3 Cerita Sukses Kampanye Daur Ulang Sampah di Seluruh Dunia

Semuanya dimulai dari pola pikir, begitu pula dengan manajemen pengelolaan sampah.

Saat semuanya sudah terbiasa dengan pola pengelolaan sampah kumpul-angkut-buang, tidak mudah mengajak masyarakat menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya untuk memastikan sampah mereka didaur ulang agar tidak berakhir di TPA atau lingkungan.

Pemerintah dan banyak pemerhati lingkungan di seluruh dunia sedang menyebarkan edukasi dan kampanye perihal dampak sampah pada lingkungan, dan masyarakat dunia sedang perlahan merubah kebiasaan.

Mungkin banyak dari kita bertanya: sebenarnya bagaimana sih kampanye dan edukasi manajemen pengelolaan sampah yang efektif?

Bagaimana untuk mulai mengajak masyarakat peduli pada pengelolaan sampah mereka?

Berikut adalah 3 cerita sukses kampanye daur ulang sampah di seluruh dunia:

Simply Cups: Program Daur Ulang Gelas Kopi Sekali Pakai Australia

Simply Cups Australia
Source: 7-Eleven

Australia bukanlah satu dari 10 besar negara dengan konsumsi kopi terbanyak di dunia, namun Closed Loop, sebuah perusahaan startup manajemen sampah asal Australia, berhasil meluncurkan program daur ulang gelas kopi yang cukup menarik perhatian.

Program Simply Cups Australia dimulai pada Mei 2017 dan saat ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 19.000.000 gelas kopi sekali pakai. Target dari kampanye ini adalah memastikan ada 1 gelas sekali pakai yang terdaur ulang dari 1 gelas sekali pakai yang digunakan.

Ada 3 cara bagi masyarakat Australia untuk mendukung gerakan Simply Cups:

  1. Collect Cups: ajak orang-orang sekitar untuk mengumpulkan gelas minuman sekali pakai pada dropbox yang bisa kita buat sendiri di sekolah atau tempat kerja
  2. Purchase Cups: gunakan gelas sekali pakai dari Simply Cups yang bisa ditemukan pada gerai-gerai minuman terdekat – setiap pembelian berarti menyisihkan 1 sen untuk biaya daur ulang gelas tersebut
  3. Buy rCups: gunakan gelas/ tempat minum guna ulang yang dihasilkan dari daur ulang gelas-gelas sekali pakai yang terkumpul dari program Simply Cups

Selain gelas/ tempat minum guna ulang, Simply Cups juga secara terbuka mengumumkan hasil daur ulang lainnya dari gelas-gelas sekali pakai yang terkumpul dalam program Simply Cups, bahkan dashboard yang memperlihatkan berapa pencapaian program tersebut.

Masyarakat Australia mendapatkan edukasi yang transparan perihal mengapa saat ini gelas sekali pakai masih perlu digunakan, mengapa gelas kopi termasuk material yang harus didaur ulang dengan teknologi tertentu, dan bagaimana cara mereka perlahan mengurangi penggunaan gelas sekali pakai.

Saat ini program Simply Cups telah berhasil menggandeng banyak partner terutama gerai-gerai 7-Eleven, 2 merek kafe terbesar Australia lainnya: Muffin Break dan The Coffee Club, serta banyak bisnis serta sekolah di Australia. Terhitung ada 1.208 titik lokasi pengumpulan gelas kopi Simply Cups di Australia.

Olipot: Barcelona Ajak Masyarakatnya Daur Ulang Minyak Goreng Bekas Pakai

Olipot Barcelona
Source: INhabitat

Minyak goreng bekas pakai atau yang biasa disebut jelantah perlu dikelola dengan bijak agar tidak membahayakan lingkungan. Sejak tahun 2010, pemerintah Barcelona telah mengajak masyarakat kotanya untuk mengumpulkan minyak goreng bekas pakai untuk didaur ulang menjadi biodiesel.

