Bekasi — Kamis, 19 November 2015 lalu Waste4Change mendapat kunjungan istimewa. Seorang tamu, seorang ahli, seorang yang mempunyai rasa kepedulian tinggi terhadap isu sosial global. Beliau adalah Henk Klosters atau akrab dipanggil Henk. Setelah selesai dari jadwal berkunjungnya ke negara-negara Afrika kini Mr. Hank berlabuh di Indonesia.

Henk Klosters yang merupakan ahli senior di bidang pengelolaan sampah ini berkewarganegaraan Belanda. Keahliannya meliputi perencaanaan pengelolaan sampah, daur ulang, pengomposan, limbah kimia, hingga pembuangan akhir limbah. Saat ini masih aktif dalam pengelolaan limbah di berbagai penjuru dunia.

Kunjungannya kali ini sebagai relawan tenaga ahli yang dikirim oleh salah satu Non-Government Organization (NGO) dari Belanda, PUM untuk mengamati langsung serta memberikan masukan dan saran ahli mengenai sistem pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan oleh Waste4Change. Henk memandang bahwa sistem pengangkutan sampah terpilah yang diterapkan Waste4Change merupakan sistem yang lebih unggul dibandingkan dengan sistem pengangkutan sampah konvensional yang hanya mengangkut sampah tercampur dan kemudian menimbun. Namun, sistem ini akan lengkap dan berjalan dengan baik saat mendapat dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak.

Kedatangannya di Indonesia khususnya di Waste4Change menjadi sebuah dorongan untuk terus menghadirkan perbaikan-perbaikan demi terwujudnya sebuah sistem waste management yang ideal sehingga gagasan besar zero waste dapat terwujud. Henk menyampaikan kekaguman akan komitmen dan kerja keras teman-teman Waste4Change selama ini dalam terus mengkampanyekan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dalam memberikan service tersebut. Henk berharap kehadiran Waste4Change menjadi solusi dan juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan berkolaborasi mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Terima kasih atas kunjungannya Henk Klosters. Terus memberikan inspirasi kepada belahan dunia lain untuk sadar terhadap pengelolaan sampahnya demi mewujudkan bebas sampah berskala global.