Industry Updates

Kotoran Hewan Peliharaan Bisa Dikompos?

Mengompos menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah organik menumpuk di tempat sampah. Kompos biasanya terbuat dari sampah organik, seperti sisa potongan sayur, daun kering, kulit telur, kardus. Tapi apakah kotoran hewan peliharaan bisa dibuat kompos?

kompos kotoran hewan
Cek selengkapnya di Twitter @waste4change

Kita biasanya mengenal pupuk kandang. Pupuk yang terbuat dari olahan kotoran hewan ternak ini bagus untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Tapi perlu digaris bawahi, bahwa tidak semua sampah organik bisa dijadikan kompo begitupun kotoran hewan, khususnya hewan peliharaan kucing dan anjing.

Apakah Kotoran Hewan bisa Dikompos?

Kotoran hewan memang tergolong dalam bahan organik yang bisa terurai, tapi tidak semua kotoran hewan bisa dijadikan sebagai pupuk. Kandungan tiap kotoran hewan ada beragam, tergantung makanan yang dikonsumsi hewan tersebut.

Kotoran hewan yang bisa dijadikan kompos adalah kotoran dari sapi, ayam, kambing, domba, kuda, kelelawar dan burung.

Biasanya terkandung dari makanan mereka yang umumnya adalah tumbuhan, seperti daun, rumput, biji-bijian dan buah-buahan. Sehingga, kotoran yang mereka hasilkan memiliki manfaat sebagai pupuk.

Melansir dari buku Sustaination (Dwisasetyaningtyas, 2019), kotoran kucing dan anjing bisa dijadikan kompos, tapi kompos khusus dan tidak untuk dipanen.

Jenis Sampah Organik Kotoran Hewan

Seperti yang sudah disebutkan, kotoran makhluk hidup, baik manusia, hewan atau tumbuhan, termasuk dalam jenis sampah organik.

Biasanya dalam rumah tangga, kompos dibuat dari sisa potongan sayur dan bahan-bahan organik lain, seperti potongan kardus, serbuk kayu, dan daun kering. Sedangkan dalam pembuatan kompos, tidak semua kotoran bisa dimanfaatkan.

Sama halnya dengan tumbuhan gulma yang tidak disarankan untuk kompos, ada beberapa kotoran hewan yang bersifat mirip dengan tumbuhan gulma ini. Berikut beberapa jenis kotoran ternak yang bisa digunakan sebagai bahan kompos yang baik:

1. Kotoran Sapi

Kotoran hewan memamah biak ini sudah cukup sering dielukan sebagai pupuk. Kompos kotoran hewan sapi yang kering, memiliki kandungan nutrisi yang baik, yakni nitrogen sebanyak 2 persen, fosfor sebanyak 2 persen, dan kalium sebanyak 2,4 persen. Selain itu, kotoran yang termasuk dalam sampah organik ini juga mengandung selulosa yang tinggi.

2. Kotoran Unggas

Pupuk kandang atau pupuk organik yang berasal dari kotoran ayam atau jenis unggas lain, sudah lama digunakan para petani. Kotoran ayam mengandung 25 hingga 45 persen bahan organik yang terdiri dari nitrogen, fosfor dan kalium. Selain bisa langsung digunakan sebagai pupuk kandang, kotoran ayam juga bisa dijadikan bahan campuran untuk membuat kompos kotoran hewan.

3. Kotoran Kambing atau Domba

Hewan ternak seperti kambing dan domba menghasilkan kotoran yang memiliki kandungan nutrisi untuk kompos. Kotoran domba mengandung kalium dan nitrogen yang tinggi, sehingga baik untuk membuat tanah subur dan baik untuk tanaman.

Mengompos dari Kotoran Hewan Peliharaan

Mengompos dari kotoran hewan itu aman, tapi kotoran yang digunakan tidak boleh sembarangan. Kotoran-kotoran hewan di atas bisa dijadikan kompos dengan beberapa macam proses. Melansir dari laman Cybext Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi, ada tiga penggolongan jenis pupuk kompos, pertama dari proses pembuatannya (aerob dan anaerob), kedua dilihat dari dekomposernya, ketiga dilihat dari bentuknya (padat dan cair). Tapi, tidak semua jenis pupuk kompos itu bisa dibuat dari kotoran hewan saja. Berikut beberapa jenis kompos kotoran hewan:

1. Jenis Pupuk Kompos Aerob

Bahan baku utama dalam pembuatan kompos jenis ini adalah sisa tanaman, kotoran hewan, atau campuran keduanya. Kotoran hewan yang digunakan bisa berasal dari hewan peliharaan, seperti kotoran sapi, ayam atau kambing. Proses pembuatan kompos kotoran hewan ini melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen, sehingga waktu yang dibutuhkan sekitar 40-50 hari.

2. Jenis Pupuk Kompos Bokashi

Selain jenis pupuk aerob, jenis pupuk kompos anaerob bokashi ini juga bisa dibuat dari kotoran binatang peliharaan. Kotoran hewan yang digunakan kurang lebih sama dengan jenis pupuk aerob. Beda jenis pupuk ini berada di jenis nokulan sebagai starter kompos, yaitu efektif mikroorganisme (EM4).

Daftar Sampah Organik untuk Kompos

Setelah mengetahui jenis pupuk kompos yang bisa dibuat dari kotoran hewan, kita juga harus memahami sampah organik apa saja yang bisa dijadikan bahan pendukung dalam pembuatan kompos. Ada empat jenis bahan untuk kompos yang memiliki peran penting, yaitu karbon, nitrogen, air, dan oksigen. Keempat bahan itu bisa diperoleh dari sampah organik berikut ini:

1. Bahan Karbon dari Sampah Cokelat

Sampah organik yang mengandung karbon dapat ditemukan pada daun dan rumput kering, serbuk kayu atau gergaji, sekam padi, jerami, kulit jagung, kardus dan tangkai sayuran.

2. Bahan Nitrogen dari Sampah Hijau

Sedangkan sampah organik yang mengandung nitrogen bisa diperoleh dari sisa sayuran dan buah, rumput segar, teh, kopi, kulit telur, kuku, rambut dan juga pupuk kandang hasil dari kompos kotoran hewan.

Bahan sampah organik tersebut dicampur dengan perbandingan penggunaan sampah cokelat dan sampah hijau sebanyak 3:1.

Cara membuat kompos bisa dipelajari, salah satunya dengan mengikuti layanan dari Waste4Change yaitu Akademi Bijak Sampah (AKABIS) Waste Management. Lewat program-program yang ada dalam layanan ini, peserta bisa belajar lebih banyak mengenai pengelolaan sampah, begitu juga soal kompos.

Tidak hanya membahas soal teori, AKABIS menggunakan metode diskusi interaktif yang bisa membuat peserta lebih memahami persoalan sampah lebih mendalam.

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami