Indonesia Darurat Sampah: TPA-TPA di Indonesia yang Terancam Penuh

Apa itu TPA?

Mungkin selama ini kita tahu dan percaya bahwa kepanjangan dari TPA adalah Tempat Pembuangan Akhir. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, TPA merupakan singkatan dari Tempat Pemrosesan Akhir, yaitu tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman, baik bagi manusia maupun lingkungan itu sendiri.

The Entrance to Bantar Gebang landfill in Bekasi. Source: liputan6.com/ImmanuelAntonius.
Pintu Masuk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Sumber foto: liputan6.com/ImmanuelAntonius.

Selain itu, kita juga mengenal istilah TPS yang didefinisikan sebagai Tempat Pembuangan Sementara, bukan Tempat Pembuangan Sampah. TPS sendiri merupakan tempat penampungan sampah sebelum sampah tersebut diangkut ke tempat daur ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu.

Miskonsepsi istilah TPA di kalangan masyarakat luas semakin memperparah permasalahan sampah di Indonesia, karena selama ini orang-orang memiliki anggapan bahwa TPA memang ditujukan untuk menampung semua sampah yang kita hasilkan, dimana sampah tersebut seolah-olah akan hilang atau terurai begitu saja.

Pada prinsipnya, sebelum berakhir di TPA, sampah yang ada seharusnya diolah secara maksimal sesuai dengan jenis materinya. Sampah plastik misalnya, dapat dicacah menjadi bijih plastik untuk kemudian dibuat menjadi barang baru, sedangkan sampah organik dapat diuraikan menjadi pupuk kompos melalui beberapa cara. Dengan begitu, sampah yang berakhir di TPA hanyalah sampah residu yang memang sulit atau tidak bisa diolah dan/atau didaur ulang. Di Jepang misalnya, terdapat beberapa jenis fasilitas atau teknologi pengolahan sampah, dan sistem manajemen sampah tersebut ampuh untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA. Buktinya, di tahun 2015, dari total 43,98 juta ton timbunan sampah yang dihasilkan, yang pada akhirnya dibawa ke TPA hanya sebanyak 9,48%.

Example of Waste Management in Japan. Incombustible waste are being processed at Chumo Incombustible Waste Processing Center in Tokyo. Sumber foto: japantimes.co.jp/TIM HORNYAK
Contoh Pengelolaan Sampah di Jepang. Sampah-sampah yang tidak mudah terbakar diproses di Pusat Pengelolaan Sampah Chubo di Tokyo. Sumber foto: japantimes.co.jp/TIM HORNYAK

Kondisi TPA-TPA di Indonesia

TPA Bantar Gebang kemungkinan besar merupakan TPA yang paling terkenal di Indonesia, meski kenyataannya ada banyak TPA lain yang tersebar di berbagai provinsi. Pada dasarnya, TPA-TPA di Indonesia menghadapi permasalahan yang sama, yaitu sama-sama sedang di ambang kelebihan kapasitas.

TPA Suwung: Rawan Kebakaran dan Perlu  Direvitalisasi

Scavengers are seen to be picking waste amongst cows in Suwung landfill, Denpasar. Source: NusaBali.com/HENDRA
Pemulung mencari sampah ditengah kumpulan sapi yang mencari makan di TPA Suwung, Denpasar. Sumber foto: NusaBali.com/HENDRA

TPA Regional Sarbagita Suwung, atau biasa disebut TPA Suwung, yang terletak di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, menerima sekitar 1.423 ton sampah setiap harinya. TPA Suwung menempati lahan seluas 32,4 hektar, akan tetapi dengan lahan yang teramat luas sekalipun, daya tampung TPA Suwung dikatakan sudah maksimal. Adapun tinggi dari timbunan sampah di TPA Suwung mencapai 15-25 meter dan berpotensi longsor.

Selain itu, pada hari Senin, 24 September 2018 silam, sempat terjadi kebakaran di TPA Suwung yang melahap hampir setengah dari luas total TPA. Berdasarkan wawancara RRI dengan Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Ardy Ganggas hari Kamis (27/9/18), dampak yang muncul dari peristiwa kebakaran tersebut cukup mengganggu aktivitas warga sekitar dikarenakan adanya kepulan asap. Asap tersebut juga menghambat lalu lintas di jalan By Pass Ngurah Rai, Jalan Tol Bali Mandara, hingga aktivitas penerbangan. Ardy juga menambahkan bahwa kebakaran di TPA Suwung terjadi setidaknya satu tahun sekali.  

Demi menangani permasalahan daya tampung TPA Suwung yang sudah di ambang batas, pemerintah berencana memperpanjang revitalisasi TPA dari yang tadinya berakhir di 2020/2021 menjadi 2024. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bapak Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa revitalisasi TPA dilakukan salah satunya dengan memperluas daerah layanan yang awalnya hanya untuk kawasan Metropolitan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan, ditambah dengan Kabupaten Klungkung. Adapun revitalisasi ini mencakup penutupan dan penataan area seluas 22,4 hektar yang dipenuhi sampah.

TPA Sarimukti Bandung: Menjelang Tutup Namun TPA Pengganti Belum Siap Beroperasi

This is how the condition looks like in Sarimukti landfill, which is located in Cipatat, West Bandung district. Source: PikiranRakyat.com
Foto kondisi TPA Sarimukti yang terletak di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sumber foto: PikiranRakyat.com

Menurut data Badan Pengolahan Sampah Regional (BPSR) Jawa barat, jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti mencapai 1.500 ton per hari, atau sekitar 3.000 meter kubik. Sampah tersebut berasal dari tiga wilayah, yaitu Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, serta kota Bandung.

Operasional TPA Sarimukti sendiri rencananya akan dihentikan di tahun 2022, diperpanjang 1 tahun dari rencana awal, yaitu tahun 2021. Menjelang penutupan TPA Sarimukti, Pemerintah provinsi Jawa Barat sedang berusaha mempercepat persiapan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, karena pemerintah Jabar menargetkan TPPAS Legok Nangka untuk dapat selesai dan mulai beroperasi di tahun yang sama dengan penutupan TPA Sarimukti.

Menurut pernyataan Sekda Jabar Iwa Karniwa, TPA Sarimukti memiliki keterbatasan kapasitas dalam menampung sampah yang masuk, karena itulah pembangunan TPPAS Legok Nangka tidak boleh terlambat dirampungkan.   

TPA Piyungan di Yogyakarta: Terus Menampung Sampah Yang Jumlahnya Kian Meningkat

Several waste pickers are navigating through piles of waste in Piyungan landfill, Yogyakarta. Source: tribunjogja/agung ismiyanto
Sejumlah pemulung yang sedang mengais sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Yogyakarta. Sumber foto: tribunjogja/agung ismiyanto

TPA Piyungan di Yogyakarta juga menghadapi masalah yang serupa. TPA Piyungan menerima sampah dari 3 daerah, yaitu Sleman, Bantul dan kota Yogyakarta. Setiap harinya, sampah yang dibuang ke TPA Piyungan mencapai 600 ton sampah, dan 80% diantaranya berasal dari kota Yogyakarta.

Pak Wahid selaku Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Pengembangan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Bantul mengatakan, “Produksi sampah di DIY terus meningkat. Kalau saat ini diperkirakan TPST Piyungan masih bisa berumur 2-3 tahun lagi”.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa sampah yang berada di Piyungan seharusnya bisa diolah secara maksimal untuk menghindari permasalahan seperti ini. Bahkan, kehadiran TPA Piyungan bisa saja mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Wacana Revitalisasi di TPA Terjun, Medan, Sumatera Utara

The condition of Terjun Landfill, Medan. Sumber: Tribunnews
Kondisi di TPA Terjun, Medan. Sumber: Tribunnews

TPA Terjun menerima sampah dari 21 kecamatan di kota Medan. Daya tampung TPA Terjun yang terletak di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Medan Marelan, ini dikabarkan mulai krisis. Jika TPA Terjun tidak segera direvitalisasi, maka daya tampungnya diperkirakan tinggal satu tahun lagi.

Menanggapi permasalahan ini, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,6 miliar untuk pembangunan jalan operasional dan pembukaan area baru di TPA Terjun. Sementara perihal pengelolaan sampah di TPA Terjun sendiri, dana sebesar Rp3,2 miliar sudah dianggarkan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang akan membantu pengelolaan sampah.  

Masih terkait dengan rencana revitalisasi TPA Terjun, pada hari Kamis 18 Januari 2018, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin mengungkapkan optimisme beliau terhadap proyek revitalisasi TPA Terjun yang dipercaya akan bisa rampung di tahun 2018.

Selain permasalahan daya tampung sampah, di TPA Terjun sempat pula terjadi kasus premanisme di awal tahun 2018. Para preman seringkali memaksa sopir truk-truk sampah untuk menyerahkan barang-barang bekas yang mereka angkut kepada para pengumpul barang bekas. Bentuk pemaksaan ini bahkan sampai mengorbankan kaca mobil yang pecah dipukul oleh preman. Adapun pihak Polsek Medan menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan penyelidikan dengan menurunkan beberapa personel sembari menghimbau para sopir truk sampah untuk tidak sungkan melaporkan oknum yang melakukan pemaksaan.

