{"id":19078,"date":"2022-10-12T01:14:00","date_gmt":"2022-10-12T01:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?p=19078"},"modified":"2022-10-14T03:05:25","modified_gmt":"2022-10-14T03:05:25","slug":"pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Timbulan sampah elektronik di Indonesia tercatat mencapai 2 juta ton di tahun 2021, berdasarkan informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pulau Jawa menyumbang sebanyak 56%, 22%-nya berasal dari Pulau Sumatera, dan yang lainnya terbagi dari seluruh daerah di Indonesia.\u00a0<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-24.png\" alt=\"sampah elektronik\" class=\"wp-image-18444\" srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-24.png 500w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-24-300x169.png 300w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-24-580x326.png 580w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption>Sampah elektronik (Sumber: wired.com)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan digitalisasi disebut menjadi alasan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik. Hal ini juga yang menyebabkan timbulan sampah elektronik selalu bertambah setiap tahunnya. Tanpa diiringi penanganan dan pengelolaan yang tepat,<a href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/titik-tempat-sampah-untuk-daur-ulang-sampah-elektronik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> sampah elektronik<\/a> yang menggunung dapat menimbulkan bahaya serius. Terlebih karena kandungannya yang sangat tidak ramah untuk lingkungan bahkan manusia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kondisi Sampah Elektronik di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari total 2 juta ton sampah elektronik yang tercatat oleh KLHK di tahun 2021, nyatanya baru sekitar 17,4% yang berhasil dikelola dengan baik. Sisa lainnya masih <a href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/sampah-rumah-tangga-ini-termasuk-sampah-b3-lho\/\">tersimpan di rumah<\/a> atau masuk ke tempat pembuangan sampah dan bercampur dengan jenis sampah lainnya.\u00a0<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-19080 lazyload\" width=\"491\" height=\"327\" data-srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-1024x683.png 1024w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-350x233.png 350w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-300x200.png 300w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-768x512.png 768w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-1536x1024.png 1536w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-2048x1365.png 2048w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-580x387.png 580w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-820x547.png 820w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-1160x773.png 1160w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121.png 500w\" data-sizes=\"(max-width: 491px) 100vw, 491px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 491px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 491\/327;\" \/><figcaption>Berbagai macam sampah elektronik (Sumber: National Geographic)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampah elektronik sendiri wujudnya bermacam-macam. Dapat berupa baterai, kabel listrik, bohlam lampu, kipas angin listrik, perangkat komputer, bahkan kulkas dan mesin cuci yang secara ukuran tidak selayaknya dibuang di tempat penampungan sampah standar. Bukan hanya karena beberapa di antaranya berukuran besar, namun sampah elektronik termasuk ke dalam <a href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/berbahaya-dan-beracun-ketahui-lebih-tentang-sampah-b3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)<\/a> yang memiliki kandungan zat kimia beracun di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikutip dari Media Indonesia, menurut penelitian PhD Candidate for Recycling Electronic Waste, timbulan sampah elektronik di Indonesia diprediksi akan mencapai angka 3.200 kiloton di tahun 2040. Artinya, rata-rata setiap orang menyumbang sebanyak 10 kilogram sampah elektronik dalam satu tahun. Angka ini bisa jadi akan terus bertambah mengingat perkembangan teknologi yang juga kian meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengelolaan Sampah Elektronik di Indonesia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan sampah elektronik yang termasuk sampah B3 masih terus disempurnakan hingga saat ini. Direktur Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Novrizal Tahar menyebut, peraturan mengenai sampah elektronik di Indonesia merupakan hal baru. Upaya integrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri\/pelaku usaha, produsen, maupun masyarakat juga terus dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Regulasi pengelolaan sampah elektronik di Indonesia saat ini tertuang dalam <a href=\"https:\/\/pelayanan.jakarta.go.id\/download\/regulasi\/undang-undang-nomor-18-tahun-2008-tentang-pengelolaan-sampah.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah<\/a>, <a href=\"https:\/\/pelayanan.jakarta.go.id\/download\/regulasi\/peraturan-pemerintah-nomor-101-tahun-2014-tentang-pengelolaan-limbah-bahan-berbahaya-dan-beracun.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun<\/a>, <a href=\"https:\/\/sipsn.menlhk.go.id\/download\/ewaste2021\/Bahan_Pengelolaan_Sampah_Elektronik_PP27_2020_DirPS_KLHK.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PP Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik<\/a>, serta <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Home\/Details\/161852\/pp-no-22-tahun-2021\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup<\/a>. Penyelenggaraan aturan ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah khusus yang bertanggung jawab.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satunya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berupaya menyelenggarakan pengelolaan sampah elektronik secara benar mengikuti aturan yang ada melalui Program \u201cPenjemputan Limbah Elektronik\u201d yang diinisiasi tahun 2017 lalu. Warga Jakarta dapat menyerahkan atau meminta penjemputan sampah elektronik oleh DLH DKI untuk nantinya sampah akan ditempatkan di tempat penampungan sementara khusus.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"281\" data-src=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-122.