Industry Updates

Cynthia Lestari Lyfe with Less: Belajar Merasa Cukup dengan Hidup Minimalis

Cynthia Suci Lestari merupakan sosok penting dibalik berdirinya Lyfe with Less, komunitas penggiat gaya hidup minimalis pertama di Indonesia.

Terbentuk sejak tahun 2018, komunitas ini telah menjadi wadah, support dan inspirator bagi orang-orang yang sedang menjalani gaya hidup minimalis yang lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas. 

Dalam rangka meramaikan kampanye Plastic Free July, Waste4Change mengundang Cynthia untuk berbincang-bincang membahas latar belakang dari berdirinya Lyfe with Less dan bagaimana caranya untuk tetap konsisten menerapkan gaya hidup minimalis dalam kehidupan sehari-hari. 

Mari simak hasil wawancara Waste4Change dengan Cynthia Lestari berikut ini.

podcast
Podcast4Change with Cynthia Lestari

Awalnya Hanya Jurnal Digital Pribadi

Bagaimana Latar Belakang Berdirinya Lyfe with Less?

Pada awalnya, Lyfe with Less dibuat bukan untuk menjadi sebuah komunitas. Lyfe with Less ini hanyalah akun media sosial kedua yang difungsikan sebagai jurnal digital pribadi Cynthia. Ia berpikir daripada akun sampingan tersebut berisi hal yang kurang bermanfaat, seperti untuk mencari tahu kehidupan orang lain, lebih baik akun ini berfokus mengenai gaya hidup minimalis. 

Seiring berjalannya waktu, banyak audiens Lyfe with Less yang merasa punya keadaan dan kondisi yang relate dengan apa yang dibahas. Hingga akhirnya berlanjut saling bertukar cerita dan kisah satu sama lain. Akhirnya pada tahun 2018 Cynthia dan teman-teman Lyfe with Less mantap untuk menjadikan ‘akun sampingan’ ini sebagai sebuah komunitas. 

Lyfe with Less kemudian lahir sebagai wadah sharing bersama atau tempat bagi orang-orang yang sedang atau berniat menjalankan gaya hidup minimalis.

Hidup Minimalis ≠ Hidup Hemat

Apakah Sebenarnya Hidup Minimalis dan Hidup Hemat Itu Adalah Hal yang Sama?

Berhemat tidak bisa disebut sebagai gaya hidup. Karena pada dasarnya, hemat adalah sebuah sikap yang lebih sering berkaitan ketika membahas tentang uang. Sedangkan hidup minimalis tidak hanya terdiri satu sikap saja. 

Cynthia Lestari

Hidup minimalis lebih ke sebuah cara pandang atau pola pikir untuk fokus pada hal-hal esensial atau hal-hal penting dalam hidup. Jadi titik beratnya bukan hanya pada uang. Tetapi juga mengarah ke waktu ataupun mengesampingkan distraksi yang bisa menghambat diri dalam mencapai hal yang esensial tersebut.

Minimalis ala Lyfe with Less

Bagaimana hidup minimalis ala Lyfe with Less?

Komunitas Lyfe with Less memaknai hidup minimalis sebagai sebuah seni untuk menemukan rasa cukup atau kecukupan dalam diri. Berfokus mengedukasi teman-teman untuk merasa cukup dulu dengan apa yang dimiliki.

Selain itu, kerap kita temui di masyarakat anggapan bahwa hidup minimalis harus berusaha mengurangi barang-barang yang kita punya. Kita bisa lebih fokus untuk menjaga tidak ada barang baru yang masuk atau terbeli dan fokus pada pemanfaatan barang tersebut daripada harus mengurangi yang sudah ada.  

Karena minimalisme tidak harus selalu dimulai dengan mengurangi pemakaian barang

Lyfe with Less

Memanfaatkan Barang dengan Sebaik-Baiknya

Bagaimana caranya memanfaatkan barang yang kita punya padahal sebetulnya barang itu tidak terlalu bermanfaat?

Di dalam komunitas selalu kita ingatkan satu hal penting. Bahwa setiap barang yang kita bawa ke dalam hidup, punya tanggung jawab yang harus kita pegang. Baik itu barang pribadi, pemberian, atau pinjaman sekalipun. 

