Bagaimana Sampah Dapat Memengaruhi Hutan dan Sumber Air?

Meningkatnya jumlah sampah bukan lagi hal baru karena kita hidup dalam masyarakat yang konsumsi produknya cukup besar. Selain kota-kota besar dan daerah pemukiman, ternyata area hutan dan sumber-sumber perairan juga tidak terhindarkan dari menumpuknya sampah. 

Sering terlupakan dari kehidupan sehari-hari, kebersihan hutan dan sumber-sumber air ternyata juga menjadi hal yang penting. Sebab tanpa disadari,  keadaan hutan dan sumber air yang tercemar oleh sampah juga akan membawa banyak dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.

Masih dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia dan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 dan tanggal 22 bulan Maret, sudahkah Anda mengetahui bagaimana hutan dan kawasan sumber air juga dapat tercemar oleh sampah? 

Fakta Sampah di Hutan

Menurut Saenger et al. (1983) dalam penelitiannya mengenai hutan bakau, terdapat tiga sumber penyebab kerusakan hutan yaitu pencemaran, penebangan yang berlebihan, dan konversi hutan menjadi bentuk lahan yang tidak sesuai fungsinya.

Pencemaran yang terjadi tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya sampah di kawasan hutan tersebut. Selain sampah organik, sampah-sampah yang mencemari hutan ini kebanyakan didominasi oleh jenis sampah anorganik. 

Di Indonesia sendiri, kawasan hutan juga tidak luput dari pencemaran yang timbul oleh sampah. Sampah-sampah berupa tisu, botol air mineral, hingga puntung rokok banyak ditemukan di area wisata hutan. 

Pada 4 Maret 2019, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur berhasil mengumpulkan sebanyak 250 kilogram sampah dari daerah hutan wisata Tretes, Jawa Timur

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengedukasi para wisatawan agar tidak meninggalkan jejak sampah sedikit pun. Sebagai contoh, Taman Hutan Raya Raden Soerjo telah menyediakan tempat sampah, tulisan peringatan hingga imbauan yang diberikan melalui pengeras suara agar para wisatawan tidak membuang sampah sembarangan. 

Sampah plastik yang menumpuk di kawasan hutan mangrove Wonorejo, Surabaya 2015. Source: mongabay.co.id

Dampak Sampah terhadap Hutan

Tercemarnya hutan oleh sampah, terutama sampah anorganik ternyata membawa dampak buruk tersendiri bagi ekosistem hutan. Karena sifatnya yang sulit terurai, sampah anorganik yang menumpuk dapat menyebabkan lapisan tanah tidak dapat tertembus oleh akar tanaman.

Kondisi tumpukan sampah plastik di Hutan Linara, Lampung 2019. Source: kupastuntas.co

Selain itu sampah anorganik yang menyelimuti tanah hutan juga dapat menyebabkan air sulit menembus tanah sehingga menghambat proses penyerapan mineral yang menyuburkan tanah. Dalam jangka panjang, keadaan ini juga akan berujung pada berkurangnya jumlah mikroorganisme yang berperan dalam penyuburan tanah.

Khusus pada hutan bakau, menurut Mandura (1997), pembuangan sampah di hutan bakau telah mematikan banyak akar pasak yang tumbuh di sekitar laut merah. Sebagai akibatnya, hilangnya akar pasak ini akan menurunkan luas permukaan serapan unsur hara oleh tanaman yang akan berujung pada berkurangnya tingkat kesuburan pohon. 

Fakta Sampah di Sumber-sumber Air 

Tidak hanya kawasan hutan, perairan-perairan di Indonesia dan dunia juga sudah turut tercemar oleh sampah. Sungai Citarum di Jawa Barat dinobatkan sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia. Data Badan Daerah Aliran Sungai Citarum tahun 2017 menunjukkan sekitar 20.462 ton sampah organik dan anorganik yang dibuang per hari. Dari jumlah tersebut, 71 persen tidak diangkut ke TPA, sehingga kemungkinan besar dibuang begitu saja ke Sungai Citarum.

