Waste4Change Menyelenggarakan Circular Economy Forum di Indo Waste 2017

Jakarta – Pada Rabu, 12 Juli 2017, Waste4Change menyelenggarakan Circular Economy Forum di JCC Senayan, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari Indo Waste Expo & Forum 2017 yang berlangsung selama 12-14 Juli 2017.

Unduh hasil diskusi Circular Economy Forum Indo Waste Expo 2017

Diperkenalkan oleh Ellen MacArthur Foundation, konsep “circular economy” saat ini menjadi pembicaraan dalam skala bisnis maupun negara. Circular economy adalah konsep alternatif dari ekonomi linear (produksi – penggunaan – pembuangan) yang bertujuan untuk menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin serta untuk memulihkan material yang telah sampai pada usia akhirnya. Konsep ini penting untuk diterapkan di Indonesia karena sistem linear di Indonesia telah menyebabkan negara ini terus mengeksploitasi sumber daya alamnya dan terus menghasilkan sampah. Sebanyak 175,000 ton sampah per hari dihasilkan oleh Indonesia (KLHK, 2015) dan diprediksi ada kehilangan 28,1 triliun rupiah akibat sebagian besar sampah dikirim langsung ke pembuangan akhir (Waste4Change, 2015).

Melihat kebutuhan ini, Waste4Change bekerjasama dengan Greeneration Foundation, PT Napindo Media Ashtama, Kamar Dagang Industri (KADIN), Ikatan Alumni Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (IATL ITB), Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, dan Packaging Recycling Alliance for Sustainable Indonesia (PRAISE) menyelenggarakan Circular Economy Forum di Indo Waste 2017. Circular Economy Forum merupakan wadah bagi berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, bisnis, maupun lembaga dan professional untuk bersama mendiskusikan isu dan potensi Indonesia untuk dapat mengimplementasikan konsep circular economy.

Acara yang berlangsung mulai pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore ini terbagi dalam sesi pembukaan, sesi plenary, dan sesi kelas. Acara dibuka oleh MC Swietenia Puspa Lestari dari Divers Clean Action. Kemudian, sesi pembukaan diisi oleh Bapak Halim Kalla sebagai perwakilan KADIN dan Ibu Sinta Kaniawati sebagai perwakilan PRAISE. Sesi pembukaan juga diisi dengan keynote speech dari Bapak Jend. TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

 

Setelah keynote speech selesai, Bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman kemudian menjadi saksi penandatanganan MOU kerjasama Belanda dan Indonesia untuk Proyek Percontohan Pembersihan Sungai-Sungai di Wilayah Jakarta. MOU ini ditandatangani oleh Bapak Arif Havas Oegroseno sebagai Deputi Kedaulatan Kemaritiman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Mr. Rob Swarbol sebagai Duta Besar Kerajaan Belanda di Indonesia.

MOU Signing Ocean Cleanup Cooperation Netherland Embassy & Indonesia Coordinator Ministry of Maritime Affairs

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar Sesi plennary 1 yang bertema “Understanding the Circular Economy”. Pada sesi ini, terdapat dua pembicara yaitu Mr. Martin van Nieuwenhoven dari Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda serta Bapak Satya Widya Yudha dari Komisi VII DPR dan Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI. Mr. Martin menyampaikan mengapa Circular Economy penting dan langkah-langkah apa yang dapat dipersiapkan menuju circular economy, lengkap beserta contoh yang sedang dijalani oleh Belanda. Sementara itu, Pak Satya menyampaikan seperti apa kondisi eksisting Indonesia saat ini dan apa saja contoh usaha circular economy yang dilakukan. Sesi 1 ditutup setelah tanya jawab singkat partisipan dengan para pembicara.

Sesi acara berikutnya yaitu Sesi 2: Dialog Kementerian dengan tema “Circular Economy in Indonesia: Issues and Potentials”.  Dimoderatori oleh Ibu Maria Dian Nurani sebagai perwakilan KADIN, sesi ini diisi oleh Bapak Eddy Satriya sebagai perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ibu Haruki Agustina sebagai perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Nuzulina Ilmiaty sebagai perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Ibu Sinta Kaniawati sebagai perwakilan PRAISE. Salah satu hal yang dibahas pada sesi ini yaitu di mana posisi Indonesia saat ini terkait circular economy dan apa target dan rencana tindak lanjut pemerintah terkait circular economy.

Acara berlanjut dalam sesi kelas yang dimulai setelah istirahat makan siang. Sesi kelas ini dibagi menjadi dua kategori: Kelas A dengan tema “Post-consumer Packaging Strategy towards Circular Economy” dan Kelas B dengan tema “Circular by Design – Innovation for Green Product”. Sesi kelas dimulai dengan seminar dan diakhiri dengan sesi diskusi.

Seminar di Kelas A dimoderatori oleh Zulfikar, Co-founder Waste4Change dan diisi oleh empat narasumber: Ibu Dini Trisyanti dari Sustainable Waste Indonesia, Ibu Maya Tamimi dari Unilever Indonesia, Bapak Arief Fatullah dari Danone Indonesia, dan Ibu Felicita Yanti dari Asoasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). Seminar Kelas A ini menceritakan usaha-usaha daur ulang di Indonesia seperti mesin CreaSolv yang dikembangkan Unilever untuk dapat mendaurulang flexible plastics dan daur ulang botol plastik menjadi bantal oleh Danone dan ADUPI. Selain itu, dibahas juga mengenai persiapan-persiapan Indonesia menuju circular economy oleh Mbak Dini sebagai konsultan circular economy untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Di kelas B, seminar yang berlangsung dimoderatori oleh M. Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change. Pengisi acara seminar tersebut terdiri dari Ibu Lucia Karina dari Coca Cola Amatil Indonesia, Bapak Reza Andreanto dari Tetra Pak Indonesia, Ibu Indra Setia Dewi dari Forest Stewardship Council Indonesia, dan Mr. Pieter van Os dari CIRCO. Dalam acara Seminar B, dibahas mengenai alternatif kemasan seperti apa yang dapat dilakukan oleh supplier dan produsen agar kemasan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam sebuah siklus circular economy. Coca Cola Amatil menyampaikan bagaimana mereka mengurangi penggunaan plastik dalam botol minumnya, FSC dan Tetra Pak menyampaikan bagaimana sebuah kemasan multi layer berasal dari sumber yang bertanggungjawab dan pada saat yang bersamaan juga dapat didaur ulang. Dari CIRCO, Mr. Pieter membuka wawasan tentang bagaimana sebuah desain kemasan sebaiknya bermula: yaitu dengan memikirkan siklus hidup produk tersebut mulai dari lahir hingga pembuangan.

Sesi kelas diakhiri dengan open space technology group discussion dengan fasilitator Zulfikar dan Kartika Anindya. Diskusi interaktif ini dihadiri oleh berbagai perwakilan sektor bisnis, pemerintah, komunitas, NGO, maupun akademisi.

Unduh hasil diskusi sesi 4 Kelas A: “Post-Consumer Packaging Strategy Towards Circular Economy”

Unduh hasil diskusi sesi 4 Kelas B: “Circular Design-Innovation for Green Product”

Waste4Change mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan penyelenggara, sponsor, narasumber, dan partisipan yang telah mewujudkan acara Circular Economy Forum 2017. Forum ini merupakan satu langkah untuk mensinergikan pergerakan bersama. Mari terus bergerak untuk Indonesia menuju circular economy!

Ditulis oleh: Anissa Ratna Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published.