TPA Penuh di Indonesia: Kabar Terkini

Indonesia Darurat TPA

Banyak TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sampah di Indonesia terancam tidak lagi bisa beroperasi karena penuh. Jumlah sampah residu (sampah yang sulit didaur ulang) yang berakhir di TPA dinilai tidak seimbang dengan tingkat daur ulang kita yang cukup rendah, sehingga kian lama, sampah kian menumpuk di TPA.

Disinyalir dari data Sustainable Waste Indonesia (SWI) dari 65 juta ton sampah yang dihasilkan penduduk Indonesia setiap harinya, hanya 7% sampah yang didaur ulang, sementara 69% sisanya berakhir di TPA. Data dari SWI juga menunjukkan kurang dari 10% sampah plastik didaur ulang dan 50% sisanya berakhir di TPA.

Mengingat waktu yang dibutuhkan bagi plastik untuk terurai secara alami di alam (sebagai contoh, styrofoam membutuhkan waktu kurang lebih 500 tahun untuk dapat terurai secara alami di tanah), jelas penumpukan sampah di TPA menjadi masalah yang harus segera kita tangani.

Melanjutkan dari tulisan Indonesia Darurat Sampah: TPA-TPA di Indonesia yang Terancam Penuh di tahun 2019 berikut, ada baiknya kita mengintip sedikit kabar terbaru dari kondisi TPA-TPA di Indonesia.

Berita Terkini TPA di Indonesia 

TPA Cipeucang di Tangerang Selatan Longsor

Pada 22 Mei 2020 dini hari, sebagian gunungan sampah di TPA Cipeucang di Tangerang Selatan, Jawa Barat, longsor karena tembok pembatas yang tak lagi bisa menahan bobot sampah. Longsoran sampah TPA Cipeucang tersebut menutupi sebagian aliran Sungai Cisadane yang hanya berjarak kurang lebih 23 km dari sumber Bendungan Pintu Air 10 yang juga merupakan 4 titik intake air minum Aetra Tangerang. (Baca Penanganan Dampak Longsornya Gunungan Sampah TPA Cipeucang, Tangerang Selatan, Indonesia)

Dikabarkan dari Kompas.com bahwa proses pengerukan sampah dari Sungai Cisadane menyebarkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu, sehingga Dinas Pemadam Kebarakan Kota Tangerang Selatan harus menyemprotkan bahan kimia selama proses berlangsung.

Menurut kabar terakhir di Juni 2020 dari pikiranrakyat.com, kejadian longsornya TPA Cipeucang ini sedang diproses oleh Kejari Tangsel setelah adanya laporan dugaan penyalahgunaan dana untuk pembangunan tembok pembatas yang akhirnya roboh padahal belum setahun sejak dibangun. 

Mulai diresmikan sejak 8 tahun lalu, kejadian longsornya TPA Cipeucang pada Mei 2020 lalu dikatakan bukanlah yang pertama kalinya. Dinding pembatas TPA Cipeucang juga pernah jebol dan menyebabkan longsoran sampah pada April 2019. 

Sekretaris DLH Tangsel, Yepi Suherman, menyatakan pada merdeka.com, bahwa TPA Cipeucang yang memiliki luas area 2,5 hektar memang sudah sangat kelebihan muatan. Ada rencana untuk mengalihkan sampah ke TPA Nambo di Bogor yang berjarak lebih dari 60 km dari TPA Cipeucang, namun saat ini proses pengalihan dinyatakan belum siap beroperasi.

Kelanjutan Proyek TPA Moderen TPPAS Lulut-Nambo, Bogor, Dipertanyakan

Berdiri di lahan seluas 55 hektar, Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut-Nambo di Bogor digadang-gadang sebagai salah satu fasiltas pengelolaan sampah paling moderen di Indonesia yang menggunakan Mechanical-Biological Treatment (MBT) untuk mengubah sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara, sehingga diharapkan bisa menjadi solusi penumpukan sampah residu di TPA.

Sempat terkatung-katung selama 15 tahun, proyek pembangunan TPPAS Lulut-Nambo kembali dibuka dan diresmikan kembali oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada 2018 yang lalu. Tadinya, TPPAS Lulut-Nambo ini hanya diperuntukkan bagi sampah di desa lokal, namun, pada prosesnya, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan menyatakan ikut turut serta dalam pemanfaatannya sehingga TPPAS Lulut-Nambo direncanakan untuk dapat menerima 1.800 ton sampah per hari. 

