Plastic Reborn: Kolaborasi Coca Cola Foundation, Ancora Foundation, dan Waste4Change Untuk Lingkungan

Indonesia telah didaulat sebagai negara ke-dua terbanyak memberikan sampah di lautan. 60% sampah di lautan itu ternyata adalah sampah plastik yang terbawa dari hulu melalui aliran-aliran sungai yang bermuara sampai ke lautan lepas. Sehingga, kita tak lagi merasa heran bila sedang bertamasya di laut, seketika muncul sampah plastik mengambang di hadapan kita. Sungguh pemandangan yang merusak momen liburan.

Selama ini, material plastik memang menjadi primadona dalam industri produk kemasan seperti makanan dan minuman. Tidak memakan biaya besar dalam produksinya, mudah diperbanyak, dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama menjadi alasan plastik sangat digemari sebagai kemasan sebuah produk. Namun, dampak penggunaan plastik dalam sebuah kemasan begitu berbahaya karena sifat plastik yang tidak bisa terurai secara alami. Dibutuhkan waktu ratusan tahun bagi tanah untuk dapat mengurai satu botol plastik. Berbanding terbalik dengan jumlah penggunaan botol plastik yang bisa mencapai 3,2 juta ton per tahunnya.

Fakta di atas menunjukan bahwa diperlukan tanggung jawab kepada lingkungan yang lebih nyata lagi bagi para produsen dan konsumen yang menggunakan plastik sebagai kemasan produk. Tanggung jawab tersebut dapat dimulai oleh perusahaan untuk juga membuat sistem berkelanjutan agar sampah dari kemasan produk dapat didaur ulang. Konsumen juga perlu diberikan edukasi untuk meningkatkan kepedulian mereka atas sampah kemasan sehingga terjadi pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Program “Plastic Reborn” merupakan bentuk tanggung jawab Coca-Cola sebagai produsen untuk mengumpulkan kembali sampah kemasan mereka. Tidak hanya mengumpulkan, sampah botol plastik PET tersebut akan didaur ulang, dan tidak lupa memberikan edukasi kepada masyarakat. Bekerja sama dengan Ancora Foundation dan Waste4Change, Coca-Cola Foundation menyasar generasi muda sebagai target edukasi masyarakat. Program ini didesain sebagai bagian dukungan terhadap Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 dan sebagai sarana edukasi kepada generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola sampah.

Langkah pengumpulan sampah kemasan botol dilakukan dengan penempatan Dropping Box khusus sampah plastik PET di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi yang terletak di Jakarta dan Bekasi. “Plastic Reborn” mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dengan #MulaiDariGue.

Sebagai bentuk edukasi, telah dimulai Akademi Bijak Sampah (AKABIS) Batch 1 pada 14 November 2017 yang diikuti oleh 20 siswa yang merupakan perwakilan dari 10 Sekolah Menengah Atas di Jakarta. Para peserta diajak mengunjungi TPST Bantar Gebang untuk melihat bagaimana pengelolaan sampah yang ada dan diajak naik ke gunungan sampah untuk merasakan akibat dari pengelolaan sampah yang tidak bertanggung jawab. Selanjutnya, para peserta diajak untuk mengunjungi fasilitas-fasilitas Waste4Change seperti, Rumah Pemulihan Material dan Rumah Kompos,  untuk melihat bagaimana bentuk pengelolaan sampah yang terintegrasi dan bertanggung jawab. Dalam sesi selanjutnya, para peserta diajak dan diarahkan untuk membuat Action Plan terkait program kebersihan dan kepedulian terhadap sampah dan dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Dengan ini, diharapkan kepedulian dan kesadaran terhadap pengelolaan sampah plastik yang masih bisa didaur ulang akan membawa dampak besar terhadap pengurangan jumlah sampah yang berakhir di TPA dan lautan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.