Banyak orang yang merasa senang punya barang ini dan itu, diberi barang ini dan itu, juga ketika dapat barang gratis hasil dari diskon atau giveaway. Tapi sayangnya mereka tidak sadar kalau barang tersebut datang bersamaan dengan tanggung jawab untuk merawat, membersihkan, menggunakan, atau bahkan memperbaiki jika memang diperlukan.

Gunakan Plastik Secara Bijak

Manusia tidak bisa 100% hidup tanpa plastik. Cara atau tips apa menurut Mba Cynthia atau Lyfe with Less untuk menggunakan plastik secara bijak?

Seringkali juga Lyfe with Less mendapat pertanyaan seperti ini. Mereka juga bilang kalau takut akan dimusuhi atau dijudge karena masih pakai kantong plastik. Padahal banyak alasan dibalik penggunaannya yang kita belum tahu.

Cynthia pribadi meyakini bahwa manusia tidak seharusnya memusuhi keberadaan kantong plastik. Karena kantong plastik pun dibuat dengan tujuannya dan bisa membantu manusia di beberapa kegiatan sehari-hari. 

Contohnya seperti pengusaha FnB, yang merasa plastik punya efisiensi bagi mereka dan makanan atau minuman juga jadi lebih higienis jika dibungkus plastik. Selain itu harganya yang terjangkau juga dapat menekan cost pengeluaran. 

Jadi hal yang perlu ditekankan bukanlah jangan menggunakan kantong plastik, tetapi pakailah kantong plastik tersebut berulang kali. 

Namun kalau pun harus dibuang, buanglah secara bijak dan jangan sembarangan. Jangan lupa untuk memilah sampah plastik tersebut dan serahkan kepada waste management yang pastinya jauh lebih bertanggung jawab dan lebih mampu mengolah limbah plastik. Dengan begitu, kesempatan sampah plastik terbuang sembarangan dan sampai ke TPA begitu saja jadi berkurang.  

Mendengarkan Cerita Orang Lain Adalah Pengalaman Berkesan

Apa pengalaman menarik selama menjalankan Lyfe with Less?

Dari sekian panjang perjalanan bersama Lyfe with Less, yang paling menarik adalah ketika mendengarkan pengalaman-pengalaman dari teman-teman lewat DM maupun secara langsung. 

Salah satunya adalah cerita tentang budaya orang-orang mengunjungi pasar loak di akhir pekan, di mana di sana menggunakan sistem barter sebagai alat pembayaran. Hal yang menurutnya unik. 

Cynthia menganggap kegiatan berbagi cerita ini menyenangkan karena sebagai komunitas, Lyfe with Less punya sistem komunikasi dua arah dan anggota sendiri jadi punya banyak perspektif dan ilmu baru yang belum pernah mereka dapat. 

Hal inilah yang membuat Lyfe with Less semakin grow dan Cynthia pun meyakini bahwa kekuatan storytelling bisa mengubah pandangan seseorang. Maka mendengar dan membaca cerita dari banyak orang adalah pengalaman menarik yang tidak bisa digantikan.

Bijak Kelola Sampah plastik itu lebih baik daripada memusuhi

Bulan Juli dikenal juga sebagai bulan bebas plastik atau Plastic Free July, pesan apa yang ingin Cynthia sampaikan terkait gerakan ini?

Memusuhi plastik itu tidak perlu

Mungkin kalimat yang lebih pas menggantikan hal tersebut adalah bagaimana kita bisa lebih bijak dalam menggunakan plastik. Lalu juga ketahui adanya tanggung jawab ketika memakai dan menerima plastik. Karena plastik tersebut datang bukan dalam bentuk fisik saja, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk memilah. Cari tahu lembaga apa yang punya fasilitas pengolahan sampah plastik, sehingga nantinya bisa diolah secara bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Bagi teman-teman yang baru mau memulai mencoba gaya hidup minimalis. Plastic Free July bisa menjadi langkah kecil atau turning point untuk melangkah lebih jauh ke arah sustainability.

Lyfe with Less menjadi bukti bahwa niat kecil untuk membawa perubahan bagi diri maupun lingkungan selalu punya dampak signifikan apabila diiringi dengan kerja keras dan kemauan. Simak wawancara lengkap Waste4Change dengan Cynthia Lestari dalam Podcast4Change di sini: Podcast

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami