Eco Enzyme: Cairan Serbaguna dari Sampah Organik

Eco enzyme atau garbage enzyme adalah cairan hasil fermentasi sampah organik yang memiliki berbagai fungsi, termasuk sebagai pembersih lantai, pembersih sayur dan buah, penangkal serangga dan penyubur tanaman.

eco enzyme atau garbage enzyme sebagai cairan serbaguna
Eco enzyme atau garbage enzyme sebagai cairan serbaguna. (Sumber: Lea Wee dari straittimes.com)

Ketahui lebih tentang eco-enzyme

Eco enzyme sebagai disinfektan disebabkan oleh kandungan alkohol dan/atau asam asetat yang terdapat dalam cairan tersebut. Alkohol dan/atau asam asetat dihasilkan dari proses metabolisme bakteri yang secara alami terdapat dalam sisa buah dan sayur.

Proses metabolisme anaerobik, atau disebut juga fermentasi, merupakan upaya bakteri untuk memperoleh energi dari karbohidrat dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen) dan dengan produk sampingan (byproduct) berupa alkohol atau asam asetat (tergantung jenis mikroorganisme).

Fungi dan beberapa jenis bakteri menghasilkan alkohol dalam proses fermentasi, sedangkan kebanyakan bakteri menghasilkan asam asetat. Proses fermentasi ini merupakan hasil dari aktivitas enzim yang terkandung dalam bakteri atau fungi.

Dalam proses pembuatan eco enzyme, antara alkohol, asam asetat, atau keduanya dapat dihasilkan, tergantung jenis mikroorganisme yang terdapat pada sampah organik. Kedua zat tersebut memiliki khasiat disinfektan.

Teknik pengubahan sampah organik menjadi eco enzyme berperan penting dalam mengurangi banyaknya sampah organik yang berakhir di TPA.

Sebuah riset oleh Sustainable Waste Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 60% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik (CNN Indonesia, 2018).

Sayangnya, dari total sampah yang dihasilkan (organik dan anorganik), hanya 7.5% yang diolah. Sisa sampah yang tidak diolah ditimbun, dibakar, dibiarkan, dan sebanyak 69% dikirim ke TPA (KLHK, 2017).

Padahal, kapasitas TPA sangat terbatas. Contohnya TPA Bantar Gebang yang diprediksi tidak dapat beroperasi lagi pada tahun 2021 (Dinas LH DKI).

Sampah organik yang menumpuk di TPA memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Sampah organik yang tertumpuk di TPA melalui proses pembusukan anaerob yang menghasilkan gas metana, yaitu gas rumah kaca yang memiliki kemampuan menangkap panas 30 kali lebih efektif dibandingkan karbon dioksida.

Reaksi anaerob sampah yang berbahaya ini banyak terjadi pada sampah-sampah organik yang terjebak di antara sampah non-organik (contohnya: sampah makanan yang dibuang di dalam plastik pembungkus).

elain itu, gas metana juga memiliki dampak buruk untuk kesehatan pernapasan masyarakat di sekitar TPA karena mengurangi komposisi oksigen di udara.

Masalah lingkungan dan kesehatan yang muncul akibat sampah organik harus diatasi dengan cara mengurangi produksi sampah organik, serta memproses sampah organik yang dihasilkan, salah satunya dengan cara mengolah sampah organik menjadi eco enzyme.

Apa manfaat eco enzyme?

Sebagai disinfektan, eco enzyme mampu membunuh bakteri dan jamur, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pembersih dan pestisida berbahan kimia.

Selain mengurangi konsumsi produk berbahan kimia yang dapat merusak lingkungan, eco enzyme memiliki nilai ekonomi karena secara langsung mengurangi pengeluaran finansial untuk membeli bahan pembersih komersial.

Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam residu sayur dan buah dalam proses pembuatan eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman.

Eco enzyme bisa menggantikan produk pembersih rumah tangga
Eco enzyme bisa menggantikan produk pembersih rumah tangga. (Sumber: rawpixel di Unsplash)

Selain khasiat disinfektan dari eco enzyme, kandungan aktivitas enzim yang terkandung didalamnya juga dapat dimanfaatkan. Dalam proses fermentasi, enzim yang terkandung dalam bakteri atau fungi beraktifitas untuk memproses sumber energi.

Arun dan Sivashanmugam (2015) menemukan bahwa eco enzyme mengandung aktivitas amilase, protase dan lipase, yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah produk susu, dimana terkandung karbohidrat, protein dan lemak yang membutuhkan enzim-enzim tersebut agar dapat terolah.

