Pentingnya Investasi Berkelanjutan

Investasi berkelanjutan, juga dikenal sebagai investasi yang bertanggung jawab secara sosial, adalah proses memasukkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) ke dalam keputusan investasi.

Sumber: marinfa.com

Berikut merupakan faktor LST yang digunakan untuk mengevaluasi sebuah perusahaan: 

01. Lingkungan: Apakah perusahaan melakukan mitigasi terhadap kerusakan lingkungan dengan mengurangi emisi karbon, menggunakan energi terbarukan, atau bertanggung jawab dalam membuang limbahnya?
02. Sosial: Apakah perusahaan memperhatikan perannya dalam kehidupan masyarakat? Apakah perusahaan membayar upah secara adil, menyediakan lingkungan kerja yang aman, dan memegang peranan positif dalam masyarakat? Apakah perusahaan telah menerapkan perekrutan yang terbuka dan tidak diskriminatif?
03. Tata kelola: Apakah perusahaan disusun untuk menghindari konflik kepentingan? Apakah terdapat kompensasi terkait pertumbuhan jangka panjang dan keuntungan jangka pendek? Dan apakah perusahaan bergerak secara transparan? 

Faktor LST dalam investasi berkelanjutan. Sumber: justmeans.com
Faktor LST dalam investasi berkelanjutan. Sumber: justmeans.com

Ketika seseorang memilih investasi berkelanjutan, mereka akan berinvestasi di perusahaan dan organisasi yang bertujuan tidak hanya demi keuntungan finansial semata tetapi juga untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang terukur.

Sebelumnya, investasi berkelanjutan dipahami dengan adanya trade-off antara pengembalian dan pilihan investasi yang lebih selaras dengan nilai-nilai tertentu. Namun, saat ini, pandangan seperti itu cenderung berganti karena investasi berkelanjutan menghasilkan keuntungan, bahkan terkadang melebihi tolok ukur pasar.

Untuk saat ini, investasi berkelanjutan semakin dikenal dan layak dipertimbangkan bagi investor serta perusahaan karena nilainya yang meningkat.

Terdapat dua alasan utama mengapa investasi berkelanjutan dianggap penting:

1. Kesempatan bagi perusahaan untuk memperoleh keuntungan finansial

Sebagai permulaan, terdapat dana signifikan yang masuk dari klien yang kemudian mengalir ke investasi berkelanjutan. Faktanya, investasi berkelanjutan telah tumbuh 107,4% setiap tahun sejak 2012 dan saat ini telah menyumbang 18% dari assets under management (AUM) di industri manajemen kekayaan dan aset.

Meningkatnya permintaan akan investasi berkelanjutan ini tidak lepas dari peranan para milenial yang minat terhadap investasinya condong ke arah yang selaras dengan nilai-nilai pribadi yang dianut.

Lebih lanjut, kaum milenial juga diperkirakan mendapat lebih dari $30 triliun kekayaan yang diwariskan, membuat tren investasi berkelanjutan terus meningkat.

Oleh karena itu, jika perusahaan berhasil memanfaatkan kesempatan ini, selain memperoleh keuntungan finansial, relasi dengan klien pun dapat terbangun.

2. Pengaruhnya dalam Mendorong Pertumbuhan Pasar

Menurut laporan The Forum for Sustainable and Responsible Investments pada 2014, jumlah dana investasi berkelanjutan yang tersedia bernilai hampir tiga kali lipat sejak 2008.

Menurut EY, “pertumbuhan pasar yang mengejutkan tidak hanya didorong oleh milenial tetapi juga tren ekonomi makro yang berkembang,” dimana juga diperkiraan bahwa populasi dunia akan bertambah 2 miliar orang lagi pada tahun 2050.

Hal tersebut dan krisis iklim yang sedang berlangsung saat ini juga akan memberi tekanan lebih besar pada bisnis untuk melampaui business as usual (BAU) dan sebaliknya mencari terobosan serta perbaikan mendasar untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus berkembang tanpa semakin memperburuk keadaan lingkungan.

Sumber: blueandgreentomorrow.com

Selain itu, penelitian dari RBC Capital Markets juga melaporkan bahwa 64% dana LST yang dikelola secara aktif mengalahkan benchmark yang dimiliki, dibandingkan 49% dana tradisional hingga minggu pertama Agustus 2020.

Karena investasi berkelanjutan cenderung lebih menguntungkan dan terus menghasilkan kinerja yang prima di pasar, cepat atau lambat investor dan manajer aset harus menyusun kembali portofolionya dan mulai memasukkan dana LST di dalamnya.

Dari manakah Pengelolaan Limbah dalam Investasi Berkelanjutan?

Dalam konteks investasi berkelanjutan, perusahaan pengelola sampah seperti Waste4Change merupakan salah satu contoh perusahaan yang tidak sekedar memasukkan, melainkan menempatkan faktor LST sebagai pusat usahanya. Oleh karena itu, pengelolaan limbah juga merupakan bidang yang patut diperhatikan saat melakukan investasi berkelanjutan.

Investasi berkelanjutan adalah jalan setapak ke depan, dan merupakan sesuatu yang relevan, terutama di situasi dunia pasca pandemi.

Referensi:

2017. Ernst & Young LLP. Sustainable investing: The millennial investor

Related Post