Waste4Change, Dow, dan DLH Kabupaten Bogor Berhasil Kelola 20,154 Ton Sampah Lewat Program Optimalisasi TPS 3R & Bank Sampah

Bogor, 4 Mei 2021 – Dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia Bersih Sampah 2025, Waste4Change didukung oleh Dow Indonesia dan DLH Kabupaten Bogor mengumumkan pencapaian program Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah di Kabupaten Bogor. Program yang berlangsung sejak Januari 2020 tersebut melibatkan lebih dari 20 orang Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan berhasil meningkatan daur ulang hingga 20,154 ton sampah. Asnan AP, M.Si, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor menghadiri pengumuman yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan yang sama, Waste4Change juga menyerahkan Dokumentasi Pembelajaran Program Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah Kabupaten Bogor 2020-2021 kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah berfokus pada tiga lokasi yakni TPS3R Green Altari di Kecamatan Ciomas, Bank Sampah Ganesha Lestar di Kecamatan Telaga Kahuripan, dan Bank Sampah Lisan Bumi di Kecamatan Cilebut Timur. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan serta menerapkan prinsip ekonomi melingkar pada pengelolaan sampah Kabupaten Bogor dan KSM yang terlibat juga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar.

“Saya senang sekali melihat lembaga pengelola sampah secara mandiri yang bisa bergerak secara optimal. Mudah-mudahan program dari 3 lokasi yang menjadi pendampingan dari DLH ini terus berkelanjutan dan menjadi percontohan khususnya di wilayah kabupaten Bogor,” ungkap Asnan AP, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Program Optimalisasi TPS 3R dan Bank Sampah ini menggunakan 2 indikator keberhasilan yang berdasar pada Indonesia Bersih Sampah 2025 (PP No. 97 tahun 2017). Setelah dilakukan penilaian, ketiga lokasi yang menjadi fokus program berhasil mencapai rata-rata 44,87% pengurangan sampah ke TPA dan rata-rata 26,21% peningkatan angka daur ulang. Disebutkan juga bahwa ketiga TPS 3R dan bank sampah yang terlibat berhasil mengalami peningkatan sekitar 27,08% dengan nilai maksimum 30% pada teknis operasional sebagai aspek yang mengatur sistem manajemen penanganan sampah.

Founder dan Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano atau yang biasa dipanggil Sano menjelaskan bahwa ketercapaian ini tidak luput dari peran serta masyarakat kabupaten Bogor. “Program Optimalisasi TPS 3R dan Bank Sampah ini merupakan salah satu layanan community development Waste4Change yang mengutamakan keterlibatan masyarakat untuk memastikan adanya sisi sustainability dari sistem manajemen sampah yang sudah terbangun. Keberlanjutan dipastikan tidak hanya dari aspek lingkungan, tapi juga sosial dan ekonomi,” jelas Sano pada kesempatan terpisah.

Indonesia menghasilkan kurang-lebih 185.753 ton sampah per harinya pada 2020. Kita semua perlu bahu-membahu mengurangi sampah yang berakhir di TPA. Optimalisasi TPS 3R dan Bank Sampah merupakan salah satu solusi efektif. Sano menambahkan bahwa demi memastikan keberlanjutan manajemen sampah yang bertanggung jawab di Bogor, semua detail pendampingan serta proses pembelajaran yang dilalui oleh ketiga KSM selama program berlangsung telah disusun menjadi satu buku panduan. 

Buku daring Dokumentasi Program Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah Kabupaten Bogor 2020-2021  berisikan proses pembelajaran yang dilalui oleh ketiga KSM selama masa pendampingan. Di dalamnya dijelaskan juga latar belakang program serta profil dari masing-masing KSM yang terlibat. TPS 3R Green Altari, Bank Sampah Ganesha Lestari, serta KSM Berseri dan Bank Sampah Lisan Bumi memiliki tantangan serta pencapaian yang berbeda, solusi yang diterapkan dalam peningkatan manajemen sampahnya juga tidak benar-benar sama. Pada dasarnya, kuatnya kelembagaan sebuah organisasi akan mendorong inovasi, dan hal itulah yang harus menjadi fokus utama. Per 4 Mei 2021, ebook Dokumentasi Program Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah Kabupaten Bogor 2020-2021 sudah bisa diakses via link w4c.id/dokumentasiTPS3RBogor2021.

“Program ini sejalan dengan target sustainability Dow yaitu mengurangi sampah sebanyak satu juta metrik ton pada tahun 2030 dimana Dow berada. Di Indonesia, kami melihat potensi yang dimiliki Bank Sampah dan TPS 3R dalam membenahi pengolahan sampah. Dow berharap kolaborasi ini memberikan manfaat bagi KSM dan menerapkan prinsip circular economy.  Laporan Bappenas dan UNDP pada tahun 2020 yang dipublikasikan pada tahun 2021 menyebutkan bahwa penerapan circular economy di Indonesia dapat meningkatkan PDB Indonesia pada kisaran 539 – 638 triliun rupiah. Ini adalah gambaran bagaimana circular economy bisa memberikan solusi untuk melindungi lingkungan sekaligus memberikan keuntungan ekonomi.  Kiranya para KSM bisa memanfaatkan peluang ini. ” demikian tutup Riswan Sipayung selaku Presiden Direktur Dow Indonesia pada kesempatan terpisah.

Related Post