Industry Updates

Memahami Investasi Hijau

Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah ‘melek’ dengan kegiatan investasi. Data OJK per September 2021, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia telah mencapai angka lebih dari 6,1 juta investor. Tapi, bagaimana dengan kegiatan investasi hijau?

tujuan investasi hijau
Hadirnya investasi hijau

Menurut laporan Brian and Company, Indonesia berada di urutan kelima di ASEAN yang memiliki nilai investasi hijau sebesar US$1,79 miliar. Tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial hingga, kini investasi juga turut memperhatikan manfaat terhadap sisi sosial bahkan lingkungan.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Investasi Hijau?

Menurut OJK, investasi hijau atau green investment adalah investasi yang fokus pada aspek-aspek lingkungan (environment), sosial (social) dan tata kelola yang baik (governance).

Tujuan dari investasi ini adalah untuk menjaga kelangsungan perekonomian dan kehidupan di muka bumi. Investasi hijau juga sekaligus menjadi peluang untuk turut serta memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan lingkungan.

OECD mendefinisikan investasi hijau pada aset yang dianggap ‘hijau’, misalnya energi terbarukan perusahaan, aset pengelola dana hijau tematik, atau kredit karbon. Dalam pelaksanaannya, investasi hijau juga bisa dilakukan dalam bentuk overlay investasi, misalnya integrasi perubahan iklim atau ESG (Environtmental Social Governance) elemen dalam pendekatan investasi umum atau kepatuhan hukum SRI (Social Responsible Investment).

Para investor dalam investasi hijau dapat memasukan dananya ke perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam inisiatif berkelanjutan. Contohnya seperti energi terbarukan, pengurangan polusi, manajemen sampah, clean technology, atau perusahaan lain yang memiliki keterlibatan dalam pembangunan berkelanjutan. 

Salah satu contoh investasi hijau yang dilakukan oleh perusahaan adalah Apple yang melakukan obligasi hijau (green bonds) senilai 1,5 milliar USD. Kemudian pada tahun 2016 Apple mendapatkan penghargaan Environmental Finance berkat inisiatifnya tersebut.

Tujuan Investasi Hijau

Tujuan investasi hijau adalah untuk mendukung terlaksananya dampak positif bagi lingkungan dari aktivitas perekonomian suatu badan/perusahaan.

Selain itu, juga untuk mendukung transisi ke ekonomi yang lebih berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. 

Tujuan hadirnya investasi hijau diharapkan dapat mendorong kesadaran generasi yang akan datang terkait tanggung jawab memelihara alam sebagai tempat hidup berbagai makhluk hidup.

Dampak Investasi Hijau

Menurut DGB Group, suatu perusahaan pengembang proyek karbon dan restorasi ekosistem terkemuka berbasis di Belanda, investasi hijau memiliki keuntungan dan peluang yang signifikan baik bagi para investor itu sendiri maupun bagi lingkungan.

Berikut adalah kelebihan yang dapat diberikan oleh investasi hijau:

1. Mendapatkan nilai ‘return’ yang kuat

Produk-produk investasi hijau dapat memberikan nilai return yang solid dengan arus kas yang stabil. Sehingga mampu memberikan keuntungan finansial yang tidak kalah menarik dari instrument investasi tradisional lain pada umumnya.

2. Diversifikasi portofolio 

Seperti yang dipahami bersama, diversifikasi adalah hal yang penting dalam dunia investasi. Memasukkan investasi hijau ke dalam portofolio dapat membantu mendiversifikasi investasi dan mengurangi risiko secara keseluruhan. 

3. Berkontribusi untuk masa depan yang lebih baik

Dengan berinvestasi dalam proyek ramah lingkungan, investor memberikan kontribusi yang berarti untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Tidak terbatas pada aktivitas tradisional, seperti menanam pohon.

Inisiatif lingkungan dapat pula dilakukan secara sederhana melalui alokasi dana investasi ke instrument hijau yang ditawarkan oleh berbagai aplikasi di telepon genggam.

Di samping berbagai keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi hijau, terdapat kekurangan investasi hijau yang masih menjadi pertimbangan para investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi pada area yang berdampak pada lingkungan. Hal ini didasarkan pada kekurangan pasar investasi hijau saat ini terbilang masih relatif kecil dibandingkan dengan investasi tradisional.

Kekurangan dari Implementasi Investasi Hijau

Di Indonesia sendiri, investasi hijau masih belum secara luas dan menyeluruh dikenal oleh semua kalangan investor. Di samping itu, para investor juga belum terlalu memiliki concern terhadap lingkungan karena tujuan investasi mereka masih hanya berorientasi pada profit finansial saja. Dalam hal ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perkembangan investasi hijau Indonesia melalui KEHATI (Yayasan Keanekaragaman Hayati).

Para investor dapat menjadikan Indeks KEHATI sebagai acuan jika ingin berinvestasi pada saham-saham yang memiliki predikat hijau. Indeks KEHATI mengukur kinerja harga saham dari 25 perusahaan yang tercat memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau disebut Sustainable and Responsible Investment (SRI). 

Gaungkan Inisiatif Lingkungan Hijau Berkelanjutan dengan RWTL

Dari investasi hijau, dapat disadari bahwa mengambil andil untuk berkontribusi bagi lingkungan berkelanjutan juga menjadi tanggung jawab perusahaan. Banyak perusahaan yang mulai berfokus untuk pengurangan karbon, energi hijau, serta pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. 

Berkaitan dengan pengelolaan limbah (waste management), salah satu hal yang menjadi perhatian adalah terkait jumlah sampah yang dihasilkan di permukaan tanah. Waste4Change hadir dengan Reduce Waste to Landfill sebagai program untuk membantu bisnis dan pengelola bangunan untuk mengelola sampah yang mereka hasilkan dengan menawarkan jasa angkut sampah. Pelajari tentang layanannya di sini!

[Sulistia Wargi]

Referensi:

Green Investment

https://www.sofi.com/learn/content/green-investing/

https://www.oecd.org/environment/WP_24_Defining_and_Measuring_Green_Investments.pdf https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40725 

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami