jelas melarang open dumping sejak 2013,\u201d jelas Anissa.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau menyoroti bahwa pembiayaan pengelolaan sampah di Indonesia masih sangat bergantung pada APBD. Padahal, berbagai studi menyebutkan bahwa rerata alokasi APBD untuk sampah di kabupaten hanya 0,4%, kota sekitar 2%, sementara idealnya minimal 5%. Dampaknya, banyak kota dan kabupaten tidak mencapai standar pelayanan minimum dalam pengelolaan sampah.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip laporan Systemiq (2021), kebutuhan pembiayaan untuk mencapai target nasional pada 2025, dibutuhkan Rp 54-67 triliun untuk belanja modal (CAPEX) dalam pembangunan sistem pengelolaan baru di daerah yang belum memilikinya dan Rp 7-12 triliun per tahun untuk biaya operasional (OPEX).&nbsp; Sementara itu, dalam laporan Kedutaan Denmark (2020), model yang umum digunakan di Indonesia adalah model publik, di mana pemerintah berperan sebagai operator sekaligus penyedia anggaran. Model ini bisa berjalan jika ada anggaran yang memadai, namun rentan terhadap dinamika politik dan krisis fiskal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai solusi, Anissa menegaskan bahwa mekanisme retribusi harus dibenahi secara menyeluruh dengan prinsip<strong><em> <\/em><\/strong><strong>(1) <\/strong><strong><em>Full cost recovery<\/em><\/strong>: dihitung berbasis kebutuhan ideal pengelolaan sampah yang tepat; <strong>(2)<\/strong><strong><em> <\/em><\/strong><strong>100% terkumpul<\/strong>: penarikan retribusi secara <em>cashless<\/em> dan 1 pintu; serta<strong><em> (3) <\/em><\/strong><strong>Transparan<\/strong>: dapat dipantau dan dilacak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Retribusi Persampahan di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan kajian Waste4Change, tarif retribusi sampah di beberapa kota di Indonesia masih rendah dengan mayoritas ketercapaian pengumpulan retribusinya&nbsp; &lt;25% dari total objek wajib retribusi yang ada. Selain itu, salah satu persoalan mendasar dalam sistem pembiayaan persampahan di Indonesia saat ini adalah <strong>ketidakmandirian sistem dan tidak diterapkannya prinsip <\/strong><strong><em>polluter pays<\/em><\/strong>. Ibu Anissa, dalam presentasinya, membandingkan skema pengelolaan sampah dengan model layanan yang diterapkan oleh PDAM dimana pelayanan disesuaikan dengan jumlah pelanggan yang membayar. Siapa yang membayar, dia yang mendapatkan layanan. Jika tidak membayar, maka pelayanan diputus. Jika ada keuntungan, maka langsung masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, pada layanan persampahan, retribusi yang dibayarkan pelanggan tidak langsung kembali ke sistem layanan sampah. Melainkan, dana itu digabung ke dalam PAD dan kemudian dialokasikan sesuai prioritas daerah yang seringkali tanpa proporsi yang adil untuk pengelolaan sampah. Sebagai ilustrasi, jika kebutuhan untuk layanan pengelolaan sampah secara penuh mencapai Rp 350 miliar, realisasi yang bisa dicapai melalui retribusi pelanggan hanya sekitar Rp 35 miliar. Sisanya, diperoleh dengan subsidi dari PAD dan alokasi APBD bidang persampahan. Namun kenyataannya, <strong>tingkat pemulihan biaya (<\/strong><strong><em>cost recovery<\/em><\/strong><strong>) menjadi rendah<\/strong>. Model pembiayaan seperti ini tidak hanya menyulitkan pengelolaan keuangan daerah, tetapi membuat sulit berkelanjutan. Oleh karena itu, perubahan<em> mindset <\/em>menjadi sangat penting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cPelanggan yang membayar hanya 10%, tapi yang dilayani sudah 50%. Masih ada PR 50% lagi yang belum tersentuh. Ini jelas tidak berkelanjutan,\u201d<\/em> tegas Anissa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"277\" data-src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcEQDvWNk_RaurqdW31da0uxSOxgBrMyJHZIp5WyykpOtUUfa_L2DrY3fLsoxSMcJKch5aY5Y3c7qZrZK3MkxQ6xcwUC0R7-bgzFcshC_tZ7VlEHUQKlBEfGwDv8MvA5Fj6QqPchQ-scaled.