5 Dampak Bencana Alam Terhadap Lingkungan dari Seluruh Dunia

dampak bencana alam
Kebakaran menjadi salah satu penyebab polusi udara. (Sumber: Pixabay: Pexels.com)

Masalah lingkungan tidak hanya datang dari aktivitas manusia yang eksploitatif tapi juga bisa terjadi akibat proses alami. Perubahan yang terjadi pada alam sangat wajar karena alam juga harus beradaptasi. Perubahan itu bisa datang dalam berbagai bentuk, salah satunya bencana alam.

Bagi manusia, bencana alam bisa menjadi ancaman karena dampak bencana alam bisa membahayakan keberlangsungan hidup. Tidak hanya manusia yang terancam dengan bencana alam yang terkadang sulit diprediksi. Makhluk hidup lain juga akan merasakan dampak bencana alam.

Bencana alam dapat mengakibatkan kerusakan, mulai dari kerusakan infrastruktur yang telah dibangun manusia, mengganggu aktivitas manusia, dan yang paling penting adalah dampak masalah lingkungan pasca kejadian.

Di usia bumi yang semakin tua ini, tentu sudah banyak kejadian yang terjadi. Mulai dari zaman es hingga kondisi bumi saat ini yang memprihatinkan akibat laju perubahan iklim yang cepat. Bumi yang semakin panas memicu berbagai bencana alam. Akhir-akhir ini, makin banyak berita bencana alam yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Seperti bencana kebakaran hutan yang terjadi di Kanada beberapa hari yang lalu, dan disebut sebagai kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Kanada. Dampak bencana alam ini tentu sangat banyak, di antaranya kerusakan ekosistem hutan dan polusi udara

Selain itu, masih ada banyak contoh dampak masalah lingkungan akibat bencana alam, berikut beberapa di antaranya:

1. Kerusakan Hutan dan Polusi Udara Akibat Kebakaran Hutan

dampak bencana alam
Asap kebakaran akan menjadi sumber polusi udara. (Sumber: Pixabay: pexels.com)

Kasus kebakaran hutan menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir, terlebih saat musim panas di negeri empat musim, dan kemarau di negara tropis seperti Indonesia. Melansir data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di paruh pertama 2023 ini tercatat 90.405 hektar kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tidak hanya di Indonesia, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di dataran Amerika, seperti yang terjadi di Kanada dalam beberapa bulan terakhir. Dampak bencana alam akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya soal polusi udara akibat asapnya saja, tapi juga ekosistem yang rusak, hilangnya habitat satwa liar dan tumbuhan hutan.

2. Kerusakan Hidrologis Akibat Letusan Gunung Berapi

dampak bencana alam
Semburan gunung merapi bisa menyebabkan kerusakan hidrologis. (sumber: rizknas: pexels.com)

Letusan gunung berapi juga dapat menyebabkan dampak kerusakan lingkungan, seperti kerusakan hidrologis. Seperti yang terjadi pasca letusan Gunung Merapi tahun 2010 lalu. Letusan itu menjadi letusan terburuk sejak letusan 1870 silam. 

Dampak bencana alam gunung meletus itu diteliti oleh mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2013 (Iksan dan Iriawan, 2013). Dalam penelitian itu diperoleh kesimpulan jika terjadi perubahan di lingkungan sungai pasca erupsi Merapi. Material permukaan dasar sungai di daerah hulu didominasi oleh material halus, sedangkan di daerah hulu didominasi material kasar. Ini berdampak buruk bagi ekosistem sungai.

3. Kerusakan Pantai Akibat Tsunami

dampak bencana alam
Gelombang tsunami bisa menyebabkan kerusakan parah di daerah pantai dan sekitarnya. (sumber: Jaume: pexels.com)

Dampak bencana alam terhadap lingkungan tidak hanya terjadi di daratan saja, tapi juga di laut. Bencana alam Tsunami seperti yang terjadi di Aceh pada 2004 lalu, misalnya. Melansir dari laman Detik News, kerusakan lingkungan akibat Tsunami meliputi pencemaran air tanah, pencemaran sungai, kerusakan terumbu karang dan mangrove, kerusakan pertanian dan hutan, juga kerusakan ekosistem. Kerugiannya mencapai ratusan juta dolar AS.

4. Kerusakan Lahan Akibat Gempa Bumi

dampak bencana alam
Gempa bumi bisa menyebabkan kerusakan lahan. (sumber: Wilson Malone: pexels.com)

Gempa bumi juga menjadi bencana alam yang sangat sering terjadi di Indonesia. Beberapa negara seperti Filipina dan Jepang, juga kerap mengalami bencana alam ini. Dampak bencana alam ini berupa kerusakan lahan. 

Seperti yang terjadi di Jepang pasca gempa bumi besar pada Maret 2011 lalu. Gempa ini cukup besar dan tiga prefektur terkena dampak paling besar, Iwate, Miyagi dan Fukushima. Berdasarkan laporan National Library of Medicine, akibat gempa yang berpusat di dekat Pantai Sanriku itu, lahan di pesisir pantai hampir lenyap. 

5. Erosi Tanah dan Longsor Akibat Hujan Lebat

dampak bencana alam
Hujan lebat menjadi salah satu faktor tanah erosi. (sumber: Elina Volkova: pexels.com)

Erosi tanah dan longsor bisa terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di suatu daerah. Ada banyak faktor penyebab hujan lebat, salah satunya adalah pergerakan El Nino yang menyebabkan hujan dan badai. Dampak bencana alam ini juga kerap dialami beberapa wilayah di Indonesia. 

Seperti yang terjadi di Lumajang, Jawa Timur Juli 2023 lalu. Mengutip dari video laporan TvOne News, longsor terjadi di jalur perbukitan Kecamatan Candipuro. Hujan lebat yang menyebabkan longsor ini membuat akses jalan terputus. 


Selain kelima kerusakan lingkungan akibat dampak bencana alam di atas, masih banyak dampak yang terjadi akibat proses alami. Seperti rusaknya terumbu karang karena badai dan pemanasan global, kerusakan lahan akibat kekeringan dan masih banyak lagi. Sebagai upaya mitigasi, pemerintah dan instansi terkait terus berupaya untuk melakukan penelitian, agar dampak bencana alam dapat diminimalisir.

Related Post