Cara Mengurangi Jumlah Sampah yang Berakhir di TPA

Mengutip perkataan Ir. Mohamad Satori, MT. yang tengah menempuh program doktor bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Padjadjaran pada hari Kamis (28/1/2016) silam, “Kalau hanya bicara TPA, masalah sampah tidak akan selesai. Sebab suatu waktu, TPA akan penuh dan tidak dapat lagi menampung sampah”, maka menambah kapasitas TPA atau membuka TPA baru sebenarnya tidak menyelesaikan akar dari permasalahan, yaitu produksi sampah yang kian tinggi dan sistem manajemen sampah yang buruk. Salah satu solusi untuk mengatasi kondisi TPA yang semakin penuh ialah mengembalikan fungsi TPA sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu menampung sampah residu yang benar-benar tidak bisa didaur ulang atau dimanfaatkan. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengembalikan fungsi TPA yaitu dengan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dari setiap individu.  

Program Zero-Waste to Landfill dari Waste4Change

Sebagai kewirausahaan sosial yang bergerak di bidang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, salah satu jasa yang ditawarkan oleh Waste4Change bernama Zero-Waste to Landfill, atau biasa disingkat ZWTL (bit.ly/W4CZWTL) Servis ini bertujuan untuk memastikan agar sampah-sampah dari klien Waste4Change tidak berakhir di TPA. Selain itu, jasa pengelolaan sampah yang ditawarkan oleh Waste4Change tidak hanya ditujukan untuk perusahaan/bisnis/perumahan, melainkan juga meliputi pengangkutan sampah individu.

Di tingkat perorangan, setiap orang dapat melaksanakan kegiatan pilah sampah dan membaginya menjadi beberapa kategori. Adapun cara-cara untuk memilah sampah dapat dibaca di bit.ly/W4CSegregation. Sampah yang sudah terpilah nantinya dapat disalurkan ke pihak-pihak yang mampu mengelola seperti bank sampah atau ke Waste4Change sendiri.

Apabila setiap orang ikut melakukan pilah sampah, maka istilah Zero Waste to Landfill (ZWTL) bukan merupakan sesuatu yang mustahil, dan kondisi TPA-TPA di Indonesia tidak akan seperti sekarang ini. Selain itu, Waste4Change ada untuk menawarkan jasa pengelolaan sampah demi mendukung terwujudnya misi Indonesia Bebas Sampah 2025 dan sistem Ekonomi Melingkar (circular economy).  

Hubungi Waste4Change untuk jasa pengangkutan sampah yang bertanggung jawab dan terpilah!
 Waste4Change’s operators posing in front of our garbage truck.
Operator beserta truk pengangkut sampah Waste4Change

Referensi:

  • https://www.kompasiana.com/arfi_nando/5a83becf16835f37112f3f12/tpa-bukan-tempat-pembuangan-akhir
  • https://bali.antaranews.com/berita/132770/revitalisasi-tpa-suwung-perpanjang-layanan-hingga-2024
  • https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/11/07/operasional-tpa-sarimukti-berakhir-2020-bandung-barat-pesimistis-bisa-bangun
  • http://jabar.tribunnews.com/2018/11/22/pembuangan-sampah-dari-bandung-raya-masih-akan-gunakan-tpa-sarimukti-hingga-2022-ini-alasannya
  • https://www.kompasiana.com/arfi_nando/5a829355cbe52315c9503dc3/tpa-bukan-tempat-pembuangan-akhir-sebuah-pemikiran-menyambut-hari-peduli-sampah-nasional-part-1
  • https://news.okezone.com/view/2018/03/01/1/47803/sampah-tpa-sarimukti-disumbang-dari-bandung-cimahi-dan-bandung-barat
  • https://kumparan.com/tugujogja/tpst-piyungan-ditutup-dlh-bantul-produksi-sampah-di-yogyakarta-terus-meningkat-1534409382602295922
  • https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2016/01/28/tpa-dan-tps-bukan-solusi-atasi-masalah-sampah
  • https://www.unisba.ac.id/index.php/id/logo/item/421-mohamad-satori-lebih-baik-hidup-dari-sampah-daripada-hidup-menjadi-sampah
  • http://rri.co.id/denpasar/post/berita/576823/daerah/kebakaran_tpa_suwung_masih_berlanjut.html
  • https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4312659/alasan-pemprov-jabar-targetkan-tppas-legok-nangka-beroperasi-2022/komentar
  • https://sumutpos.co/2018/01/19/perluasan-tpa-terjun-optimis-tahun-ini/2/
  • https://reporter88.com/dinas-kebersihan-medan-seser-gunungan-sampah-di-tpa-terjun/
  • https://sumutpos.co/2018/01/19/perluasan-tpa-terjun-optimis-tahun-ini/
  • https://news.metro24jam.com/read/2018/01/19/50292/sopir-truk-sampah-mengeluh-preman-kuasai-tpa-terjun

Related Post