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-22153 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcEQDvWNk_RaurqdW31da0uxSOxgBrMyJHZIp5WyykpOtUUfa_L2DrY3fLsoxSMcJKch5aY5Y3c7qZrZK3MkxQ6xcwUC0R7-bgzFcshC_tZ7VlEHUQKlBEfGwDv8MvA5Fj6QqPchQ-scaled.png 500w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcEQDvWNk_RaurqdW31da0uxSOxgBrMyJHZIp5WyykpOtUUfa_L2DrY3fLsoxSMcJKch5aY5Y3c7qZrZK3MkxQ6xcwUC0R7-bgzFcshC_tZ7VlEHUQKlBEfGwDv8MvA5Fj6QqPchQ-600x333.png 600w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcEQDvWNk_RaurqdW31da0uxSOxgBrMyJHZIp5WyykpOtUUfa_L2DrY3fLsoxSMcJKch5aY5Y3c7qZrZK3MkxQ6xcwUC0R7-bgzFcshC_tZ7VlEHUQKlBEfGwDv8MvA5Fj6QqPchQ-1024x568.png 1024w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcEQDvWNk_RaurqdW31da0uxSOxgBrMyJHZIp5WyykpOtUUfa_L2DrY3fLsoxSMcJKch5aY5Y3c7qZrZK3MkxQ6xcwUC0R7-bgzFcshC_tZ7VlEHUQKlBEfGwDv8MvA5Fj6QqPchQ-768x426.png 768w\" data-sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 500px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 500\/277;\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Permendagri 7\/2021: Overview Konsep dan Langkah Perhitungan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permendagri No. 7 Tahun 2021 hadir sebagai panduan teknis bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pendanaan pengelolaan sampah yang terukur dan berkelanjutan. Regulasi ini memperkuat kerangka kebijakan nasional yang ditetapkan melalui Perpres No. 97 Tahun 2017 tentang Jakstranas, dengan target ambisius pada 2025: 30% pengurangan dan 70% penanganan. Untuk mencapainya, dibutuhkan sistem dan mekanisme pembiayaan agar target tersebut bisa tercapai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, konsep utama dalam Permendagri ini adalah<strong> kalkulasi total biaya untuk mencapai 100% pelayanan pengelolaan sampah<\/strong>. Kalkulasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan: berapa jumlah timbulan sampah, bagaimana sistem penanganan yang digunakan, fasilitas apa saja yang diperlukan, dan berapa besar biaya aktual yang dibutuhkan. Hasil perhitungan tersebut menjadi dasar dalam menyusun tarif retribusi yang ideal. Jika masih terdapat kesenjangan (<em>gap<\/em>) antara total biaya dan dana yang dialokasikan dari APBD atau sumber lain, maka <em>gap<\/em> tersebut harus<strong> ditutup melalui retribusi pelanggan secara layak dan berkeadilanl.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"276\" data-src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcDzvK6e2ky0uWYaXy19rwPVOEVYHXw0-Zs2tEYECgMt_DYk7hQUSi3EHTD3VghRc7FJl7xbs237n8JeFyfFG6xu81qzg-Xf8edNP9YNwSVgvTnvigtBYk4a1fHozKvpxe8f6S2gA-scaled.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-22156 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcDzvK6e2ky0uWYaXy19rwPVOEVYHXw0-Zs2tEYECgMt_DYk7hQUSi3EHTD3VghRc7FJl7xbs237n8JeFyfFG6xu81qzg-Xf8edNP9YNwSVgvTnvigtBYk4a1fHozKvpxe8f6S2gA-scaled.png 500w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcDzvK6e2ky0uWYaXy19rwPVOEVYHXw0-Zs2tEYECgMt_DYk7hQUSi3EHTD3VghRc7FJl7xbs237n8JeFyfFG6xu81qzg-Xf8edNP9YNwSVgvTnvigtBYk4a1fHozKvpxe8f6S2gA-600x331.png 600w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcDzvK6e2ky0uWYaXy19rwPVOEVYHXw0-Zs2tEYECgMt_DYk7hQUSi3EHTD3VghRc7FJl7xbs237n8JeFyfFG6xu81qzg-Xf8edNP9YNwSVgvTnvigtBYk4a1fHozKvpxe8f6S2gA-1024x565.png 1024w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXcDzvK6e2ky0uWYaXy19rwPVOEVYHXw0-Zs2tEYECgMt_DYk7hQUSi3EHTD3VghRc7FJl7xbs237n8JeFyfFG6xu81qzg-Xf8edNP9YNwSVgvTnvigtBYk4a1fHozKvpxe8f6S2gA-768x424.png 768w\" data-sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 500px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 500\/276;\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah-langkah teknis untuk menghitung biaya penanganan dan tarif retribusi sampah mencakup lima tahap: (1) identifikasi timbulan sampah, (2) diagram alir skema penanganan sampah, (3) perhitungan kebutuhan infrastruktur (CAPEX), (4) penghitungan biaya operasional (OPEX), dan (5) penetapan tarif retribusi yang layak (mampu menutup biaya layanan) dan berkeadilan (mempertimbangkan kategori penghasil dan kelas ekonomi serta volume sampah yang dihasilkan). Langkah-langkah teknis yang lebih rinci dapat dilihat pada lampiran&nbsp; Permendagri 7\/2021.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"279\" data-src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXdOld3u3npEC9XiZapEj2oxLvjfNH8xWKTU14IXhMmpM6aL-JlLn3qndB7yCFcSFOvbzB5Ey6lrdbZVAQmaOuZU0QE-kRpa7DsM7TJtDu8mart5Rpi5PjZz906ouBT30TNLA8ZB-scaled.