Perbedaan Tempat Pembuangan Sampah Resmi & Tidak Resmi

Dimana kah kamu membuang sampah-sampah yang dihasilkan dari rumahmu? Semoga jawaban nya adalah di tempat pembuangan resmi, ya!

Contoh kondisi sungai Citarum yang dicemari limbah industri sekaligus sampah. Contoh limbah yang dibuang langsung ke sungai Citarum dan membuatnya tercemar berat. Kredit foto: Donny Iqbal/Mongabay Indonesia

Meski telah disediakan pemerintah berbagai tempat pembuangan sampah resmi, masih banyak warga yang enggan berkontribusi dan lebih memilih membuang sampah sembarangan, bahkan di sungai ataupun di pinggir jalan. 

Pentingnya Menggunakan Tempat Pembuangan Sampah Resmi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah mendirikan sebanyak 106 TPA atau TPST yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Data tersebut dapat dilihat pada laman resmi SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) Kementerian Lingkungan Hidup.

Dengan dibangunnya tempat pembuangan sampah resmi, pemerintah berharap mampu mencapai tujuan pengelolaan sampah yang baik dalam skala nasional. Diharapkan masyarakat juga turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan untuk tidak membuang sampah secara sembarangan.

Pentingnya menggunakan tempat pembuangan yang resmi adalah untuk menghindari adanya timbunan sampah di tempat yang tidak seharusnya seperti di pinggir jalan yang akan mengakibatkan polusi tanah serta udara bagi pengguna jalan. Selanjutnya di bantaran sungai yang dapat membuat sampah terbawa air dan mencemari air sungai. Bahkan pembuangan sampah di sungai langsung yang pasti nya merusak sungai dan dapat menyebabkan bencana banjir.

Dengan menggunakan tempat sampah yang legal artinya warga turut membantu program pemerintah untuk menjaga lingkungan serta menghindari bencana alam seperti banjir. 

Tempat Pembuangan Sampah Resmi

Pemerintah telah membangun fasilitas pengelolaan sampah resmi yang dikategorikan menjadi tempat penampungan sementara (TPS), tempat penampungan sementara 3R (TPS 3R), tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST), serta tempat pemrosesan akhir (TPA). Keempat tempat tersebut memiliki beberapa persyaratan teknis guna menghindari pencemaran lingkungan sesuai dengan Permen No. 2 Tahun 2013.

Example of TPS 3R in Magelang. Source: dkptkotamagelang.blogspot.com

Cara mengetahui tempat pembuangan resmi yang pertama adalah mengecek daftar tempat pembuangan resmi di situs resmi SIPSN Kementerian LHK. Pada situs tersebut, terdapat daftar TPA ataupun TSPT yang tersebar secara nasional. Selain itu, tempat pembuangan resmi memiliki beberapa persyaratan teknis sehingga tidak semua lahan bisa dijadikan tempat pembuangan sampah.

Selanjutnya adalah petugas yang bekerja di tempat pembuangan resmi tentunya di bawah naungan DLHK setempat, sehingga masyarakat perlu berhati-hati terhadap pelaku pengelola tempat pembuangan sampah ilegal yang melakukan pungutan sejumlah uang untuk membuang sampah di tempat tersebut.

Tempat Pembuangan Sampah Tidak Resmi

Minimnya keingintahuan masyarakat serta rendahnya sosialisasi soal pembuangan sampah ke TPA resmi menjadi pemicu bermunculannya tempat pembuangan sampah ilegal. Oleh karena itu, warga perlu melihat perbedaan tempat sampah yang ilegal yang sepatutnya tidak dijadikan tempat pembuangan sampah. 

Mari kita lihat kasus tempat pembuangan sampah ilegal yang terdapat di Kampung Buwek, Desa Sumber Jaya, Tambun, Bekasi. Sistem yang digunakan untuk membuang sampah di sana adalah open dumping, yang kini tidak lagi sesuai berdasarkan aturan pemerintah.

Open dumping sendiri adalah sistem pembuangan sampah yang dilakukan di atas landfill secara langsung tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu. Tidak lagi direkomendasikan karena akan membuat tingkat pencemaran lingkungan lebih tinggi dan cepat.

Pemerintah sebetulnya secara tegas akan menghukum pengelola tempat sampah ilegal dengan sistem tersebut sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2009 pada pasal 98 yang akan menghukum pelaku dengan hukuman 15 tahun penjara serta denda sebesar 15 miliar rupiah. 

Selain itu, tempat sampah ilegal sudah pasti tidak memenuhi persyaratan teknis seperti yang sudah di atur oleh pemerintah. Tempat penampungan sementara, misalnya, harus memenuhi beberapa kriteria seperti luas minimal 200 M2 dengan tersedia setidaknya 5 pengelompokkan jenis sampah dan lokasinya yang tidak mengganggu estetika maupun lalu lintas.

Contoh Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sumber: diy-buatansendiri.blogspot.com

Selanjutnya, kriteria yang juga penting untuk masyarakat ketahui bahwa tempat penampungan sementara yang resmi pasti memiliki jadwal pengumpulan serta pengangkutan sehingga warga tidak bisa membuang sampah sesuka hati karena dapat membuang terjadinya penumpukan sampah.

Penting bagi masyarakat mengetahui hal penting di atas. Sehingga, jika masyarakat menemukan tempat pembuangan sampah yang tidak sesuai dengan beberapa kriteria maka masyarakat dapat melakukan pengaduan dan DLH setempat akan melakukan penyidikan terhadap tempat pembuangan sampah tersebut. 

Yuk ikut jaga lingkungan dengan membuang sampah di tempat pembuangan sampah resmi!

[Sulistianing Ambar Wati]

Related Post