Mengetahui Lebih Dalam Mengenai Hujan Asam
Revolusi industri di Inggris merupakan suatu masa yang bersejarah. Terutama dalam kaitannya dengan lingkungan, revolusi industri telah menunjukkan berbagai macam fenomena dan penemuan salah satunya adalah penemuan hujan asam yang pertama kali dilaporkan terjadi di Manchester.

Kemudian pada tahun 1852, terdapat hasil penemuan yang menyatakan bahwa hujan asam memiliki kaitan erat dengan polusi udara. Selanjutnya di tahun 1872 istilah hujan asam mulai secara luas digunakan di berbagai negara serta semakin banyak riset yang dilakukan terhadap fenomena tersebut.
Hingga saat ini, hujan asam telah selalu menjadi suatu pembahasan yang krusial ketika berkenaan dengan isu perubahan iklim di era industri. Mari simak dan ketahui lebih dalam mengenai apa itu hujan asam dalam artikel Waste4Change berikut ini.
Apa itu Hujan Asam?
Hujan asam merupakan suatu fenomena alam yang berupa turunnya asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Meskipun dinamakan ‘hujan’, namun fenomena hujan asam ini bukan hanya berbentuk hujan air saja. Melainkan dapat pula terjadi dalam berbagai bentuk lain yang meliputi disposisi basah seperti kabut, salju, dan butiran es, dan disposisi kering seperti gas, debu, atau partikel padat lainnya.

Berkaitan dengan tingkat keasaman, hujan asam memiliki kadar pH di bawah angka 5. Sementara pH normal air hujan adalah berkisar antara 5 sampai 6. Semakin rendah tingkat pH air hujan, maka semakin tinggi kadar keasaman hujan dan semakin kuat dampak korosifnya.
Fenomena hujan asam telah menjadi concern bagi negara-negara di dunia. Sebab, persoalan iklim bukanlah yang yang sepele. Menjaga keseimbangan iklim adalah tanggungjawab bersama. Di beberapa negara industri besar seperti Cina, negara-negara Eropa Barat, serta Amerika, menghadapi persoalan yang serius terkait tanggungjawab mengelola gas emisi penyebab hujan asam. Sehingga, tiap indusytri perlu menekan gas emisi yang dihasilkan agar tidak memperburuk kualitas udara yang memicu hujan asam. Hal tersebut juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Karena, penyebab hujan asam dapat diidentifikasi dari berbagai aktivitas manusia terutama di wilayah industri.
Penyebab Terjadinya Hujan Asam
Terjadinya hujan asam dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Baik itu faktor alamiah maupun faktor lainnya seperti dari aktivitas manusia yang tidak memperdulikan keseimbangan alam. Secara alamiah, hujan asam bisa disebabkan dari adanya semburan gunung berapi, atau pun dari proses biologis yang terjadi di tanah, rawa, dan laut.
Hujan asam dapat terjadi ketika belerang (sulfur) dan nitrogen di udara bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NOx). Zat-zat tersebut kemudian berdifusi ke atmoser dan bertemu dengan air kemudian bereaksi membentuk asam sulfat dan asam nitrat. Zat tersebut adalah senyawa asam tinggi yang bersifat mudah larut, sehingga akan bergabung dan jatuh bersama dalam bentuk air hujan asam.

Meskipun dapat dipicu oleh aktivitas alam, namun pada nyatanya fenomena hujan asam lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia. Seperti contohnya dari aktivitas industri, pembakaran minyak bumi, pembangunan pembangkit tenaga listrik, peleburan logam, penggunaan kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan berbagai aktivitas tersebut dapat menghasilkan gas yang bisa terbawa ke atmosfer dan bereaksi hingga membentuk hujan asam.
Untuk aktivitas manusia yang menggunakan kendaraan bermotor contohnya, emisi gas buang dapat dihasilkan dari sisa hasil pembakaran asap kendaraan bermotor. Sisa hasil pembakaran tersebut berupa gas CO atau karbon monoksida yang beracun, gas CO2 atau karbon dioksida, serta NOx yang merupakan nitrogen oksida. Selain terbawa oleh udara menuju atmosfer, gas sisa hasil pembakaran yang dikeluarkan oleh kendaraan melalui knalpot ini juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan di sekitarnya.
Bahaya Hujan Asam
Fenomena hujan asam perlu ditangani secara serius sebab hujan asam dapat membawa dampak berbahaya yang masif bagi bumi sebagai satu-satunya rumah bagi seluruh makhluk hidup. Berbagai bahaya yang dapat dihasilkan dari hujan asam adalah meliputi:
- Dampak bagi kesehatan manusia
Hujan asam yang dipicu oleh polusi udara akibat pembakaran yang tidak sempurna akan membahayakan kesehatan manusia. Partikel hujan asam saat dibawa turun ke tanah menyebarkan dampak negatif berupa potensi gangguan tenggorokan, asma, iritasi pernapasan, serta batuk kering yang umumnya baru akan dirasakan dalam jangka waktu panjang. Dampak negatif tersebut sangat rentan menyerang lansia, anak-anak, dan penderita gangguan paru-paru dan jantung.
- Dampak bagi lingkungan
Untuk lingkungan, bahaya hujan asam dapat merugikan siste perairan dan area hutan. Di daerah perairan, efek hujan asam bisa mengakibatkan kematian dan punahnya berbagai jenis spesies biota air karena tingkat asam air akan semakin tinggi dan tidak lagi baik untuk menjadi tempat hidup hewan air.
Di area hutan, air hujan asam membawa zat-zat berbahaya yang akan menurunkan kualitas tanah dan merusak lapisan daun. Imbas dari hujan asam dapat terlihat dari terganggunya proses fotosintesis dan kematian berbagai jenis flora alami hutan.
- Dampak bagi bangunan
Selain berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan, hujan asam juga merugikan area bangunan. Dikarenakan tingginya senyawa kimia yang dimiliki oleh hujan asam, maka ketika air hujan mengenai benda logam maka akan menimbulkan karat. Sifat korosif hujan asam tersebut jika terus menerus mengenai karat, maka akan membuat bangunan berwarna usang, strukturnya keropos dan rapuh.
Ketahui Cara Bijak Jaga Lingkungan melalui AKABIS dari Waste4Change
Fenomena hujan asam yang terjadi saat ini disebabkan mayoritas oleh aktivitas industri dan manusia, oleh karena itu diperlukan kesadaran dan pengetahuan yang baik mengenai hujan asam dan cara bijak untuk mengatasinya. Dalam hal ini, Waste4Change memiliki program bernama AKABIS yang berbasis pada Waste Management Academy. Program ini terdiri dari 3 aktivitas utama, yakni; AKABIS Class, AKABIS Workshop, dan AKABIS Xperience. Temukan lebih lanjut tentang AKABIS by Waste4Change di sini!
