3 Info Menarik Terbaru tentang Implementasi Ekonomi Sirkular Dunia

Sejak didirikan pada tahun 2009, Ellen Macarthur Foundation telah melakukan langkah-langkah untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular dalam skala global.

Kampanye telah disebarkan, pendidikan diberikan, kolaborasi dimulai – semua dengan harapan dapat menginspirasi semua pelaku bisnis lokal, pemerintah, dan warga untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah mereka.

Anda mungkin berpikir untuk memahami dan mempraktikkan ekonomi sirkular lebih lanjut dan mencoba melihat sejauh mana implementasi yang sudah terwujud sejauh ini. 

Di sini kami akan meringkasnya untuk Anda, dan inilah 3 poin yang perlu Anda tahu: 

Circular Economy
Circular Economy (Source: Enel Green Power)

#1 Saat ini dunia baru mencapai  8,6% sirkular

Menurut laporan tahun 2020 dari Circularity Gap Reporting Initiative (CGRi), ada penurunan tingkat ekonomi sirkular dunia dari 9,1% sirkular pada 2018 menjadi 8,6% sirkular pada 2020.

Penurunan angka ini diduga terjadi karena 3 faktor: tingkat ekstraksi sumber daya yang terus meningkat, penumpukan stok yang berkelanjutan, dan rendahnya tingkat pemrosesan dan siklus penggunaan akhir.

#2 Belanda Menjadi Negara yang Memimpin Ekonomi Sirkular

Belanda memiliki misi yang sangat ambisius terkait pengelolaan sampah mereka: Belanda ingin menjadi 100% sirkular pada tahun 2050. Diluncurkan pada tahun 2016, inisiatif ekonomi sirkular Belanda memiliki tujuan khusus untuk mengurangi 50% penggunaan bahan baku primer atau virgin material di tahun 2030 agar sepenuhnya sirkular pada tahun 2050.

Negara ini juga meluncurkan beberapa program ekonomi sirkular seperti:

  • Holland Circular Hotspot untuk mendorong pertukaran ide antar pemangku kepentingan
  • Pemasangan penghalang gelembung di Sungai IJssel sebagai bagian dari program Air Bersih Amsterdam
  • Circular hub pertama di Eropa: Brightlands Chemelot Campus yang berperan sebagai inkubator bagi siapa saja yang tertarik dengan pengembangan implementasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan
  • Fashion Renewal Facility di Amsterdam tempat pakaian akhir musim dan pakaian yang tidak dapat dijual dipertahankan agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah
Sumber: Invest in Hollands

#3 Hambatan Budaya/ Komunikasi Dianggap Sebagai Rintangan Terbesar dalam Implementasi Ekonomi Sirkular

Menurut researchgate.net, hambatan budaya seperti keengganan konsumen dan produsen untuk beralih dari gaya hidup kumpul-angkut-buang adalah masalah yang paling umum dialami ketika mencoba mengadopsi konsep ekonomi sirkular.

Beberapa contoh hambatan budaya dalam penerapan ekonomi sirkular adalah:

  • Bahwa mereka perlu menghabiskan waktu, tenaga, dan uang mereka untuk mendaur ulang sampah yang mereka hasilkan
  • Meyakinkn bahwa barang-barang yang direkondisi dan didaur ulang itu sama bagusnya dengan produk baru yang terbuat dari bahan material primer atau virgin material
  • Beralih dari memiliki menjadi berbagi kegunaan barang (sharing economy) 

Apa pendapat Anda tentang penerapan ekonomi sirkular di negara Anda? Indonesia Circular Economy Forum (ICEG) ke-4 akan diadakan di Indonesia pada Juli 2021 ini. Cek situs resminya untuk informasi lebih lanjut.

Referensi:

  • https://investinholland.com/news/a-world-without-waste-a-peak-inside-the-netherlands-circular-economy/
  • https://www.circularity-gap.world/
  • https://www.mapfre.com/en/insights/sustainability/circular-economy-hindering/

Related Post