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-22154 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXdOld3u3npEC9XiZapEj2oxLvjfNH8xWKTU14IXhMmpM6aL-JlLn3qndB7yCFcSFOvbzB5Ey6lrdbZVAQmaOuZU0QE-kRpa7DsM7TJtDu8mart5Rpi5PjZz906ouBT30TNLA8ZB-scaled.png 500w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXdOld3u3npEC9XiZapEj2oxLvjfNH8xWKTU14IXhMmpM6aL-JlLn3qndB7yCFcSFOvbzB5Ey6lrdbZVAQmaOuZU0QE-kRpa7DsM7TJtDu8mart5Rpi5PjZz906ouBT30TNLA8ZB-600x335.png 600w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXdOld3u3npEC9XiZapEj2oxLvjfNH8xWKTU14IXhMmpM6aL-JlLn3qndB7yCFcSFOvbzB5Ey6lrdbZVAQmaOuZU0QE-kRpa7DsM7TJtDu8mart5Rpi5PjZz906ouBT30TNLA8ZB-1024x571.png 1024w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/AD_4nXdOld3u3npEC9XiZapEj2oxLvjfNH8xWKTU14IXhMmpM6aL-JlLn3qndB7yCFcSFOvbzB5Ey6lrdbZVAQmaOuZU0QE-kRpa7DsM7TJtDu8mart5Rpi5PjZz906ouBT30TNLA8ZB-768x429.png 768w\" data-sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 500px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 500\/279;\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menuju Sistem Persampahan yang <\/strong><strong><em>Bankable<\/em><\/strong><strong> dan Berkelanjutan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menghadapi target ambisius RPJMN 2025-2029 yakni 100% sampah terkela, Indonesia perlu sebuah pendekatan baru dalam pembiayaan persampahan. Sistem yang hanya mengandalkan APBD\/APBN tidak cukup menjawab kebutuhan infrastruktur dan operasional di tengah keterbatasan fiskal daerah. Oleh karena itu, daerah perlu menyusun <strong>Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS)<\/strong> yang layak kredit (<em>bankable masterplan<\/em>), agar bisa mengakses pendanaan dari lembaga keuangan atau mitra ketiga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zulfikar dari <em>Asian Development Bank<\/em> (ADB) menekankan pentingnya <strong>perencanaan bisnis (<\/strong><strong><em>business plan<\/em><\/strong><strong>)<\/strong> yang kredibel sebagai prasyarat utama sebelum memperoleh pendanaan baik dalam bentuk pinjaman maupun hibah. Dalam konteks persampahan, <em>business plan<\/em> tersebut adalah <em>masterplan<\/em> atau RIPS yang dirancang berdasarkan Permen PUPR No. 3 Tahun 2013. Beliau juga menyoroti bahwa <strong>peran pengurangan sampah<\/strong> sangat penting untuk menekan kebutuhan biaya di hilir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi pembiayaan yang ideal tentu saja mengandalkan model pembagian tanggung jawab: CAPEX untuk pembangunan infrastruktur dapat ditopang oleh lembaga pembiayaan atau mitra swasta, sedangkan OPEX dan pengembalian modal, dipulihkan melalui sistem tarif berbasis <em>polluter pays principle<\/em>. APBD hanya berperan sebagai <em>enabler<\/em> untuk mendukung penguatan pembiayaan dan keberlanjutan sistem. Namun agar semua ini berjalan, dibutuhkan prasyarat kelembagaan seperti harmonisasi regulasi pusat-daerah, pemisahan peran regulator dan operator, optimasi penerapan model pembiayaan campuran, serta standar layanan &amp; pemantauan secara digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#Waste4Change #PembiayaanLayakBerkeadilan #BijakKelolaSampah #WebinarWaste4Change<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Anda sedang menghadapi tantangan dalam menyusun strategi pembiayaan dan perencanaan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,<strong> Waste4Change membuka peluang konsultasi<\/strong> untuk membantu merancang solusi yang terintegrasi dan bertanggung jawab, mulai dari inisiasi program pengurangan sampah hingga perhitungan kebutuhan infrastruktur dan skema pembiayaan yang sesuai konteks daerah Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong> Selengkapnya tentang layanan konsultasi kami bisa diakses di<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi Webinar: <a href=\"https:\/\/w4c.id\/MateriPembiayaanPengelolaanSampah2025\">https:\/\/w4c.id\/MateriPembiayaanPengelolaanSampah2025<\/a><br>Rekaman Webinar via Youtube: <a href=\"https:\/\/w4c.id\/WebinarWKE2025Pembiayaan\">https:\/\/w4c.id\/WebinarWKE2025Pembiayaan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Hanifah Nurawaliah (Kontributor Blog Waste4Change) Pada Rabu, 25 Juni 2025, Waste4Change kembali menyelenggarakan webinar seri ketiga bertajuk \u201cPembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan.\u201d &nbsp;Webinar ini menghadirkan narasumber utama Anissa Ratna Putri (Head of Consulting Business Waste4Change), dengan penanggap Dr. Drs. Teguh Narutomo, MM (Direktur Pendapatan Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kemendagri), Drs. Aldiasnur, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":22152,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1174,1177,21],"tags":[],"class_list":["post-22150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-our-impacts","category-research-insights","category-waste-management"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tantangan pembiayaan sampah jadi sorotan di webinar Waste4Change. Temukan insight dan solusi praktis untuk daerah Anda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tantangan pembiayaan sampah jadi sorotan di webinar Waste4Change. Temukan insight dan solusi praktis untuk daerah Anda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-25T10:13:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T13:11:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Cover-scaled.