Ecotourism

AKABIS Waste4Change Gelar School Campaign Edukasi Pengelolaan Sampah di Bantargebang bersama ExxonMobil Indonesia

Bekasi, 11 Februari 2026 – Masalah sampah bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh generasi muda. Bergerak dari kepedulian tersebut, tim Waste4Change bersama ExxonMobil Indonesia menggelar School Campaign Program – Akademi Bijak Sampah MRF (Material Recovery Facility)  & Landfill Tour.

Mendukung semangat kolaborasi lintas sektor yang semakin didorong dalam berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan di Indonesia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penerapan inisiatif arahan Korve dari Presiden Prabowo, untuk mulai bergotong royong menjaga lingkungan. Tahapan aktivitas edukasi lingkungan ini dapat dijadikan sebagai referensi kegiatan mendukung inisiatif tersebut di skala sekolah maupun komunitas bersama Waste4Change. Inisiatif ini membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan untuk berkontribusi secara langsung dalam menghadirkan program edukasi pengelolaan sampah yang berdampak nyata bagi sekolah dan komunitas.

Acara yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026 ini diikuti dengan antusias oleh 61 siswa dan 6 guru dari SMKN 018 Jakarta dan SMPN 07 Kota Bekasi. Perjalanan edukatif ini membawa para peserta menyusuri jejak sampah dari hulu ke hilir, memberikan perspektif baru tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Menghadapi Realita di “Gunung Sampah” Bantargebang

Sesi pembelajaran realita masalah persampahan dimulai di Kantor UPST Bantargebang, Kota Bekasi. Atikah Nurjanah, perwakilan dari ExxonMobil Indonesia, memberikan kata sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Acara dilanjutkan dengan pemaparan realita isu persampahan di lapangan secara mendalam dari Roy Sihombing, Staf Pemrosesan Akhir Sampah di UPST Bantargebang.

Lewat sesi ini, Roy menjelaskan operasional TPST Bantargebang dan data volume sampah yang diterima setiap harinya. Penjelasan ini diperkuat dengan tayangan video yang memperlihatkan luasnya area landfill yang kini menyerupai perbukitan.

Roy juga memberikan nasihat praktis yang sangat menyentuh bagi para siswa: “Kelola sampah mulai dari diri sendiri. Gunakan kertas secara berulang dan kurangi jajan yang menghasilkan sampah plastik sekali pakai.” Sesi ini ditutup dengan tanya jawab yang interaktif dan kunjungan ke lantai atas kantor untuk melihat pemandangan gunung sampah secara langsung dari jarak aman.

Mengenal Solusi di Material Recovery Facility (MRF) Waste4Change

Setelah melihat dampak dari sampah yang menumpuk di Bantargebang, para siswa melanjutkan perjalanan menuju Material Recovery Facility (MRF) Waste4Change di kawasan Vida Bekasi.

Di sini, siswa mempelajari bahwa RPM adalah fasilitas krusial yang bertujuan memilah dan mengolah sampah guna mengurangi beban yang berakhir di TPA.

Pengalaman di RPM meliputi:

  • Pengelolaan Sampah Organik: Melihat langsung budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau Lalat Tentara Hitam dan proses pengomposan menjadi pupuk.
  • Pengelolaan Sampah Anorganik: Menyaksikan proses pemilahan, pencucian, pencacahan, hingga pengepresan plastik sebelum dikirim ke mitra daur ulang.
  • Games Pilah Sampah: Untuk menguji ketangkasan, siswa dibagi menjadi kelompok untuk berkompetisi memilah sampah dengan cepat dan tepat sembari mendapatkan edukasi melalui permainan.

Memperkuat Komitmen di Waste Management Awareness Class

Setelah beristirahat dan makan siang, para peserta mengikuti sesi terakhir: Waste Management Awareness Class. Sesi dimulai dengan ice-breaking dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa. Trainer dari Waste4Change kemudian memaparkan materi tentang dampak buruk sampah yang tidak terkelola, seperti polusi yang membahayakan manusia dan ekosistem.

Poin utama yang ditekankan adalah penerapan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup, para siswa mengikuti post-test. Hasilnya luar biasa, yaitu terjadi peningkatan wawasan yang signifikan di kalangan peserta mengenai cara memilah sampah yang benar.

“Seru banget! Kami belajar langsung bagaimana sampah diolah jadi produk bermanfaat dan cara petugas menjaga agar limbah tidak menyebar ke lingkungan,” ujar salah satu siswa SMKN 018 Jakarta.

Iin Desmaniar Indrayani, perwakilan guru dari SMPN 07 Kota Bekasi, juga mengapresiasi kegiatan ini. “Ini adalah edukasi nyata bagi siswa untuk mulai mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab. Harapannya, kesadaran ini menjadi kebiasaan baru yang bisa mereka tularkan ke teman-teman sebayanya.“

Harapan untuk Masa Depan

Melalui School Campaign Program – MRF & Landfill Tour ini, diharapkan para siswa SMKN 018 Jakarta dan SMPN 07 Kota Bekasi tidak hanya pulang membawa cerita, tetapi juga membawa perubahan perilaku. Dengan dukungan dari ExxonMobil Indonesia, langkah kecil seperti memilah sampah di sekolah bisa menjadi kontribusi besar bagi bumi kita.

Tingkatkan dampak lingkungan perusahaan Anda seperti ExxonMobil Indonesia. Hubungi kami untuk peluang kolaborasi hari ini!

Posted on •Last Updated on
Bagikan Artikel Ini

Mulai Pengelolaan Sampah
Secara Bertanggung Jawab
Bersama Waste4Change

Hubungi Kami