Shangri-La Social Responsible Project: Program 3R di SMPN 181 Jakarta

Jakarta, pada hari Jumat (08/12) telah dilaksanakan seremonial pelepasan dan peluncuran Bank Sampah di SMPN 181 Jakarta dalam rangkaian program Sustainability dari Shangri-La’s Social Responsibilty dan Waste4Change. Sebelum peluncuran Bank Sampah ini, telah juga diadakan pendampingan selama 9 bulan kepada guru dan siswa SMPN 181 tentang pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).

Acara pelepasan ini dihadiri langsung oleh Bapak Hans Martin Jeffrey, Manajer Residential Shangri-La Jakarta, dan Ibu Bintari, Manajer CSR Shangri-La Jakarta. Selain pihak Shangri-La , peluncuran Bank Sampah ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan instansi terkait pemerintah DKI Jakarta, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Perwakilan Walikota Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Ibu Bintari mengatakan program ini mampu mereduksi sampah di SMPN 181 sampai 50%. Lebih tepatnya kehadiran Bank Sampah di SMP 181 Jakarta mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sebanyak 247 Kg. Hal tersebut juga mampu menjadi pemicu bagi peserta didik untuk memiliki pengetahuan terkait pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis. “Melalui program ini, Shangri-La mencoba untuk memberikan edukasi langsung tentang pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab dan menanamkan nilai wirausaha kepada anak-anak” ujar Hans Martin, Manajer Residential Shangri-La pada sambutannya.

Program Bank Sampah ini sudah berjalan selama setahun. Dimulai dari tahap studi kelayakan sampai ke edukasi kepada warga sekolah dan juga penempatan wadah sampah terpilah berdasarkan jenisnya yang dilakukan oleh tim Waste4Change. Riyan Hartanto, Project Officer Waste4Change mengatakan bahwa saat ini sudah diperlukan regenerasi pengurus Bank Sampah di kalangan siswa. Hal tersebut menjadi perlu karena mengingat pentingnya keberlangsungan dan keberlanjutan program ini untuk seluruh siswa SMPN 181. Bank Sampah SMPN 181 juga mampu mengumpulkan 247 Kg sampah inorganik selama program. Kemudian, sampah yang sudah dikumpulkan tersebut akan kembali dipilah sesuai jenisnya, untuk kemudian dijual kepada lapak yang menerima. Hasil penjualan tersebut nantinya akan digunakan sebagai uang kas di masing-masing kelas untuk keperluan ATK. Selain itu, sebagian hasil penjualan juga digunakan untuk operasional Bank Sampah dan juga kesejahteraan siswa yang menjadi pengurus.

B. Ferizan Ginting, Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Pusat, yang juga hadir pada kesempatan itu mennyampaikan apresiasinya terhadap program ini, “saat ini tercatat ada 1700 ton sampah per hari yang dihasilkan oleh Jakarta Pusat. Sehingga, dengan semakin banyaknya program seperti ini diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah kota maupun yang dikirimkan ke TPA”. Bapak Ferizan juga berharap agar apa yang dilakukan oleh SMPN 181 juga bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain di Jakarta. Dengan adanya program edukasi dalam bijak kelola sampah yang menyasar sekolah, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab pada generasi muda di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.