{"id":20600,"date":"2023-03-05T09:10:00","date_gmt":"2023-03-05T09:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?p=20600"},"modified":"2023-11-27T04:33:55","modified_gmt":"2023-11-27T04:33:55","slug":"kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/","title":{"rendered":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/composting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengompos<\/a> menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah organik menumpuk di tempat sampah. Kompos biasanya terbuat dari sampah organik, seperti sisa potongan sayur, daun kering, kulit telur, kardus. Tapi apakah <a href=\"https:\/\/twitter.com\/waste4change\/status\/1260072249240858625\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos?<\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338-1024x1024.png\" alt=\"kompos kotoran hewan\" class=\"wp-image-20601 lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/1024;width:468px;height:468px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Cek selengkapnya di Twitter @waste4change<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita biasanya mengenal pupuk kandang. Pupuk yang terbuat dari olahan&nbsp;kotoran&nbsp;hewan ternak ini bagus untuk memperbaiki&nbsp;kesuburan&nbsp;dan&nbsp;struktur tanah. Tapi perlu digaris bawahi, bahwa tidak semua sampah organik bisa dijadikan kompo begitupun kotoran hewan, khususnya hewan peliharaan kucing dan anjing.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apakah Kotoran Hewan bisa Dikompos?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kotoran hewan memang tergolong dalam bahan organik yang bisa terurai, tapi tidak semua kotoran hewan bisa dijadikan sebagai pupuk. Kandungan tiap kotoran hewan ada beragam, tergantung makanan yang dikonsumsi hewan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kotoran hewan yang bisa dijadikan kompos adalah kotoran dari sapi, ayam, kambing, domba, kuda, kelelawar dan burung. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya terkandung dari makanan mereka yang umumnya adalah tumbuhan, seperti daun, rumput, biji-bijian dan buah-buahan. Sehingga, kotoran yang mereka hasilkan memiliki manfaat sebagai pupuk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir dari buku Sustaination (Dwisasetyaningtyas, 2019), kotoran kucing dan anjing bisa dijadikan kompos, tapi <strong>kompos khusus dan tidak untuk dipanen<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Sampah Organik Kotoran Hewan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah disebutkan, kotoran makhluk hidup, baik manusia, hewan atau tumbuhan, termasuk dalam jenis sampah organik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya dalam rumah tangga, kompos dibuat dari sisa potongan sayur dan bahan-bahan organik lain, seperti potongan kardus, serbuk kayu, dan daun kering. Sedangkan dalam pembuatan kompos, tidak semua kotoran bisa dimanfaatkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama halnya dengan tumbuhan gulma yang tidak disarankan untuk kompos, ada beberapa kotoran hewan yang bersifat mirip dengan tumbuhan gulma ini. Berikut beberapa jenis kotoran ternak yang bisa digunakan sebagai bahan kompos yang baik:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1.<\/strong> <strong>Kotoran Sapi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kotoran hewan memamah biak ini sudah cukup sering dielukan sebagai pupuk. Kompos kotoran hewan sapi yang kering, memiliki kandungan nutrisi yang baik, yakni nitrogen sebanyak 2 persen, fosfor sebanyak 2 persen, dan kalium sebanyak 2,4 persen. Selain itu, kotoran yang termasuk dalam sampah organik ini juga mengandung selulosa yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2.<\/strong> <strong>Kotoran Unggas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk kandang atau pupuk organik yang berasal dari kotoran ayam atau jenis unggas lain, sudah lama digunakan para petani. Kotoran ayam mengandung 25 hingga 45 persen bahan organik yang terdiri dari nitrogen, fosfor dan kalium. Selain bisa langsung digunakan sebagai pupuk kandang, kotoran ayam juga bisa dijadikan bahan campuran untuk membuat kompos kotoran hewan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3.<\/strong> <strong>Kotoran Kambing atau Domba<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hewan ternak seperti kambing dan domba menghasilkan kotoran yang memiliki kandungan nutrisi untuk kompos. Kotoran domba mengandung kalium dan nitrogen yang tinggi, sehingga baik untuk membuat tanah subur dan baik untuk tanaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengompos dari Kotoran Hewan Peliharaan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengompos dari kotoran hewan itu aman, tapi kotoran yang digunakan tidak boleh sembarangan. Kotoran-kotoran hewan di atas bisa dijadikan kompos dengan beberapa macam proses. Melansir dari laman Cybext Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi, ada tiga penggolongan jenis pupuk kompos, pertama dari proses pembuatannya (aerob dan anaerob), kedua dilihat dari dekomposernya, ketiga dilihat dari bentuknya (padat dan cair). Tapi, tidak semua jenis pupuk kompos itu bisa dibuat dari kotoran hewan saja. Berikut beberapa jenis kompos kotoran hewan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1.<\/strong> <strong>Jenis Pupuk Kompos Aerob<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahan baku utama dalam pembuatan kompos jenis ini adalah sisa tanaman, kotoran hewan, atau campuran keduanya. Kotoran hewan yang digunakan bisa berasal dari hewan peliharaan, seperti kotoran sapi, ayam atau kambing. Proses pembuatan kompos kotoran hewan ini melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen, sehingga waktu yang dibutuhkan sekitar 40-50 hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2.<\/strong> <strong>Jenis Pupuk Kompos Bokashi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain jenis pupuk aerob, jenis pupuk kompos anaerob bokashi ini juga bisa dibuat dari kotoran binatang peliharaan. Kotoran hewan yang digunakan kurang lebih sama dengan jenis pupuk aerob. Beda jenis pupuk ini berada di jenis nokulan sebagai starter kompos, yaitu efektif mikroorganisme (EM4).