Berikut adalah beberapa manfaat eco enzyme:

  1. Pembersih lantai
  2. Pembersih toilet
  3. Pembersih dapur
  4. Pembersih piring
  5. Pembersih udara
  6. Deterjen pakaian
  7. Pengolah limbah
  8. Pembersih badan dan rambut
  9. Pembasmi serangga
  10. Pestisida ramah lingkungan
  11. Penyubur tanaman

Cara membuat eco enzyme  

cara membuat eco enzyme
eco enzyme melalui proses fermentasi dalam wadah plastik kedap udara. (Sumber: Savefoodcutwaste.com)

Alat dan bahan

  1. Sisa sayur dan buah (mentah): daun, batang, buah, kulit, bunga, biji.
  2. Gula merah
  3. Air
  4. Wadah kedap udara plastik (toples plastik)

Cara membuat

  1. Ukur air, sisa sayur atau buah, dan gula merah dengan perbandingan 10:3:1 (Contoh: 10 gram gula merah, 30 gram sisa sayur/buah, 100 gram air). Sesuaikan dengan sampah organik yang tersedia atau ukuran wadah.
  2. Potong sisa sayuran menjadi potongan kecil.
  3. Campur semua bahan ke dalam wadah plastik dan aduk. Wadah plastik dipilih agar lebih fleksibel dan tidak meledak saat gas hasil fermentasi bertambah.
  4. Tutup wadah sampai kedap udara.
  5. Biarkan selama 3 bulan di tempat yang teduh.
  6. Saat masa awal fermentasi, buka tutup wadah kira-kira satu minggu sekali untuk mengeluarkan gas yang terperangkap di dalamnya dan mencegah wadah meledak.
  7. Setelah 3 bulan, cairan eco enzyme yang sukses akan berubah warna menjadi coklat gelap dan berbau cuka. Jika cairan berwarna hitam, tambahkan gula untuk mengulang proses fermentasi. Jika muncul cacing atau serangga, biarkan karena akan terurai dengan sendirinya dalam cairan.
  8. Saring cairan dari residu sampah dan simpan untuk digunakan.
  9. Residu sampah organik juga dapat digunakan sebagai penyubur tanaman.

Jenis sampah apa saja yang bisa digunakan untuk membuat eco enzyme?

kulit jeruk untuk membuat eco enzyme/garbage enzyme
Sisa buah-buahan sangat cocok untuk membuat eco enzyme. (Sumber: Charles Deluvio di Unsplash)

Pastikan jenis sampah organik yang diolah menjadi eco enzyme hanya sisa sayur atau buah yang mentah.

Fermentasi yang menghasilkan alkohol dan asam asetat yang bersifat disinfektan hanya dapat diaplikasikan pada produk tanaman karena kandungan karbohidrat (gula) di dalamnya. Proses pembusukan dan fermentasi daging berbeda dengan tanaman.

Daging akan cepat membusuk dan menghasilkan patogen pada suhu yang tidak teregulasi. Jika ingin membuat eco enzyme, atau ingin sampah organik Anda diolah oleh agen sampah, pastikan sampah sisa sayur dan buah terpisah dari sampah organik atau non-organik lainnya.

Ingin Sampah Organik-mu diolah oleh Waste4Change?

jasa pengambilan sampah
Waste collection: salah satu servis utama dari Waste4Change.

Jika tidak memiliki waktu atau fasilitas yang memadai untuk mengolah sampah organik sendiri, sampah organik Anda tetap dapat diolah bersama Waste4Change.

Berikan sampah organik Anda kepada Waste4Change untuk diolah melalui jasa residential, commercial atau individual waste collection (pengangkutan sampah).

Jasa waste collection tersedia untuk perumahan, bisnis (restoran, industri, dll) dan individual, dimana sampah yang terangkut akan diolah di Rumah Pengomposan Waste4Change. Lihat link berikut untuk informasi mengenai jasa waste collection: https://waste4change.com/blog/collect/.

Baca artikel versi Bahasa Inggris/English version di sini.

Sumber:

  • http://dx.doi.org/10.1016/j.psep.2014.10.008
  • http://www.savefoodcutwaste.com/tips-for-individuals/give-and-recycle/make-garbage-enzyme/
  • https://culanth.org/fieldsights/1506-eco-enzyme-as-catalyst
  • https://www.straitstimes.com/lifestyle/home-design/turn-fruit-peel-into-a-cleaner
  • http://www.urbanhealth.com.my/featured/garbage-enzyme-from-trash-to-treasure/
  • https://dengarden.com/cleaning/How-to-make-your-own-Eco-Enzyme-Detergent
  • https://monoandco.com/2017/05/08/green-monday-diy-eco-enzyme-for-cleaning/
  • https://www.khanacademy.org/science/biology/cellular-respiration-and-fermentation/variations-on-cellular-respiration/a/fermentation-and-anaerobic-respiration
  • https://www.thoughtco.com/what-is-fermentation-608199
  • https://www.abc.net.au/news/health/2018-01-12/does-vinegar-really-kill-household-germs/8806878
  • http://www.menlhk.go.id/berita-189-indonesia–finlandia-bahas-kerjasama-pengelolaan-sampah-menjadi-energi.html
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180425101643-282-293362/riset-24-persen-sampah-di-indonesia-masih-tak-terkelola
  • https://www.tsijournals.com/articles/enzyme-synthesis-by-fermentation-method–a-review.pdf
  • https://www.culturesforhealth.com/learn/natural-fermentation/lacto-fermenting-meat-fish-part-one/
  • https://justlifeshop.com/turn-garbage-into-enzyme/

Related Post