Menuju Nol Emisi Plastik dan Ekonomi Sirkular dengan Waste Credit

Jika dalam konteks perubahan iklim kita mengenal istilah carbon neutral – kondisi dimana emisi karbon yang dilepas ke lingkungan setara dengan emisi yang diserap dari lingkungan – maka dalam konteks pengelolaan sampah, dikenal pula istilah plastic neutral. Konsepnya sama, yaitu suatu kondisi dimana jumlah emisi plastik yang dihasilkan setara dengan jumlah plastik yang dikelola dari lingkungan.

Bahkan, konsep plastic neutral ini sudah diterapkan oleh perusahaan makanan berbasis nabati (tempe) asal Inggris bernama Better Nature dengan bantuan dari partner rePurpose dan Waste4Change.

Cara Better Nature Menjadi Plastic Neutral

Produk Better Nature – Courtesy of The Grocer

Per Juni 2020, produk-produk olahan tempe dari Better Nature sudah memiliki sertifikasi Plastic Neutral. Artinya, Better Nature tidak menambah sampah di lingkungan karena jumlah sampah plastik yang dikeluarkan ditebus dengan cara mengoleksi dan mengelola plastik dari lingkungan dengan sistem waste credit.

Meski berbasis di Inggris, tim Better Nature sadar bahwa tempe sendiri merupakan makanan yang berasal dari Indonesia. Oleh karena itu, Better Nature memutuskan untuk mengimplementasikan program Plastic Neutral-nya di Indonesia dengan bantuan Waste4Change selaku konsultan sampah sekaligus partner eksekusi program.   

Lalu bagaimana cara kerjanya? Pertama-tama, Better Nature mengukur jumlah sampah yang mereka hasilkan demi mencari tahu berapa banyak sampah yang harus mereka kelola dari lingkungan untuk bisa mengimbangi jumlah yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan tersebut, Better Nature kemudian menyisihkan sekian persen keuntungan penjualan mereka untuk mendanai program pengumpulan 1.300 kilogram limbah plastik berkualitas rendah dari lautan dan TPS setiap tahunnya.   

Tahapan kedua yaitu plastik yang telah dikumpulkan dikelola dan digunakan kembali oleh Waste4Change, yang di dalam prosesnya turut memberdayakan petugas-petugas persampahan lokal. 

Terakhir, Better Nature akan terus bekerja sama dengan partner mereka, yaitu rePurpose Global untuk mengurangi penggunaan material plastik mentah/baru di masa depan demi membangun model bisnis yang lebih sirkular dan berkelanjutan.  

Selama bermitra dengan Waste4Change melalui program waste credit-nya, Better Nature sudah mengumpulkan sebanyak 1.918 kilogram limbah plastik dari laut dan tempat pengelolaan sampah (TPS).  Selain itu, program plastic neutral ini juga memberikan dampak sosial, dimana sebanyak 50 operator sampah beserta keluarga mereka turut mendapatkan pemasukan tambahan lewat program waste credit tersebut. Terakhir dan tidak kalah penting, program Plastic Neutral ini juga membantu mencegah kurang lebih 5 ton emisi karbon dioksida dilepas ke udara.  

Bahkan, Better Nature juga sudah sempat “naik level” dari yang awalnya hanya Plastic Neutral menjadi Plastic Negative, suatu kondisi dimana jumlah sampah plastik yang dilepas ke lingkungan berada jauh dibawah jumlah plastik yang dikumpulkan dan dikelola dari lingkungan. 

Waste Credit dari Waste4Change

Layanan waste credit dari Waste4Change memfasilitasi perusahaan untuk membantu mendanai proyek-proyek pengumpulan dan pengelolaan sampah dari lingkungan demi terwujudnya ekonomi sirkular sekaligus membantu perusahaan itu sendiri untuk “menebus” jumlah limbah yang mereka hasilkan ke lingkungan. 

Waste credit sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu Material Recovery dan Water Cleanup

The waste management flow of Waste Credit service through Water Cleanup methods.

Material Recovery

Untuk Material Recovery, perusahaan bisa menyasar jenis material sampah tertentu yang akan dikumpulkan dan dikelola oleh Waste4Change. Adapun contoh jenis sampah yang strategis untuk dikumpulkan dan didaur ulang adalah Multilayer Plastic (MLP) Packaging atau kemasan plastik multilayer. 

Menurut Plastic Waste Management (2016), kemasan plastik multilayer dapat didefinisikan sebagai “material yang digunakan sebagai kemasan dan memiliki setidaknya satu lapisan plastik sebagai bahan utama yang kemudian dikombinasikan dengan material lain seperti misalnya kertas, kertas karton, polimer, atau aluminium foil, baik dalam bentuk terlaminasi atau dalam struktur yang diekstrusi.”

Kenapa multilayer plastik? MLP menjadi material “primadona” dalam industri makanan dikarenakan kemampuannya untuk melindungi bahan makanan yang cenderung sensitif serta membantu memperpanjang usia makanan. Meski begitu, kemasan multilayer merupakan salah satu jenis sampah yang sulit didaur ulang dan kebanyakan berakhir di TPA (atau lebih buruk lagi, di lingkungan). Diperkirakan sebanyak 1,4 juta ton sampah kemasan multilayer plastik berakhir di lingkungan di tahun 2019. Tidak hanya itu, menurut data Bappenas (2012), hanya 12% kemasan plastik yang sudah didaur ulang di Indonesia.     

The launch and test run of the SeeHamster

Water Cleanup

Bentuk kedua dari layanan waste credit yang ditawarkan Waste4Change ialah melalui Water Cleanup, yaitu proyek pengambilan sampah dari sungai, pesisir, maupun badan-badan air lainnya untuk kemudian dikelola dan didaur ulang. 

Kegiatan pengambilan sampah dari badan air ini akan difasilitasi dengan kapal penjerat sampah yang sudah beroperasi di sungai di Bekasi, (SeeHamster), tentunya dengan mengikuti prosedur yang ada dan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai. 

Portofolio Waste Credit dari Waste4Change 

Waste4Change telah resmi terdaftar menjadi impact partner dari rePurpose yang berbasis di Indonesia dan mendapatkan sertifikasi Verified Plastic Credit Provider dari rePurpose Global sesuai dengan standar prosedur internasional. 

Kemudian sejak bulan Agustus 2020, Waste4Change telah mengumpulkan sebanyak 40 ton sampah multilayer plastik yang apabila tanpa program tersebut, maka akan berakhir mencemari lingkungan. Tidak hanya itu, Waste4Change juga bekerja sama dengan industri pemrosesan sampah yang kredibel dan terpercaya demi menyediakan sertifikat daur ulang. Contoh partner daur ulang kami antara lain Semen Tiga Roda dan Solusi Bangun Indonesia. 

Simak juga kisah sukses dari implementasi program waste credit yang menuai hasil berupa Plastic Neutrality (nol emisi plastik) oleh partner kami, Better Nature, melalui webinar “Plastic Neutral for Sustainable Food Industry”.

Webinar Plastic Neutral for Sustainable Food Industry
Webinar Plastic Neutral for Sustainable Food Industry – 27 July 2021

Baca artikel versi Inggris.

Related Post