Kemasan Produk Sustainable Bisa Bantu Hijaukan Lingkungan

Sebuah produk tentu sangat identik dengan kemasan yang membungkusnya. Penggunaan kemasan produk tidak hanya untuk memberikan kesan menarik atau sebagai branding saja, tetapi juga berfungsi untuk melindungi produk agar tetap aman dan tidak terkontaminasi zat-zat lain di udara. 

kemasan produk sustainable
Kemasan produk (Sumber: Marcell Viragh/Unsplash)

Ketika kita membuka sebuah produk, maka kemasan pembungkusnya otomatis akan kita buang dan menjadi sampah. Sampah kemasan ini jika tidak terkelola dengan baik, dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, terutama bahan plastik yang sulit terurai. Oleh karena itu, penggunaan kemasan produk pun perlu diperhatikan agar tidak merusak lingkungan, salah satunya adalah dengan memakai bahan yang sustainable atau berkelanjutan.

Bahan-bahan Kemasan Produk yang Umum Digunakan

Secara umum, berbagai kemasan produk yang sering kita temukan memiliki bahan-bahan dasar berikut.

Plastik

Plastik adalah bahan yang paling banyak digunakan untuk kemasan produk seperti makanan, minuman, bumbu dapur, dan kemasan berbagai produk non-makanan karena memiliki ketahanan yang cukup.

Kertas

Kertas biasanya digunakan untuk membungkus produk yang padat dan tidak banyak mengandung kadar air dan minyak.

Aluminium

Aluminium merupakan kemasan yang kedap udara dan biasa digunakan untuk produk yang harus terlindung dari paparan sinar matahari.

Karton

Umumnya digunakan untuk produk-produk non-makanan seperti arloji, perhiasan, parfum, sepatu, dan pakaian.

Kayu

Biasanya digunakan untuk mengemas produk-produk dalam skala besar, seperti sayur-sayuran, telur, dan buah-buahan.

Logam

Logam umumnya digunakan untuk bahan kemasan kaleng, seperti minuman, daging, dan makanan olahan.

Di antara keenam jenis kemasan produk di atas, kemasan plastik adalah jenis yang paling mendominasi. Berdasarkan hasil riset Waste4Change mengenai Alur Material Sampah Plastik Fleksibel di DKI Jakarta, sampah plastik fleksibel sebanyak 244,72 ton/hari atau 87,52% seluruhnya masih berakhir di TPA. Hanya beberapa persen saja yang didaur ulang, sisanya diproses di PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah), bahkan tidak terkelola. 

Sustainable Packaging dan Manfaatnya

Sustainable packaging atau kemasan yang berkelanjutan adalah kemasan yang didesain dengan bahan ramah lingkungan agar tidak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis bahan pembuat kemasan produk yang digunakan oleh manufaktur dapat menghasilkan emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global dan berdampak pada perubahan iklim. Oleh karena itu, kemasan sustainable diciptakan agar mudah didaur ulang dan tidak menambah masalah lingkungan yang ada.

Menurut Sustainable Packaging Coalition (SPC), sebuah produk dapat dikatakan sebagai sustainable packaging jika memiliki kriteria seperti berikut.

  1. Kemasan harus bermanfaat, aman, dan sehat untuk para individu serta komunitas selama siklus keberadaannya dari mulai diciptakan, digunakan, hingga didaur ulang.
  2. Kemasan harus memenuhi kriteria pasar untuk kapasitas kemasan dan biaya yang dikeluarkan.
  3. Kemasan harus menunjang pendauran ulang atau menjadi bahan daur ulang.
  4. Kemasan harus dibuat menggunakan bahan yang tidak berbahaya.
  5. Kemasan harus dirancang agar menggunakan bahan dan energi secara efisien.

Contoh-contoh kemasan yang memenuhi kategori berkelanjutan di antaranya adalah kemasan bioplastik (terbuat dari tumbuhan), kertas, kaca, kemasan dari bahan-bahan kompos, kemasan berbahan dasar bambu dan gabus, limbah organik seperti wadah pelepah, rumput laut, jamur, dan kemasan lainnya yang dapat didaur ulang.

Kemasan produk berkelanjutan berperan penting untuk membantu menghijaukan lingkungan, mengurangi tumpukan sampah dan pencemaran, serta mendorong individu untuk menemukan peluang bisnis daur ulang atau penggunaan bahan-bahan sustainable dengan membentuk  UMKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Waste4Change sebagai perusahaan manajemen sampah menyediakan layanan In-Store Recycling untuk mendukung dan membantu perusahaan dalam meningkatkan pengolahan daur ulang limbah material berlabel merek. Kunjungi waste4change.com/service/in-store-recycling untuk informasi selengkapnya.

Referensi:

https://flexypack.com/news/6-macam-bahan-kemasan-untuk-setiap-kemasan

https://id.alibabanews.com/kemasan-ramah-lingkungan-berkelanjutan-untuk-b2b/

https://www.nestle.co.id/kisah/mengenal-sustainable-packaging

https://www.idntimes.com/life/inspiration/nurul-hardina-a-mai/6-ide-sustainable-packaging-alternatif-kemasan-yang-ramah-lingkungan-c1c2?page=all

Related Post