Layanan Jasa Angkut Sampah Jakarta untuk Masa Depan Hijau

Kebutuhan akan jasa angkut sampah semakin mendesak, khususnya di Kota Jakarta.

Di tengah pertumbuhan populasi yang pesat dan urbanisasi yang terus berlangsung, sampah yang dihasilkan pun terus meningkat.

Manajemen jasa angkut sampah Jakarta yang efektif menjadi kebutuhan demi kebersihan lingkungan sekitar, masa depan yang lebih hijau dipertaruhkan.

Lantas, bagaimana sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah di Jakarta? Mari simak ulasannya berikut ini!

Jakarta Hasilkan 7 Ribu Ton Sampah Per Hari

Data menunjukkan bahwa Jakarta menghasilkan lebih dari 7 ribu ton sampah setiap hari, dan angka ini terus meningkat.

sampah organik

Sumber utama sampah di Jakarta adalah rumah tangga, industri, dan sektor komersial, termasuk jenis sampah organik dan sampah anorganik.

Peningkatan konsumsi, terutama plastik, menjadi salah satu penyebab utama peningkatan volume sampah di ibu kota Indonesia.

Jenis Sampah

Volume Sampah yang Terangkut/Hari Menurut Jenis Sampah di DKI Jakarta (Ton)

2018 2019 2020 2021 2022
Organik 4.009,43 3.519,14 4.078,28 3.888,19 3.761,90
Anorganik 3.671,69 4.139,86 3.466,79 3.305,20 3.749,84
B3 41,69 43,07 42,41 40,44 31,68
Total 7.722,81 7.702,07 7.587,49 7.233,82 7.543,42

Fasilitas Pengelolaan Sampah Tahun 2024

Demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, peran jasa angkut sampah Jakarta pun menjadi sangat krusial.

Mereka bertanggung jawab untuk mengumpulkan sampah dari rumah-rumah, tempat bisnis, dan lokasi umum lainnya.

Kemudian, sampah ini dibawa ke tempat-tempat pembuangan sampah (TPS) atau tempat pembuangan akhir (TPA) untuk pengelolaan lebih lanjut.

Di Jakarta, terdapat berbagai lokasi TPS yang berfungsi sebagai titik pengumpulan awal sampah sebelum diangkut ke TPA.

Beberapa TPS yang terkenal adalah TPS Bantar Gebang dan TPS Cipayung.

Sedangkan TPA di Jakarta mencakup TPA Bantar Gebang, yang merupakan salah satu tempat pembuangan akhir terbesar se-Asia Tenggara.

Untuk mengurangi penumpukan sampah, Pemprov DKI pun membangun empat Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) makro di ibu kota.

Pemerintah Jakarta menargetkan keempat FPSA itu bisa rampung dibangun pada 2024.

Adapun FPSA ini berada di empat lokasi dalam kota Jakarta, yaitu FPSA Sunter (pusat), FSPA wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

FPSA diklaim dapat mengurangi beban sampah Jakarta hingga 2 ribu ton per hari dengan teknologi ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan polusi udara.

Kehadiran Jasa Angkut Sampah di Jakarta

Di tengah menumpuknya sampah, kehadiran perusahaan yang berfokus pada pengelolaan sampah pun menjadi sangat penting.

Setelah berhasil membuat sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF), kini pihak swasta siap membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Program tersebut diinisiasi oleh PT. Daya Barus Nusantara (DBN), yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara.

Sekarang, sudah ada banyak pula perusahaan atau startup yang menawarkan jasa angkut sampah di Kota Jakarta dan sekitarnya, seperti layanan Waste4Change.

Pemerintah Daerah Jakarta bahkan telah berkolaborasi dengan sebagian perusahaan di atas untuk mengatasi permasalahan sampah yang menggunung.

Ini termasuk kerja sama dengan perusahaan manajemen sampah, salah satunya memperkuat tata kelola sampah dari hulu ke hilir.

Program untuk Meningkatkan Kesadaran akan Sampah

Meskipun penting, pemrosesan sampah yang tepat dan infrastruktur yang memadai masih terbilang sangat terbatas.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta tentang pengelolaan sampah pun jadi tugas bersama.

Edukasi tentang pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik, dan praktik daur ulang sampah masih perlu terus ditingkatkan.

Berangkat dari sini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Persampahan pada 2021 lalu.

Program ini melibatkan berbagai sektor termasuk badan usaha, asosiasi, dan komunitas lingkungan yang mendukung bank sampah, TPS 3R, dan komunitas pengelola sampah.

DKI Jakarta juga mulai menerapkan Program Pemilahan dan Pengangkutan Sampah Terjadwal di 147 Rukun Warga (RW) percontohan.

Upaya edukasi untuk mengurangi, memilah dan mendaur ulang sampah juga dijalankan, termasuk pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Pemerintah pun mendukung pelatihan pengolahan sampah organik dan E-Waste serta kolaborasi antara penyedia jasa pengelolaan sampah resmi di wilayah Jakarta.

Berapa Kisaran Harga Jasa Angkut Sampah di Jakarta?

Harga jasa angkut sampah Jakarta bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti volume sampah, lokasi, dan jenis layanan yang dibutuhkan.

Tarifnya dapat berkisar antara Rp50 – Rp200 ribu per bulan untuk rumah tangga, sementara bisnis mungkin membayar lebih tergantung pada kebutuhan mereka.

Bahkan ada beberapa jasa angkut sampah Jakarta yang menawarkan biaya mulai dari Rp40 ribu per bulan.

Manajemen sampah yang efektif adalah kunci untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Jakarta.

Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan institusi yang terkait dengan jasa angkut sampah Jakarta.

Penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar kita dapat bergerak menuju lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca versi Inggris

Related Post