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"281\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26\"},\"headline\":\"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan\",\"datePublished\":\"2025-06-25T10:13:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T13:11:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/\"},\"wordCount\":1377,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Cover-scaled.png\",\"articleSection\":[\"Our Impacts\",\"Research &amp; Insights\",\"Waste Management\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/\",\"name\":\"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Cover-scaled.png\",\"datePublished\":\"2025-06-25T10:13:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T13:11:22+00:00\",\"description\":\"Tantangan pembiayaan sampah jadi sorotan di webinar Waste4Change. Temukan insight dan solusi praktis untuk daerah Anda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Cover-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Cover-scaled.png\",\"width\":500,\"height\":281},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"description\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"width\":500,\"height\":190,\"caption\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company-beta\\\/13236193\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26\",\"name\":\"admin\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","description":"Tantangan pembiayaan sampah jadi sorotan di webinar Waste4Change. Temukan insight dan solusi praktis untuk daerah Anda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","og_description":"Tantangan pembiayaan sampah jadi sorotan di webinar Waste4Change. Temukan insight dan solusi praktis untuk daerah Anda.","og_url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/","og_site_name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","article_published_time":"2025-06-25T10:13:09+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T13:11:22+00:00","og_image":[{"width":500,"height":281,"url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Cover-scaled.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@waste4change","twitter_site":"@waste4change","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26"},"headline":"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan","datePublished":"2025-06-25T10:13:09+00:00","dateModified":"2025-07-10T13:11:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/"},"wordCount":1377,"publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Cover-scaled.png","articleSection":["Our Impacts","Research &amp; Insights","Waste Management"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/","name":"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan - Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Cover-scaled.png","datePublished":"2025-06-25T10:13:09+00:00","dateModified":"2025-07-10T13:11:22+00:00","description":"Tantangan pembiayaan sampah jadi sorotan di webinar Waste4Change. Temukan insight dan solusi praktis untuk daerah Anda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Cover-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Cover-scaled.png","width":500,"height":281},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/menuju-pembiayaan-pengelolaan-sampah-yang-layak-dan-berkeadilan-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menuju Pembiayaan Pengelolaan Sampah yang Layak dan Berkeadilan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","description":"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.","publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","width":500,"height":190,"caption":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","https:\/\/x.com\/waste4change","https:\/\/www.instagram.com\/waste4change","https:\/\/www.linkedin.com\/company-beta\/13236193"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/5e6159065f4fea2de16779e0b7fcaf26","name":"admin","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22150"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22158,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22150\/revisions\/22158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}