Bagaimana Bank Sampah Ganesha Lestari Bogor Tetap Bertahan di Kala Pandemi

Berawal Dari Kesadaran Ibu Rumah Tangga

Banyak masyarakat yang masih bingung bagaimana mengolah sampah dengan baik dan benar. Tidak sedikit juga yang masih belum bisa memisahkan sampah dan tidak bisa mendaur ulan nya. Oleh karena itu, dengan adanya bank sampah bisa membantu masyarakat dalam mengatur manajemen sampah mereka.

Bank sampah merupakan sebuah tempat dengan konsep penampungan kering atau sampah anorganik yang menggunakan manajemen seperti perbankan. Salah satunya adalah Bank Sampah Ganesha Lestari yang ada di Bogor. Bank Sampah Ganesha Lestari telah didirikan sejak 2018 oleh Bu Chefira Inda atau dengan sapaan Bu Inda di Jalan Perum GRIYA Ganesha F6 no. 2, Tegal, Bogor.

 Berdirinya bank sampah ini berawal dari kesadaran diri dan kecemasan Bu Inda sendiri yang kemudian disambut dengan semangat dan keinginan yang sama dari beberapa beberapa ibu rumah tangga di lingkungan perumahannya. Lama kelamaan, pengelolaan sampah di Bogor pun menjadi lebih tertata karena adanya Bank Sampah yang dibuat oleh Bu Inda.

Bank Sampah Ganesha Lestari, Bogor - Sumber: Chefira Inda
Bank Sampah Ganesha Lestari, Bogor – Sumber: Chefira Inda

 Cobaan di Kala Pandemi 2020-2021 Melanda

Karena pandemi, Bank Sampah Ganesha Lestari sempat vakum saat masa lockdown Maret hingga Mei 2020 kemarin. Beberapa pelapak sampah yang menjadi rekanan mereka juga ikut tutup karena masa pembatasan. Untungnya, nasabah bisa tetap menyetor sampah-sampah mereka secara mandiri, meskipun tidak ada jadwal penimbangan umum seperti yang biasa mereka lakukan.

Bank Sampah Ganesha Lestari Bogor juga menambahkan jadwal penjemputan sampah untuk meningkatkan pemasukan dan juga mencari pelapak lain untuk memastikan daur ulang sampah yang terkumpul.

Relawan Bank Sampah Ganesha Lestari, Bogor – Sumber: Chefira Inda

Karena pandemi juga, peningkatan jumlah nasabah di Bank Sampah Ganesha Lestari mengalami kelambatan, sampah yang masuk juga lebih sedikit walaupun timbulan sampah yang tercampur ke TPS perumahan meningkat hingga tiga kali lipat semenjak awal adanya pandemi. 

Bu Inda selaku pendiri Bank Sampah Ganesha Lestari Bogor mengungkapkan kekhawatirannya terkait beratnya operasional Bank Sampah ini di masa pandemi. Sementara itu, ibu-ibu relawan pun juga harus mengkhawatirkan beban ekonomi mereka di rumah sehingga menjadi tidak seimbang. Meski demikian, Bu Inda tetap berpesan bahwa masyarakat harus terus kuat dan bertahan dengan apa pun yang mereka miliki masing-masing. Bu Inda merasa bahwa keberadaan  Bank Sampah juga bukan hanya melayani kebutuhan lingkungan tapi juga bisa menunjang kesejahteraan ekonomi sehingga keberadaannya tetap harus dipertahankan di kala pandemi.

Bagian Dari Program Optimalisasi TPS3R & Bank Sampah Bogor

Sejak Januari 2020 hingga Mei 2021 yang lalu, Bank Sampah Ganesha Lestari Bogor menjadi salah satu peserta dari Program Optimalisasi TPS3R & Bank Sampah Bogor yang diadakan oleh Dow, Waste4Change dan DLH Kabupaten Bogor. Program tersebut melibatkan lebih dari 20 orang Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan berhasil meningkatan daur ulang hingga 20,154 ton sampah.

Merupakan bagian dari layanan Community-Based Implementation Waste4Change, Program Optimalisasi TPS3R & Bank Sampah Bogor ini bertujuan untuk memperkenalkan serta menerapkan prinsip ekonomi melingkar pada pengelolaan sampah Kabupaten Bogor. KSM yang terlibat juga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar sehingga bisa memastikan elemen keberlanjutan dari program ini. 

Demi memastikan model penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan pada bank sampah dan TPS3R lainnya, buku daring Dokumentasi Program Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah Kabupaten Bogor 2020-2021 berisikan proses pembelajaran yang dilalui oleh ketiga KSM selama masa pendampingan. Di dalamnya dijelaskan juga latar belakang program serta profil dari masing-masing KSM yang terlibat. TPS 3R Green Altari, Bank Sampah Ganesha Lestari, serta KSM Berseri dan Bank Sampah Lisan Bumi memiliki tantangan serta pencapaian yang berbeda, solusi yang diterapkan dalam peningkatan manajemen sampahnya juga tidak benar-benar sama.

Related Post