Demi menarik masyarakat Barcelona untuk berpartisipasi dalam program daur ulang jelantah tersebut, pemerintah Barcelona memberikan secara cuma-cuma wadah minyak goreng bekas pakai yang bukan hanya bisa langsung menyaring minyak dari sisa makanan, namun juga tahan panas hingga 180 derajat celcius.

Setelahnya, masyarakat Barcelona bisa langsung mengumpulkan minyak jelantah yang sudah terkumpul pada puntos verdes atau green points, yaitu titik-titik pengumpulan sampah kota Barcelona.

Miljönär-vänlig: Langkah Selanjutnya dari Program Daur Ulang Swedia

Source: European

Di tahun 2020 lalu, Swedia berhasil meningkatkan efisiensi daur ulang sampahnya hingga 47% (tertinggi adalah Jerman dengan tingkat daur ulang 56.1%). Bukan hanya itu, pemerintah Swedia juga berhasil mengajak masyarakatnya mengelola sampah dengan optimal, sehingga tercatat sejak 2011 hanya 1% sampah masyarakat Swedia yang berakhir di TPA.

Pada tahun 1990, Swedia tercatat masih memiliki 400 TPA, tapi saat ini jumlahnya berkurang hingga kurang-lebih 140 TPA. Karena begitu efektifnya manajemen pengelolaan sampah mereka, Swedia sampai harus mengimpor sampah dari luar negeri agar industri dan fasilitas waste-to-energy yang diarahkan untuk menghangatkan rumah-rumah Swedia di musim dingin tetap berjalan.

Pada tahun 2015, Avfall Sverige, organisasi yang mengelola manajemen sampah dan daur ulang sampah Swedia, meluncurkan kampanye Miljönär-vänlig, yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti: Milyuner Lingkungan.

Swedia berusaha mengajak masyarakatnya untuk lebih menghargai umur suatu benda dan menghemat uang dengan memperbaiki (repairing), berbagi (sharing), dan menggunakan kembali (reusing) barang sebelum menyerahkannya untuk didaur ulang. Langkah Swedia ini termasuk dari bagian konsep sharing economy yang mendukung penerapan circular economy (ekonomi melingkar).

Edukasi dan kampanye perihal manajemen sampah di Swedia yang didukung oleh fasilitas dan sistem yang bisa diandalkan terbukti mampu menunjukkan dampak positif yang berkelanjutan. Saat ini, masyarakat Swedia telah mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan yang lebih dari sekadar membuang sampah di tempatnya dan mendaur ulang.

—–

Ada banyak cara kreatif dan simpel untuk mengajak masyarakat aktif dalam mendaur ulang sampah. Intinya adalah untuk memberikan program daur ulang jangka panjang yang berkelanjutan serta memberikan kesempatan pada masyarakat untuk bisa memantau dan menyebarkan edukasi pada lingkungan terdekat mereka.

Selain AKABIS (Akademi Bijak Sampah), Waste4Change juga mendukung program Extended Producer Responsibility dari klien, salah satunya adalah program daur ulang UBC (Used Beverage Cartons) yang diadakan oleh Tetra Pak, salah satu perusahaan produsen minuman kemasan di Indonesia. 

Melihat minat masyarakat Indonesia pada program-program daur ulang tersebut, Waste4Change percaya bahwa hanya tinggal menunggu waktu hingga kita juga bisa menjalankan program daur ulang yang berkelanjutan dan sukses seperti Australia, Barcelona-Spanyol, dan Swedia.

Referensi:

https://www.livekindly.co/sweden-recycling-no-trash/

https://sweden.se/nature/the-swedish-recycling-revolution/

https://www.independent.co.uk/environment/sweden-s-recycling-is-so-revolutionary-the-country-has-run-out-of-rubbish-a7462976.html

https://www.simplycups.com.au/

https://www.interempresas.net/Equipamiento_Municipal/Articulos/51164-Olipot-recoger-reciclar-y-reutilizar-el-aceite-domestico.html

https://www.livingcircular.veolia.com/en/eco-citizen/olipot-barcelona-cooking-oil-recycled

https://www.ideaconnection.com/new-inventions/barcelona-wants-your-oil-04458.html

Related Post