Sungai citarum yang tercemar: Indohun.org

Kabar menyedihkannya, Sungai Citarum telah menopang keberlangsungan hidup 27,5 juta penduduk di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Tidak berhenti sampai di situ, 80% sumber air minum warga Jakarta juga berasal dari sungai ini. 

Selain itu, Sungai Pasig di Filipina juga menduduki posisi kedelapan sebagai sungai paling tercemar di dunia dan mengalirkan 63.700 ton plastik ke laut setiap tahunnya. Sebanyak 12.000 rumah tangga juga menggantungkan aktivitas sehari-hari mereka pada Sungai Pasig dengan 2.000 keluarga tinggal di rumah panggung atau di bawah jembatan.

Dampak Sampah terhadap Kualitas Air

Kondisi sumber air yang tercemar tentunya membawa dampak buruk tersendiri bagi kesehatan. Selain menimbulkan penyakit kulit, mengonsumsi air yang sudah tercemar dapat menyebabkan timbulnya penyakit diare, disentri, kolera, hingga keracunan zat-zat berbahaya. Tidak berhenti sampai di situ, kandungan mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh kita melalui air atau hasil laut yang kita konsumsi. 

Menurut data dari PBB 2019, setiap tahun, sekitar 297.000 anak balita meninggal akibat penyakit yang terkait dengan sanitasi yang buruk, kebersihan yang buruk, atau air minum yang tidak aman.

Apa yang Dapat Kita Lakukan? 

Tidak memerlukan langkah yang sulit, beberapa cara di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah hutan dan perairan kita semakin tercemar oleh sampah:

  1. Beri tahu sekitar Anda tentang pentingnya pengelolaan limbah
    Anda bisa menyebarkan edukasi tentang bahaya menimbun sampah di darat kepada teman, keluarga, dan kolega Anda. Jangan lupa untuk mengingatkan mereka bagaimana tanah dapat menyerap zat beracun dari limbah yang dibuang dan besar kemungkinan limbah tersebut pada akhirnya akan berakhir di saluran air terdekat sehingga menimbulkan banjir dan polutan di sumber air.

    2. Simpan dan buang sampah pada tempatnya
    Jika Anda berkesempatan untuk berwisata atau singgah ke hutan dan sungai, hindari membuang sampah sembarangan. Jika belum tersedia tempat sampah, Anda dapat menyimpannya terlebih dahulu sampai Anda menemukan tempat membuang yang semestinya.

    3. Kelola sampah dengan lebih bijaksana
    Terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada diri Anda dengan mengurangi produksi sampah, menggunakan kembali produk yang masih bisa digunakan, dan mendaur ulang sampah. Dengan pengelolaan sampah yang lebih bijaksana, diharapkan jumlah sampah yang harus berakhir di hutan atau perairan kita dapat berkurang secara signifikan.

    Waste Management Hierarchy

    Kelola sampah Anda sehari-hari dengan lebih bertanggung jawab bersama Waste4Change. Layanan Reduce-Waste to Landfill akan mengangkut sampah anorganik langsung dari rumah Anda untuk kami olah daur ulang dengan lebih bertanggung jawab. Bisnis dan perusahaan Anda juga dapat mengambil langkah-langkah dalam mengelola sampah dengan bijak .

    Referensi: 

    Saenger, P., Hegerl, E.J. and Davie, J.D.S. (Eds.), 1983. Global Status of Mangrove Ecosystems. The Environmentalist 3 (Supplement):1-88.

    Mandura AS. 1997. A mangrove stand under sewage pollution stress: Red Sea. Mangroves and Salt Marshes 1: 255-262.

    https://www.who.int/water_sanitation_health/resourcesquality/wpccasestudy3.pdfhttps://www.medicalnewstoday.com/articles/water-pollution-and-human-health#water-pollution-and-human-health

    https://www.mongabay.co.id/2019/03/18/gunung-dan-hutan-tidak-luput-dari-ancaman-sampah-plastik/

Related Post