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-19081 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/\/image-122.png 500w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/\/image-122-300x169.png 300w, https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/\/image-122-580x326.png 580w\" data-sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 500px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 500\/281;\" \/><figcaption>DLH DKI Jemput dan Olah Sampah Elektronik dari Setiap Rumah warga <br>(Sumber: Metro Tempo.co)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat DLH DKI Jakarta, Edy Mulyanto menyebut, di setiap kecamatan di DKI Jakarta telah disediakan tempat penampungan sampah khusus B3 dan elektronik sebelum nantinya dipindahkan ke tempat penampungan tingkat provinsi yang berada di daerah Jakarta Timur. Nantinya, sampah elektronik akan dikelola dan disalurkan oleh Pemprov DKI ke beberapa pihak swasta yang ditunjuk untuk mengolah sampah tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Edy, dibutuhkan waktu dua sampai tiga hari bagi DLH untuk mengelola sampah elektronik. Proses ini dimulai dari penjemputan di rumah warga, pemilahan sampah di tempat penampungan sementara, hingga akhirnya sampah sampai ke tempat penampungan tingkat provinsi. Tidak lupa, semua proses dilakukan dengan prosedur khusus sampah B3 sesuai peraturan yang telah ditetapkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pihak Berizin Mengelola Sampah Elektronik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanganan sampah elektronik atau <em>e-waste<\/em> tidaklah sama dengan sampah biasa, seperti organik, anorganik, kertas, dan lainnya. Pengelolaannya harus dilakukan dengan tepat dan hati-hati mengingat sampah elektronik mengandung bahan kimia berbahaya yang tidak baik untuk manusia dan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengelolaan sampah elektronik harus secara khusus dilakukan oleh pihak-pihak berizin yang telah tersertifikasi oleh pemerintah (dalam hal ini adalah KLHK). Di Indonesia sendiri, tercatat ada 6 perusahaan swasta terdaftar di KLHK yang berperan sebagai pengangkut, pengolah, dan pendaur ulang sampah elektronik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pemerintah juga berupaya melibatkan peran para produsen dan distributor produk elektronik untuk ikut mengelola kembali sampah produk mereka. Skema <em>take back<\/em> berupa penarikan atau penerimaan kembali produk bekas oleh produsen atau distributor, baik itu ponsel, komputer, tv, dan lainnya, untuk nantinya dikelola oleh mereka secara bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang dilakukan Xiaomi Indonesia yang mendorong solusi daur ulang barang elektronik bekas pakainya lewat kampanye #LebihLestari. Masyarakat dapat membawa barang elektronik bekas pakai berukuran kecil, seperti <em>smartphone, charger, <\/em>laptop, kabel, dan baterai ke <em>drop-off point<\/em> untuk nantinya didaur ulang menjadi barang berguna lainnya. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pengelolaan sampah bertanggung jawab, tetapi juga ikut menerapkan prinsip ekonomi sirkular di dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mencegah Timbulan Sampah Elektronik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampah elektronik akan terus meningkat jumlahnya apabila tidak ada inisiatif untuk mencegah dan mengurangi timbulan sampah melalui pencegahan timbulan sampah maupun pengelolaan sampahnya. Berdasarkan laman Zero Waste Indonesia, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sampah elektronik terus meningkat.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Menjaga Keawetan Barang<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan barang dengan baik dapat membantu memperpanjang masa pakai barang dan menjadi upaya mengurangi sampah elektronik. Hal ini juga menjadi cara untuk tidak membeli barang elektronik dalam waktu dekat.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Memperbaiki Barang yang Rusak<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memutuskan membeli yang baru, usahakan untuk memperbaiki terlebih dahulu barang elektronik apabila rusak. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya memaksimalkan pemakaian barang terlebih jika barang elektronik tersebut sebenarnya hanya perlu sedikit sentuhan dari ahlinya.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>Menjual Barang Elektronik<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjual menjadi pilihan tepat untuk memindahkan kepemilikan barang ke orang lain yang menginginkan produk elektronik yang kamu miliki dengan harga yang lebih murah.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li><strong>Donasikan Barang Elektronik<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dijual, barang elektronik yang sekiranya tidak lagi terpakai dapat diberikan secara cuma-cuma ke orang yang lebih membutuhkan daripada hanya tergeletak tidak berguna di rak penyimpanan atau malah dibuang begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li><strong>Menyewa Barang Elektronik<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin saja sebenarnya barang elektronik tersebut tidak terlalu dibutuhkan dan hanya dipakai dalam beberapa kali saja. Untuk itu pertimbangkan menyewa daripada membeli baru demi mencegah barang elektronik diam sia-sia tidak terpakai.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\"><li><strong>Berpikir Sebelum Membeli<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah barang elektronik tersebut memang benar-benar dibutuhkan? Apakah yakin akan digunakan setiap saat? Niat membeli itu adalah sebuah kebutuhan atau hanya sekadar keinginan? Tiga pertanyaan tersebut dapat dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan membeli.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"7\"><li><strong>Pilih Barang Elektronik yang Mendukung Keberlanjutan<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini para produsen sudah lebih <em>aware <\/em>akan pentingnya memproduksi barang elektronik yang mendukung keberlanjutan alam. Perangkat elektronik berlabel Energy Star atau disertifikasi oleh <em>Electronic Product Environmental Assessment Tool (EPEAT)<\/em> adalah salah satu bentuk langkah <em>sustainable <\/em>yang diterapkan di dunia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat elektronik yang mendukung<em> sustainability<\/em> mementingkan seluruh aspek dan siklus hidup produk elektronik, termasuk desain produk, proses produksi, konsumsi energi &amp; daur ulang, hingga ke tanggung jawab perusahaan akan lingkungan dan aspek sosial.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"8\"><li><strong>Mendaur Ulang Sampah Elektronik secara Bertanggung Jawab<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya cara memakai, para pengguna perangkat elektronik semestinya harus tau juga cara mengelola sisa pemakaian produk sehingga sampahnya tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Daur ulang menjadi langkah penting yang dapat dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah saatnya masyarakat bersama para pelaku usaha juga pemerintah bersama-sama memahami penanganan dan pengelolaan sampah elektronik yang bertanggung jawab di Indonesia. Peningkatan akan kebutuhan produk elektronik harus dibarengi dengan penanganan yang tepat demi mencegah sampahnya dapat merusak lingkungan dan membahayakan manusia. Mari dukung pengelolaan sampah elektronik secara bertanggung jawab dan ciptakan lingkungan yang aman dan asri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Waste4Change belum bisa menerima dan mengelola sampah elektronik. Meski begitu, Waste4Change sangat mendukung pengelolaan sampah secara bertanggung jawab oleh berbagai pihak demi terciptanya Indonesia yang lebih bersih dan bebas sampah. Untuk lebih mengetahui mengenai pengelolaan sampah bertanggung jawab, Waste4Change menawarkan program berbasis pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman di seluruh Indonesia melalui layanan AKABIS Waste Management. Informasi lebih lanjut tentang <a href=\"https:\/\/waste4change.com\/service\/akabis-waste-management-academy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">AKABIS Waste Management,<\/a> kunjungi link tertera.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":19080,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1167],"tags":[1056,273,1170],"class_list":["post-19078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-industry-updates","tag-electronic-waste","tag-responsible-waste-management","tag-waste-management-regulation"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-12T01:14:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-14T03:05:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mita Defitri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@waste4change\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mita Defitri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mita Defitri\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212\"},\"headline\":\"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-10-12T01:14:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-14T03:05:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":1252,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-121.png\",\"keywords\":[\"electronic waste\",\"responsible waste management\",\"Waste Management Regulation\"],\"articleSection\":[\"Industry Updates\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/\",\"name\":\"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-121.png\",\"datePublished\":\"2022-10-12T01:14:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-14T03:05:25+00:00\",\"description\":\"Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-121.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/image-121.png\",\"width\":500,\"height\":333},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"description\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png\",\"width\":500,\"height\":190,\"caption\":\"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/waste4change\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company-beta\\\/13236193\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212\",\"name\":\"Mita Defitri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/waste4change.com\\\/blog\\\/author\\\/mitadefitri\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia","description":"Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia","og_description":"Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK","og_url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/","og_site_name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","article_published_time":"2022-10-12T01:14:00+00:00","article_modified_time":"2022-10-14T03:05:25+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"Mita Defitri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@waste4change","twitter_site":"@waste4change","twitter_misc":{"Written by":"Mita Defitri","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/"},"author":{"name":"Mita Defitri","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212"},"headline":"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia","datePublished":"2022-10-12T01:14:00+00:00","dateModified":"2022-10-14T03:05:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/"},"wordCount":1252,"publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121.png","keywords":["electronic waste","responsible waste management","Waste Management Regulation"],"articleSection":["Industry Updates"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/","name":"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121.png","datePublished":"2022-10-12T01:14:00+00:00","dateModified":"2022-10-14T03:05:25+00:00","description":"Pengelolaan sampah elektronik di Indonesia harus dijalankan oleh pihak-pihak yang telah memiliki izin dari KLHK","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/image-121.png","width":500,"height":333},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/pengelolaan-sampah-elektronik-dan-peraturannya-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengelolaan Sampah Elektronik dan Peraturannya di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","description":"Artikel dan berita pengelolaan sampah di Indonesia, dari manajemen sampah, daur ulang dan info konsultansi sampah.","publisher":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#organization","name":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","contentUrl":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-content\/uploads\/cropped-logo-W4C-1024x390-1.png","width":500,"height":190,"caption":"Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change"},"image":{"@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/waste4change","https:\/\/x.com\/waste4change","https:\/\/www.instagram.com\/waste4change","https:\/\/www.linkedin.com\/company-beta\/13236193"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/#\/schema\/person\/44590c3ebf239904e9a22b6a26886212","name":"Mita Defitri","url":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/author\/mitadefitri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/waste4change.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}