Tak kunjung dibuka untuk bisa beroperasi, kelanjutan proyek TPPAS Lulut-Nambo di tahun 2020 ini pun mulai dipertanyakan. Situasi semakin kurang menguntungkan saat TPA Cipeucang longsor dan TPA Cipayung mulai kelebihan muatan, sehingga segera membutuhkan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih baik sebagai solusi. 

Kondisi TPA Cipayung yang Penuh - Sumber: Harian Sederhana
Kondisi TPA Cipayung yang Penuh – Sumber: Harian Sederhana

Sebagai tambahan, dikutip dari pernyataan wakil Wali Kota Bogor, Dedi A. Rachim pada republika.co.id Juli 2020, bahwa untuk pengelolaan sampah di TPPAS Lulut-Nambo ini nantinya setiap daerah akan diminta untuk membayar Rp 225.000 per 1 ton sampah. Sementara, Kota Bogor saja menghasilkan 600 ton sampah per hari, sehingga ditakutkan hanya akan memberatkan anggaran dana daerah.

Sebagai bayangan, Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi Timur, Jawa Barat yang memiliki luas 110 hektar menerima sampah penduduk DKI Jakarta sebanyak 7.000-7.500 ton per hari.

Polemik Biaya Pemindahan Sampah ke TPA Moderen TPPAS Legok Nangka

Seperti TPPAS Lulut-Nambo, TPPAS Legok Nangka yang berdiri di area seluas 78,1 hektar di Nagreg, Jawa Barat ini sedianya dimaksudkan untuk menjadi solusi penumpukan sampah residu di TPA. DItargetkan untuk paling lambat beroperasi di tahun 2022, TPPAS Legok Nangka nantinya akan menjadi destinasi sampah penduduk Bandung Raya setelah TPA Sari Mukti ditutup karena kelebihan kapasitas.

Untuk pengelolaan sampahnya sendiri, dikutip dari Sekda Jabar Iwa Karniwa pada Kompas.com di 2019, TPPAS Legok Nangka dikatakan tidak akan menerapkan teknologi RDF seperti TPPAS Lulut-Nambo dikarenakan hasil akhir RDF yang merupakan bahan baku semen sedangkan ketiadaan pabrik semen terdekat. Oleh karenanya, TPPAS Legok Nangka akan menggunakan teknologi Waste-to-Energy untuk mengubah sampah menjadi tenaga listrik. 

Dikarenakan adanya perubahan konsep pengelolaan sampah ini lah tipping fee pengelolaan sampah di TPPAS Legok Nangka nantinya akan menjadi Rp. 380.000 per ton dengan subsidi pemerintah Bandung sebanyak 30% selama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, masih menjabat.

Biaya ini masih dianggap mahal oleh pengelola beberapa TPA, contohnya Kabupaten Bandung Barat, yang akhirnya berencana untuk membuka TPA sendiri dikarenakan biaya tipping fee TPA Legok Nangka bisa mencapai 8 kali lipat dari anggaran awal pengelolaan sampah daerahnya. TPA baru Kabupaten Bandung Barat yang rencananya akan menggantikan TPA Sarimukti yang penuh tersebut masih akan berlokasi di wilayah Sarimukti. 

Sampah TPA Kebon Kongok, Mataram, Dimanfaatkan Menjadi Bahan Bakar PLTU Jeranjang

Dikutip dari lombokpost pada Agustus 2020, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang akan konsisten memanfaatkan sampah di TPA Kebon Kongok, Mataram, sebagai campuran bahan bakar untuk memproduksi listrik melalui proses Co Firing.

Dalam proses Co Firing, sampah TPA Kebon Kongok terlebih dulu dibentuk menjadi pelet Refuse Derived Fuel (RDF) langsung di TPA. Sampah yang telah dipilah akan diberi cairan bio activator terlebih dulu melalui proses peyeumisasi untuk mempercepat proses pembusukan/fermentasi sampah dalam proses mengubah sampah menjadi energi listrik. Setelahnya, sampah akan dibentuk menjadi pelet kering yang langsung bisa digunakan sebagai bahan bakar di PLTU Jeranjang.