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daftar Sampah Organik untuk Kompos<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengetahui jenis pupuk kompos yang bisa dibuat dari kotoran hewan, kita juga harus memahami sampah organik apa saja yang bisa dijadikan bahan pendukung dalam pembuatan kompos. Ada empat jenis bahan untuk kompos yang memiliki peran penting, yaitu karbon, nitrogen, air, dan oksigen. Keempat bahan itu bisa diperoleh dari<a href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/daftar-sampah-organik-yang-tidak-cocok-dijadikan-kompos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> sampah organik<\/a> berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1.<\/strong> <strong>Bahan Karbon dari Sampah Cokelat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampah organik yang mengandung karbon dapat ditemukan pada daun dan rumput kering, serbuk kayu atau gergaji, sekam padi, jerami, kulit jagung, kardus dan tangkai sayuran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2.<\/strong> <strong>Bahan Nitrogen dari Sampah Hijau<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan sampah organik yang mengandung nitrogen bisa diperoleh dari sisa sayuran dan buah, rumput segar, teh, kopi, kulit telur, kuku, rambut dan juga pupuk kandang hasil dari kompos kotoran hewan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahan sampah organik tersebut dicampur dengan perbandingan penggunaan sampah cokelat dan sampah hijau sebanyak 3:1. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara membuat kompos bisa dipelajari, salah satunya dengan mengikuti layanan dari Waste4Change yaitu<a href=\"https:\/\/waste4change.com\/service\/akabis-waste-management-academy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Akademi Bijak Sampah (AKABIS) Waste Management<\/a>. Lewat program-program yang ada dalam layanan ini, peserta bisa belajar lebih banyak mengenai pengelolaan sampah, begitu juga soal kompos. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya membahas soal teori, AKABIS menggunakan metode diskusi interaktif yang bisa membuat peserta lebih memahami persoalan sampah lebih mendalam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":20601,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1167],"tags":[1138,329,222],"class_list":["post-20600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-industry-updates","tag-id","tag-kompos","tag-waste-management"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-05T09:10:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-27T04:33:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mita Defitri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mita Defitri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mita Defitri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212\"},\"headline\":\"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?\",\"datePublished\":\"2023-03-05T09:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-27T04:33:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/\"},\"wordCount\":795,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-338.png\",\"keywords\":[\"id\",\"kompos\",\"waste management\"],\"articleSection\":[\"Industry Updates\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/\",\"name\":\"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-338.png\",\"datePublished\":\"2023-03-05T09:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-27T04:33:55+00:00\",\"description\":\"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-338.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-338.png\",\"width\":500,\"height\":500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"description\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"width\":500,\"height\":190,\"caption\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company-beta\\\/13236193\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212\",\"name\":\"Mita Defitri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/author\\\/mitadefitri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?","description":"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?","og_description":"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?","og_url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/","og_site_name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","article_published_time":"2023-03-05T09:10:00+00:00","article_modified_time":"2023-11-27T04:33:55+00:00","og_image":[{"width":500,"height":500,"url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png","type":"image\/png"}],"author":"Mita Defitri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?","twitter_description":"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?","twitter_image":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png","twitter_creator":"@waste4change","twitter_site":"@waste4change","twitter_misc":{"Written by":"Mita Defitri","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/"},"author":{"name":"Mita Defitri","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212"},"headline":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?","datePublished":"2023-03-05T09:10:00+00:00","dateModified":"2023-11-27T04:33:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/"},"wordCount":795,"publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png","keywords":["id","kompos","waste management"],"articleSection":["Industry Updates"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/","name":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png","datePublished":"2023-03-05T09:10:00+00:00","dateModified":"2023-11-27T04:33:55+00:00","description":"Kompos biasa terbuat dari sampah organik, seperti sisa sayur dan lainnya. Lalu apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos.?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#primaryimage","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-338.png","width":500,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/kotoran-hewan-peliharaan-bisa-dikompos\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","description":"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.","publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","width":500,"height":190,"caption":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","https:\/\/x.com\/waste4change","https:\/\/www.instagram.com\/waste4change","https:\/\/www.linkedin.com\/company-beta\/13236193"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212","name":"Mita Defitri","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/author\/mitadefitri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20600"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21525,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20600\/revisions\/21525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}