Mengenal Konsep Green Living pada Hunian
Istilah sustainable, zero waste, go green, hingga eco friendly, tentu sudah tak asing lagi. Ada satu lagi istilah serupa yang mencakup aspek lebih besar, yaitu green living.

Green Living juga dikenal dengan sebutan hidup berkelanjutan, di mana cara hidup yang dianut berfokus untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tidak hanya bisa diterapkan dalam gaya hidup saja, tapi juga hunian, seperti rumah dan gedung.
Konsep Green Living
Konsep green living tidak hanya berfokus pada mengurangi plastik sekali pakai atau menggunakan kendaraan umum sebagai transportasi utama saja.
Lebih dari itu, mencakup banyak hal yang bisa mengurangi dampak kerusakan lingkungan secara makro. Misalnya, menghemat energi, menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, mengatur sistem pengolahan limbah yang baik, menggunakan teknologi hijau dan masih banyak lagi lainnya.
Seperti yang diketahui, permasalahan lingkungan masih menjadi sorotan. WHO External menyebut hampir seperempat dari 13 juta kematian setiap tahunnya, disebabkan oleh lingkungan. Penyakit seperti permasalahan paru-paru kerap disebabkan oleh kualitas udara yang buruk, begitu juga penyakit kardiovaskular dan stroke.
Untuk mengurangi risiko tersebut, penerapan konsep green living dalam kehidupan sehari-hari bisa jadi solusi, karena memiliki banyak manfaat. Tidak hanya manfaat bagi lingkungan, tapi juga kesehatan manusia dan makhluk hidup di bumi.
Kelebihan dan Kekurangan Green Living
Sama seperti konsep hidup lainnya, green living juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa kelebihan penerapan green living, terutama pada hunian:
Menghemat Uang
Menerapkan green living pada hunian, artinya berfokus pada penggunaan bahan bangunan yang berkelanjutan, dan tidak harus baru. Dengan begitu, kita dapat menekan pengeluaran, mulai dari pembangunan hingga pemeliharaan bangunan. Misalnya menggunakan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sebuah bangunan, selain hemat energi, panel surya dapat mengurangi biaya tagihan listrik, dan penghematan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Mengurangi Dampak Negatif pada Lingkungan
Tidak hanya hemat, menerapkan green living dalam kehidupan sehari-hari juga dapat membantu mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Seperti diketahui, kondisi alam saat ini memprihatinkan. Pencemaran ada di mana-mana, di air, tanah, bahkan udara. Dengan menerapkan konsep ini, risiko dari bahaya pencemaran tersebut bisa dikurangi.
Menjaga Kesehatan
Dalam konsep green living, penggunaan bahan alami sangat diutamakan. Menggunakan bahan alami jauh lebih sehat dibanding bahan kimia. Sehingga, dengan menerapkan green living, paparan bahan kimia berbahaya bisa dikurangi, dan membuat kualitas lingkungan jadi lebih baik. Dengan begitu, kesehatan manusia dan makhluk hidup yang tinggal di lingkungan tersebut jauh lebih terjaga, dan terhindar dari risiko penyakit dan masalah kesehatan.
Meski memiliki banyak kelebihan, butuh penyesuain untuk bisa menerapkan konsep green living ini. Konsep ini memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:
Keterbatasan Pilihan
Keterbatasan pilihan ini disebabkan oleh masih belum banyaknya variasi dari inovasi yang ramah lingkungan. Ini membuat pilihan untuk menerapkan green living sedikit terbatas. Misalnya saja dalam pemilihan bahan bangunan yang berkelanjutan, jumlahnya tidak sebanyak bahan bangunan umum yang terbuat dari bahan kimia.
Kebiasaan
Kekurangan konsep green living selanjutnya ialah kebiasaan hidup dalam kemudahan dan kepraktisan tanpa memikirkan keberlanjutan dan risiko kerusakan alam. Kebiasaan ini akan sulit diubah. Pun, jika sudah menerapkan konsep green living, adaptasi yang dilakukan mungkin butuh waktu yang agak lama. Selain itu, perlu tekad yang kuat dalam mengubah gaya hidup.
Biaya Awal yang Lebih Mahal
Sebelumnya disebutkan jika green living bisa menghemat biaya dalam jangka panjang. Akan tetapi, biaya awal pemasangan akan jauh lebih mahal karena keterbatasan pilihan. Misalnya saja pemasangan panel surya yang memerlukan biaya tak sedikit.
Kekurangan konsep ini lebih sedikit dibanding dengan kelebihan dan manfaat yang akan diperoleh. Kekurangan ini juga bisa ditekan apabila pemahaman konsep sudah tertanam dengan baik.
Karakteristik Hunian Green Living dan Contohnya di Indonesia
Dengan banyaknya kelebihan dan manfaat dari green living, kini makin banyak perusahaan/organisasi/yayasan/kelompok dan juga masyarakat yang menerapkan konsep ini. Para pemilik gedung mulai melirik konsep ini untuk diterapkan di hunian mereka. Untuk mengetahui apakah sebuah hunian menerapkan green living atau tidak, berikut beberapa karakteristiknya:
Menggunakan Teknologi Hijau
Sebuah hunian atau gedung yang mengaku menerapkan konsep green living, umumnya dilengkapi dengan teknologi hijau. Misalnya keberadaan sistem penyimpanan energi, sistem otomatis untuk menghemat energi, dan memiliki sistem energi panas bumi.
Hemat Energi dan Air
Karena penerapan teknologi hijau tersebut, sebuah hunian akan lebih hemat energi dan air. Karakteristiknya bisa dilihat dari penggunaan sumber listrik, misalnya menggunakan panel surya dan lebih banyak menggunakan kaca untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Sedangkan karakteristik hemat air bisa dilihat dari pemilihan toilet dan juga adanya pengumpul air hujan.
Memiliki Sistem Pengolahan Limbah
Karakteristik hunian green living selanjutnya ialah memiliki sistem pengolahan limbah yang baik. Tidak hanya sistem pengolahan sampah saja tapi juga air limbah. Ini bisa dilihat dari keberadaan tempat sampah yang sudah digolongkan berdasarkan jenis sampah yang ada, juga keberadaan incinerator, atau alat pengolahan limbah lain yang ramah lingkungan.
Beberapa gedung di Indonesia mengaku sudah menerapkan green living pada bangunan mereka. Seperti gedung Kementerian PU, Menara BCA dan Pacific Place. Melansir dari laman Majalah CSR.id, bangunan tersebut telah mendapatkan sertifikasi dari Green Building Council Indonesia.
Selain itu, The Darmawangsa Jakarta dan Binus School Bekasi, juga telah menerapkan konsep green living. Mereka telah menjadi pelanggan salah satu layanan Waste4Change, Reduce Waste to Landfill (RWTL), yang berfokus pada pengolahan sampah. RWTL tidak hanya memberikan layanan pengangkutan sampah saja, tapi juga memberikan pelayanan sistem manajemen sampah yang bertujuan untuk mengurangi pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Untuk menerapkan konsep green living pada hunian, penting untuk memastikan sistem pengolahan sampahnya baik, berkelanjutan dan ramah lingkungan.