Pengelolaan sampah menggunakan teknologi RDF di TPA Kebon Kongok, Mataram, Lombok Barat terhitung sebagai usaha pengurangan residu yang cukup berhasil. 

Beberapa TPA  Indonesia yang Terancam Penuh

Solusi Permasalahan TPA Penuh

Masih banyak masyarakat mengartikan TPA sebagai Tempat Pembuangan Akhir Sampah, padahal sebenarnya TPA merupakan singkatan dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. (baca Perbedaan Fungsi TPA, TPS, TPS 3R dan TPST)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 81 tahun 2012 yang mengatur tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga (baca juga undang-undang terkait pengelolaan sampah lainnya) menyebutkan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir yang selanjutnya disebut TPA merupakan tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan.

Namun solusi permasalahan TPA penuh tentunya tidak cukup hanya dengan membuka lahan baru atau menemukan teknologi pengolahan sampah yang baru, apalagi sekadar mengoreksi pemahaman masyarakat akan fungsi sebenarnya dari TPA.

Mengelola Sampah Butuh Biaya

Dari beberapa perkembangan TPA di tahun 2020, kita bisa melihat banyak usaha pengelolaan dan pengurangan sampah residu di TPA terhambat akibat masalah investasi dan dana. Ada biaya yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah yang aman, ada biaya yang dibutuhkan untuk memastikan sampah residu tidak menumpuk dan memenuhi TPA kita, ada biaya yang dibutuhkan untuk memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tentu semua biaya tersebut dapat kita kurangi, semua masalah tersebut dapat kita hindari, jika kita memilah dan mengurangi produksi sampah sedari awal. Sehingga semua tenaga, waktu, dan biaya kita akan bisa kita alihkan pada sektor yang lebih penting. 

Tapi jika kita masih menghasilkan sampah dengan kecepatan seperti saat ini (sebagai bayangan, penduduk Jakarta menghasilkan 7500 ton sampah per hari), dengan tingkat daur ulang yang masih sangat rendah, cepat atau lambat, kita harus segera menyisihkan biaya pengelolaan sampah yang layak untuk memastikan lingkungan kita tetap sehat dan aman.

Karena pembukaan lahan baru bagi TPA tidak bisa dinilai sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan, mengingat ada risiko kesehatan dan psikologis yang bisa mempengaruhi warga di sekitar TPA dan banyak risiko lainnya.

Waste4Change membuka kolaborasi untuk menemukan solusi pengelolaan sampah terbaik bagi institusi, perusahaan, bisnis, maupun perorangan. Kami mendukung pengadaan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab menggunakan pendekatan holistik, mulai dari edukasi, kampanye, konsultasi, hingga pengangkutan dan daur ulang. 

Untuk info lebih lanjut mengenai servis kami, silakan cek di Waste4Change.com.

Baca juga seputar green building disini.

Sumber:

  • https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/10/22043721/tpa-cipeucang-di-tangerang-selatan-mulai-penuh 
  • https://republika.co.id/berita/q3b6tu370/tpa-cipeucang-penuh-tangsel-ekspor-sampah-ke-bogor
  • https://megapolitan.kompas.com/read/2019/09/07/10432001/disorot-leonardo-dicaprio-ini-7-fakta-tpst-bantargebang-yang-kian-kritis?page=all
  • https://upst.dlh.jakarta.go.id/tpst/index
  • https://wowbabel.com/2020/03/02/penampungan-sampah-tpa-trafo-mayang-hampir-penuh
  • https://www.ayosemarang.com/read/2020/02/12/52104/tpa-darupono-penuh-dlh-kendal-siapkan-yang-baru
  • https://celebesmedia.id/celebes/artikel/1011110719/tpa-tamangapa-penuh-pada-2020-ini-antisipasi-dlh-makassar
  • https://www.ekuatorial.com/en/2019/01/tutup-tpa-bulusan-pemerintah-banyuwangi-sewa-lahan-untuk-pembuangan-sampah-sementara/
  • https://mediaindonesia.com/read/detail/4401-
  • https://regional.kompas.com/read/2019/02/09/11004921/pemprov-jabar-perpanjang-penggunaan-tpa-sarimukti?page=all

Related Post