Industry Updates

Daftar Kandungan Produk Kecantikan yang Justru Bahayakan Lingkungan!

Produk kosmetik dan skincare telah menjadi kebutuhan bagi banyak perempuan. Sayangnya, sama seperti banyak produk kategori lain, produk kecantikan juga dapat menghasilkan sampah yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengancam kondisi lingkungan akibat kandungan pada produk kosmetik atau kecantikan. 

produk kecantikan
Produk kecantikan bagian dari kebutuhan
(Sumber: Houston Metodist)

Produk Kecantikan Salah Satu Penyumbang Sampah

Gempuran tren produk kecantikan setiap tahunnya selalu naik karena permintaan pasar yang kian bertambah dan selalu berubah. Bahkan hingga Juli 2022 lalu, BPOM mencatat bahwa industri kosmetik meningkat 83 persen. Dari total 819 industri kosmetik yang ada sebelumnya, kini ada sekitar 913 industri yang menawarkan berbagai produk kecantikan. 

Kenaikan ini diakibatkan oleh pola dan aktivitas konsumsi masyarakat berubah semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Tentu, pola ini berubah menjadi peluang baru bagi pelaku bisnis kecantikan. Naiknya kebutuhan akan produk kecantikan, juga turut menyumbang sampah bagi lingkungan. Diantaranya sampah kemasan juga kandungan perawatan yang menjadi bagian penting dari sebuah produk.

Menurut Tim Kampanye Waste4Change, Silviana Chandra, saat ini sampah plastik dari industri kecantikan sudah mencapai 6,8 juta ton dan 70 persennya tidak terkelola dengan baik. Padahal plastik-plastik ini memiliki kandungan mikroplastik dan sangat sulit terurai di tanah, sungai, saluran pembuangan, bahkan laut. Sehingga, hal itulah yang menjadi penyebab sampak kecantikan juga turut mencemarkan lingkungan. 

Kandungan Berbahaya yang Dimiliki Sampah Kecantikan

Pada faktanya, produk kecantikan atau kosmetik memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kulit dan wajah. Akan tetapi, sebagian dari kandungannya yang memuat komposisi kimia berpotensi berbahaya bagi lingkungan dan tergolong ke dalam sampah B3. Bisa jadi sulit terurai, dapat mencemari perairan, dan lain sebagainya. 

Occupational Safety and Health of The United State Government (OSHA) menyampaikan seputar sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah B3 berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan properti, dan/atau lingkungan, karena sifat bahan kimia atau kondisi fisiknya. Sehingga, sudah jelas bahwa sampah kecantikan juga sama berbahayanya dengan sampah lain yang mengandung B3.

Lalu sebenarnya, kandungan berbahaya apa saja yang dimiliki sampah kecantikan? Berikut informasi selengkapnya. 

#1 Exfoliating Microbeads

Exfoliating microbeads adalah kandungan partikel yang terdapat pada produk scrub atau exfoliator. Microbeads terbilang sifatnya aman bagi kulit, namun bagi lingkungan tidaklah aman. Karena partikel ini sulit terurai setelah digunakan dan berakhir terbuang di lingkungan sebagai salah satu pencemar danau atau sungai. Dengan mencemari perairan, tentu saja berpotensi besar untuk partikel ini termakan oleh makhluk hidup di perairan. 

Selain eksfoliator, ada juga kandungan plastic microbeads yang fungsinya membuat produk terasa creamy. Kandungan ini bisa ditemui pada produk pasta gigi, lipgloss, bahkan eyeliner. Sehingga, pastikan untuk hindari produk yang berlabel “contains microbeads”, “with microabrasives”, “Polypropylene” atau “Polyethylene”.

#2 Chemical Sunscreen

Chemical sunscreen bersifat water-resistant dan mudah meresap dengan cepat. Sehingga, tak jarang tren produk ini sangat laku bagi mereka yang ingin bepergian ke pantai dan luar ruangan. Namun, kandungan di dalamnya, seperti oxybenzone dan octyl methoxycinnamate, bisa mengganggu kerja kelenjar endokrin. 

Bukan hanya itu, kandungan oxybenzone berbahaya bagi biota laut karena sifatnya yang beracun. Apalagi ketika chemical sunscreen terbilas oleh air laut, maka racun itu akan mudah menyebar pada lingkungan laut. 

#3 BHA dan BHT

BHA (butylated hydroxyanisole) dan BHT (butylated hydroxytoluene) adalah dua zat kimia yang sering digunakan sebagai pengawet di produk kecantikan. Produk itu sering kita jumpai pada body lotion, shampoo, deodoran, dan produk skincare lainnya. 

Pada publikasi-publikasi sebelumnya, sudah ada berita bahwa BHA dan BHT bersifat racun bagi kulit. Pada kenyataan lain, kandungan ini juga sama berbahayanya bagi lingkungan, terkhusus bagi makhluk hidup, seperti tumbuhan, amfibi, dan ekosistem laut. 

#4 Siloxanes

Siloxanes atau siloksan adalah bahan yang terkandung pada produk-produk yang bertekstur lotion, cream, dan hair care. Berdasarkan penelitian dari Norwegian Institute for Air Research, mereka menemukan kandungan siloxanes pada sampel air dari beberapa negara Nordik. Pasalnya, jika bahan ini secara tidak sengaja terbuang ke lingkungan, maka siloxanes ini akan sulit diurai oleh mikroorganisme.

Bahan ini bisa menjadi racun, karena sifatnya yang merusak dan karsinogen. Sehingga, tak jarang siloxanes bisa menguap ke udara saat dibalurkan ke tubuh dan juga sama berbahayanya bila masuk ke dalam tubuh. 

#5 Triclosan

Triclosan ialah zat kimia yang umum digunakan pada produk kecantikan yang berklaim anti-bakteri, misalnya hand sanitizer atau deodorant. Saat terbilas, kandungan ini bisa mencemari air dan makhluk hidup yang tinggal di habitat tersebut. Triclosan juga sangat sulit terurai, hingga akhirnya lebih banyak menumpuk pada lingkungan dan berpotensi besar membentuk zat racun baru. 

Menggunakan produk kecantikan bagi kulit memang baik dan sangat bermanfaat, tapi perlu diperhatikan juga ada dampak lain dari beberapa kandungan di produk kecantikan. Dampaknya pun bisa merugikan lingkungan yang akhirnya kita jugalah yang akan terdampak nantinya. 

Demi meminimalisir jumlah sampah kecantikan di rumahmu, kamu bisa kirim sampah kecantikan ke Waste4Change dengan layanan Send Your Waste. Klik di sini!

Retna Gemilang

Referensi:

Kandungan Kosmetik yang Memberikan Dampak Buruk bagi Lingkungan

Hingga Juli 2022, Industri Kosmetik Meningkat 83% dan Didominasi UKM

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami