Kunjungan Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark Beserta Segenap Delegasi Kedutaan Denmark ke Kantor Waste4Change
Bekasi, 5 Desember 2019 – Waste4Change mendapat kehormatan untuk menerima kunjungan dari Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark beserta segenap delegasi dari Kedutaan Denmark di kantor Bekasi, pada hari Kamis, 5 Desember 2019.
Rombongan delegasi dari Kedutaan Denmark turut disambut oleh Ibu Risma Yunarti selaku perwakilan dari VIDA Bekasi. Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplor solusi-solusi yang sudah ada dalam menanggulangi permasalahan sampah yang dihadapi Indonesia, seperti yang tergambar dari situasi di TPST Bantar Gebang.

Dari kiri ke kanan: Bapak M. Ibnu Said – Duta Besar Indonesia untuk Denmark, Ibu Risma Yunarti – Perwakilan dari Vida Bekasi, Bapak Rasmus Prehn – Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark, Mohamad Bijaksana Junerosano – Pendiri dan CEO Waste4Change.
Sekitar pukul 09.30 pagi, Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark, bapak Rasmus Prehn, yang didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Denmark, bapak M. Ibnu Said, beserta segenap delegasi Kedutaan Denmark sampai di kantor Waste4Change.
Acara kemudian dimulai dengan sesi presentasi oleh Mohamad Bijaksana Junerosano selaku pendiri dan CEO Waste4Change, mengenai model bisnis Waste4Change yang bergerak di bidang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan sembari mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah milik Waste4Change, yaitu Rumah Kompos dan Rumah Pemulihan Material.

Sistem pengelolaan sampah yang buruk memang masih menjadi masalah di Indonesia. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2015 menyatakan bahwa sebanyak 81% sampah domestik tidak dipilah.
Dari total 175.000 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, sebanyak 69% sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 10% sampah dikubur, 5% sampah dibakar, dan 8.5% sampah tidak dikelola, yang kemudian berakhir di perairan seperti sungai dan laut dan menyebabkan polusi yang merusak ekosistem.

Denmark sendiri memiliki komitmen yang kuat terhadap isu pengelolaan sampah padat di Indonesia, terutama di bawah Danida, proyek kerjasama pembangunan Denmark yang berada di bawah Kementerian Luar Negeri Denmark. Danida sendiri banyak memberikan dana hibah penelitian untuk institusi-institusi di Indonesia yang memiliki program untuk mengatasi isu pengelolaan sampah padat.
Selain isu pengelolaan sampah padat, Denmark juga menaruh perhatian yang kuat terkait implementasi sistem Ekonomi Melingkar (Circular Economy) di Indonesia. Kedutaan Denmark juga turut mendanai acara Indonesia Circular Economy Forum tahun 2018 dan 2019 yang diselenggarakan oleh Greeneration Foundation.
Dengan adanya kunjungan dari Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark beserta segenap delegasi Kedutaan Denmark ke kantor Waste4Change, diharapkan dapat melahirkan kolaborasi-kolaborasi antara Waste4Change dan Kedutaan Denmark di bidang pengelolaan sampah demi mengatasi permasalahan sampah yang dihadapi oleh Indonesia.
Baca artikel versi Bahasa Inggris/English version di sini.
